
Hari sudah mulai gelap, waktu pun menunjukan pukul 09.00. Nancy melihat Handphonenya, ia melihat ada satu pesan, yang bertuliskan nama omma dengan hangul, ia pun dengan semangat membaca pesan tersebut.
Ia dan ibunya memang sedikit tidak akur setelah kepergian ayahnya, namun Nancy tetap berusaha agar ia disayangi lagi oleh ibunya, meskipun ibunya sangat tidak menghiraukan kehadirannya.
Pesan tersebut bertuliskan
Omma: Jangan membuat Kakek dan Nenekmu khawatir, cukup ayahmu saja yang menjadi korbanmu!
Tangis Nancy pun pecah, seketika moodnya berubah, padahal ia sangat teramat merindukan keluarganya, namun ia merasa seolah-olah dibuang, ia merasa dirinya benar-benar penyebab kematian ayahnya, ia pun menangis semalaman.
Bi Wenjun, mendengar Nancy menangis karena balkon belakang rumah mereka terhubung. Ia ingin bertanya namun takut Nancy memarahinya dan berfikir lain tentangnya, akhirnya ia mengurungkan niatnya.
Sampai pagi hari, ia bersiap ke sekolah.
Nancy pun berangkat tanpa sarapan.
Disekolah ia mendapati Zhao Lusi sedang dirundung oleh Sun Qian dan kawan-kawannya.
Zhao Lusi adalah murid pintar kedua setelah Bi Wenjun, ia sering dirundung karena terlihat cupu dan mudah disuruh. Karena tak tahan melihat Zhao Lusi dirundung dan karena ia juga sedang kesal karena pesan semalam akhirnya dia menyerang Sun Qian.
"Ya apa yang kau lakukan?" Tanya Nancy
"Bukan urusanmu, urus saja dirimu sendiri!" Jawab Sun Qian
"Tapi kau berada dikelasku, dan kau menggangguku!" Ucap Nancy
"Kalau begitu enyahlah, jangan pedulikan kami" ucap Sun Qian
Sun qian adalah gadis kelas 1B yang menyukai Bi Wenjun, dia adalah pembuat onar dan menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia juga sering mencelakai atau memfitnah teman-teman yang tidak ia sukai.
Sun Qian akhirnya akan menampar Nancy, namun seketika Nancy langsung reflek menangkis tamparan Sun Qian dan memelintir tangan Sun Qian.
__ADS_1
" aw aw sakit, lepaskan tanganku!" Ucap Sun Qian kesakitan.
"Jika kau mengulang kembali kejadian hari ini dan terus merundung dia, aku akan mematahkan beberapa kakimu juga!" Tandas Nancy
"Baiklah baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi" balas Sun Qian
Nancy melepaskan tangannya, namun Sun Qian menjambak rambut Nancy, lalu perkelahian pun terjadi, mereka saling menjambak, dan tidak bisa dilerai oleh siapapun.
Bi Wenjun akhirnya tiba disekolah, melihat kejadian itu, ia berusaha memisahkan keduanya, dan itu tak berhasil, malah Bi Wenjun ikut terkena jambakan mereka juga, karena mereka susah dipisahkan akhirnya murid lain berinisiatif melaporkannya kepada guru BK disekolah.
Sun Qian, Nancy, Bi wenjun, dan Zhao Lusi akhirnya dipanggil ke ruang BK.
"Kalian jelaskan siapa yang duluan menyebabkan masalah ini?" Tanya guru BK.
"Aku baru datang dan aku mencoba memisahkan mereka, namun mereka kalap dan ikut menjambakku" jawab Bi Wenjun
"Apa kau tau masalahnya apa sehingga mereka seperti itu?" tanya guru BK
"Aku tidak tahu" ucap Bi Wenjun
"Dia yang duluan guru, dia yang pertama kali memelintir tanganku!" Ucap Sun Qian
"Apa itu benar Nancy?" Tanya guru BK
"Yang memelintirnya memang aku!" Ucap Nancy.
Nancy tidak ingin menjelaskan apapun mengenai dirinya atau sesuatu yang telah ia perbuat meskipun itu benar. Sehingga orang lain mudah salah faham terhadapnya. Dan itu disengaja olehnya, karena dengan begitu ia bisa melindungi dirinya.
"Baiklah, Zhao Lusi aku ingin bertanya padamu, apa yang mereka katakan apakah benar? Karena ini terkait denganmu?" Tanya Guru BK kepada Zhao Lusi
Zhao Lusi menatap kearah Sun Qian, dan Sun Qian sedikit menakutinya sehingga Zhao Lusi ketakutan dan tidak berani berterus terang.
__ADS_1
"Euuuh euuuuh, aku tidak tahu pak!" Jawab Zhao Lusi dengan suara terbata-bata.
"Baiklah, karena tidak ada yang berterus terang, saya akan menjatuhi kalian hukuman, Nancy kau harus berlari 10 putaran, dan membersihkan sekolah, sedangkan Sun Qian kau harus berlari juga dan membersihkan ruang kelas!" Jawab guru BK
"Baiklah" jawab murid murid
"Kalau begitu kalian kembalilah kekelas dan mulai hukuman setelah istirahat nanti" ucap guru BK.
"Kami permisi, pak guru" ucap Zhao Lusi
Pelajaran pun dimulai..
Saat pelajaran Bi Wenjun merasa ada yang janggal dengan pernyataan Zhao Lusi akhirnya ia menanyakan perihal kejadian tersebut kepada semua teman sekelasnya dan Bi Wenjun pun berspekulasi bahwa Zhao Lusi lah yang seharusnya menjadi saksi untuk membuktikan bahwa Kim Nancy membelanya dan tidak seharusnya ia dihukum, saat istirahat Bi Wenjun pun menanyakan kebenarannya kepada Zhao Lusi.
"Zhao Lusi, apakah kita bisa bicara sebentar?" Tanya Wenjun
"Baik, kalau begitu kita bicara diluar" jawab Lusi
"Zhao Lusi, apa benar Nancy yang membelamu saat mereka merundungmu?" tanya Wenjun
"Eeuuu euuu, sebenarnya, Nancy memang membelaku, tapi aku takut jika aku berterus terang kepada guru, tapi disisi lain aku juga merasa bersalah karena Nancy dihukum karenaku" jawab Lusi
"Kau takut pada siapa? apa kau tidak lihat Nancy berlari diluar? dan Apa kau tidak kasihan pada Nancy yang dihukum karena kejadian ini" ucap Wenjun
"Lalu aku harus bagaimana?" Ucap Zhao Lusi resah.
"Begini saja, kau temui guru BK sendiri, dan kau ceritakan dari awal hingga akhir kejadian tersebut, jika ada apa apa aku akan membantumu" ucap Bi Wenjun menenangkan.
"Baiklah, aku akan mendengarkanmu" ucap Zhao Lusi
"Bagus" puji Bi Wenjun
__ADS_1
*****************************************************
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA💕