
"Permisi perawat apa disini ada pasien yang bernama Kim Nancy?" Tanya kakek
"Tunggu sebentar saya akan memeriksanya" ucap perawat.
Perawat pun membuka register pasien.
"Bagaimana?"tanya kakek
"Ada, dia dirawat di ruang 301. Kau tinggal lurus saja lalu belok ke kiri" ucap perawat.
"Baiklah, terima kasih" ucap kakek.
Kakek dan nenek pun menuju ke ruangan. Ia langsung membuka pintu kamar tempat Nancy dirawat.
Jeglek, suara pintu dibuka.
"Cucuku" ucap Nenek sembari berlari menuju Nancy.
Wenjun, Zhao Lusi, Fang Zhiyo dan Wang Yibo pun kaget.
Sementara Nancy masih diselimuti jaket Wenjun agar dia tidak histeris.
"Nenek" ucap Nancy.
Nenek pun memeluk Nancy.
"Nancy, kenapa kau seperti ini sayang, apa kau menyinggung orang lain lagi?" Tanya Nenek.
"Bagaimana keadaanmu nak?" Tanya kakek
Nancy hanya terdiam.
"Kakek, nenek perkenalkan aku Bi Wenjun, aku teman sekelas Nancy, ini teman teman kami, ini Zhao Lusi dan Wang Yibo" ucap Bi Wenjun
"Kakek Nenek Hao, aku Zhao Lusi" ucap Zhao Lusi
"Ni hao, aku Wang Yibo, teman sekelas Nancy" ucap Wang Yibo.
"Dan ini kakakku, Fang Zhiyo kebetulan dia dokter dirumah sakit ini" ucap Wenjun.
"Nenek kakek, perkenalkan aku Fang Zhiyo kakak Bi Wenjun" ucap Fang Zhiyo.
"Nii hao, ni hao, terima kasih sudah menjaga Nancy kami" ucap Nenek
"Tidak apa apa nenek, lagi pula Nancy seperti ini karena ingin menolongku" ucap Wenjun
"Bagaimana kejadiannya kenapa bisa seperti ini?" Tanya Kakek.
"Begini kek, aku akan menjelaskannya. Kita bicara diluar ya" ajak Fang Zhiyo.
"Hao, hao" ucap kakek
__ADS_1
"Kalian semua tunggulah diluar biarkan nenek dan Nancy istirahat didalam" saran Fang Zhiyo.
"Baik Ge" ucap Bi Wenjun.
Bi Wenjun dan yang lainnya menunggu diluar, sementara Nancy ditemani oleh nenek.
Fang Zhiyo pun menjelaskan detail kejadiannya kepada kakek.
---------------------------------------
"Nancy apa kau baik-baik saja?" tanya nenek
"Nek aku ingin pulang" jawab Nancy.
" kau masih sakit sayang, lukamu belum sembuh, kita rawat disini dulu ya" ucap Nenek.
"Nek, aku selali teringat saat ayah terbaring disini" ucap Nancy sembari menangis.
"Nenek tau, jangan takut ada nenek disini, sebaiknya kita tunggu sampai kau sembuh ya" ucap nenek sembari mengusap air mata Nancy.
Nancy hanya terdiam. Pikirannya kalut dipenuhi rasa takut terbayang saat ayahnya terbaring disampingnya dulu. Nancy pun berbaring berpura-pura tidur, nenek pun keluar karena takut membangunkan Nancy.
"Bagaimana dengan Nancy?" Tanya kakek.
"Dia sedang tertidur, apa kau sudah menelpon Kim So Hyun?" Ucap nenek
"Syukurlah jika dia istirahat, aku belum sempat menelponnya" ucap kakek
"Baik baik aku akan menelponnya" ucap kakek.
Kakek menghubungi Kim So Hyun.
--------------------------------------
"Apa kalian sudah makan?" Tanya nenek
"Ah nek kami sudah makan, nenek sudah makan?" Jawab Bi Wenjun
"Syukur jika kalian sudah makan, kalian harus jaga kesehatan yah, Nenek belum sempat makan karena khawatir akan keadaan Nancy" ucap nenek
"Nek apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Zhao Lusi.
"Tidak nenek sedang tidak ingin makan" ucap nenek.
Wang Yibo pun menarik tangan Zhao Lusi.
"Ada apa?" tanya Zhao Lusi
"Kita beli saja makanannya, kasian nenek belum makan" ucap Wang Yibo
"Baik, kita pamit dulu" ucap Zhao Lusi
__ADS_1
Wang Yibo dan Zhao Lusi pun pamit untuk keluar kepada nrnek dan Bi Wenjun.
"Nek, Wenjun kami akan keluar dulu sebentar" pamit Zhao Lusi
"Hao, kalian berhati-hatilah" ucap Nenek.
Zhao Lusi dan Wang Yibo pun keluar.
----------------------------------------
"Nak, apa kau dekat dengan Nancy" tanya nenek kepada Bi Wenjun.
"Kebetulan kami satu apartemen nek, sejauh yang aku tahu kami terlihat akrab, karena aku tidak pernah melihat Nancy berinteraksi dengan teman lainnya" Jawab Bi Wenjun.
"Itulah yang nenek khawatirkan, Semenjak ayahnya Nancy meninggal, dia sangat membatasi diri dengan orang lain, bahkan dengan keluarga. Nenek senang jika Nancy ada teman akrab, ." Ucap Nenek
"Jadi seperti itu, kalo boleh tahu dulu Nancy seperti apa nek?" Tanya wenjun
"Nancy, sangat periang, dari dulu dia sangat senang menolong orang, meskipun dia terluka, dia pintar. Namun 3 tahun yang lalu dia mengalami kecelakaan dengan ayahnya, dan ayahnya meninggal, sejak itulah Nancy berubah menjadi introvert" ucap Nenek
"Ternyata dalan hatinya ia sangat rapuh" batin Wenjun.
"Nak Wenjun, nenek ingin kau selalu menjadi teman Nancy, meskipun Nancy membatasi diri, karena nenek takut jika dia selalu sendiri dia tidak ada tempat untuk berbagi" pinta nenek.
"Nenek tenanglah, aku akan menjaga Nancy, jika ada apa apa nenek bisa menghubungiku" ucap wenjun.
"Baik terima kasih nak" ucap nenek.
"Ah nenek tidak usah sungkan" ucap Wenjun.
Zhao Lusi dan Wang Yibo pun tiba.
"Nek, ayo kita makan" ucap Zhao Lusi.
"Jadi kalian membeli makanan" ucap nenek
"Iya nek, kami khawatir jika nenek tidak makan nenek akan sakit, apalagi nenek sudah perjalanan jauh" ucap Zhao Lusi
"Kalian memang anak-anak yang baik, nenek senang Nancy mendapat teman seperti kalian" ucap nenek
"Nenek jangan sungkan, ayo kita makan disana" ucap Wang Yibo
"Baiklah"ucap nenek.
Sementara Nenek, Wang yibo, Zhao Lusi dan Bi Wenjun makan. Nancy kabur karena ingin pulang.
*******************************
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA

__ADS_1