
"Eomma, aku akan pergi ke shanghai" ucap Kim so hyun.
"Untuk apa kau pergi kesana? Bukankah urusanmu belum selesai?" Tanya eomma.
"Eomma bukankah sudah kejelaskan di pesan singkat, bahwa Nancy ditusuk orang, aku harus menemaninya, lagi pula aku sudab bilang cepat atau lambat aku akan menetap di china untuk meneruskan rumah sakit ayah" jawab Kim So Hyun.
"Aku tidak menyetujuinya, jika kau ke china aku dengan siapa? Rumah sakit ini juga butuh kau seorang penerus kami" ucap Eomma.
"Eomma, apa kau tidak berpikir juga jika aku tidak ada Nancy akan sendirian? Dia masih sangat kecil untuk tinggal sendiri. Rumah sakit ini biarkan sepupu kita yang mengurusnya, kau ikutlah denganku menemui Nancy" ajak Kim So Hyun.
"Tidak aku tidak akan kesana, jika aku melihat Nancy aku selalu terbayang akan kejadian itu" ucap Eomma.
"Baiklah, aku sendiri saja yang akan ke china, aku sudah mengurus semuanya termasuk kepindahanku, eomma baik-baiklah disini, jaga kesehatanmu. Aku akan memberitahu paman dan bibi agar mereka bisa memerhatikanmu" ucap Kim So Hyun.
Eomma tidak menjawab karena dia tidak ingin Kim So Hyun pergi ke china. Namun ia juga tidak ingib ikut ke china.
___________________________________________________
"Apa dia sudah sadar?" Tanya Zhao Lusi.
"Kau sudah datang? Ah belum kata dokter dia masih dipengaruhi obat bius jadi nanti dia akan bangun sendiri" terang Wang Yibo.
"Syukurlah jika dia tidak apa-apa" ucap Zhao Lusi.
"Ah iya perkenalkan ge, ini teman kami. Namanya Zhao Lusi dan Zhao Lusi perkenalkan ini kakak Bi Wenjun" ucap Wang Yibo.
"Ni hao, aku Zhao Lusi" ucap Zhao Lusi
"Ni hao, aku Fang Zhiyo kakak Bi Wenjun" ucap Fang Zhiyo
"Zhao lusi duduklah, maaf merepotkanmu" ucap Bi Wenjun
"Tidak apa-apa lagi pula dia seperti ini karenaku, jika saja aku bisa membela diri mungkin Nancy tidak akan seperti ini" ucap Zhao Lusi.
"Tidak kau tidak salah hanya saja Nancy kurang beruntung" tenang Yibo.
"Kalian mengobrol lah, aku akan menunggu diluar, jika ada apa-apa kalian hubungi aku" ucap Fang Zhiyo.
"Hao, Ge" ucap Bi Wenjun.
Fang Zhiyo pun keluar ruangan.
"Apa lukanya sangat dalam?" Tanya Zhao Lusi
"Iya lukanya kecil tapi sangat dalam dia berusaha membantu Bi Wenjun, saat orang itu akan menusuk" terang Yibo.
"Dia sebenarnya baik, hanya saja seorang introvert jika kita tidak memahaminya, kita akan mudah salah paham padanya" ucap Zhao Lusi.
Bi Wenjun hanya menatap Nancy.
"Kapan dia sadar, aku berhutang nyawa padanya" batin Wenjun.
__ADS_1
Tiba-tiba mata Nancy bergerak gerak, mereka pun kaget.
"Nancy sudah siuman" ucap Zhao Lusi
"Benarkah, kalau begitu panggilakan dokter" ucap Bi Wenjun
"Hao, aku panggil dokter" ucap Wang Yibo.
Wang Yibo pun memanggil dokter.
"Nancy kau sudah sadar" ucap Wenjun
Nancy hanya masih mencoba membuka mata.
"Dokter, Dokter Nancy siuman" teriak Wang Yibo
Dokter dan Fang Zhiyo segera keruangan Nancy.
Nancy membuka mata perlahan.
"Aku dimana?" Tanya Nancy.
"Kau dirumah sakit" ucap Wenjun.
Nancy segera menyadari bahwa dia berada dirumah sakit tempat yang paling ia benci setelah kepergian ayahnya, seketika Nancy pun menangis teriak histeris.
"Kenapa aku disini, aku ingin pulang, aku ingin pulang" teriak Nancy sambil sesekali meringis kesakitan dan meronta-ronta.
"Dia kenapa?" Tanya Fang Zhiyo.
"Kami tidak tahu, dia langsung teriak" ucap Zhao Lusi.
"Aku tidak suka disini aku ingin pulang, heu heu" ucap Nancy meronta.
Melihat hal itu Bi Wenjun, melingkarkan jaket ke atas kepala Nancy.
"Jangan takut, jangan takut aku ada disini" terang Wenjun.
Nancy pun memeluk Wenjun dan berhenti menangis.
"Antarkan aku pulang, aku tidak ingin disini, aku takut" pinta Nancy.
Dokter, Fang Zhiyo, Wang Yibo dan Zhao Lusi hanya menatap mereka heran. Lalu Fang Zhiyo pun berdiskusi dengan dokter diluar.
"Bagaimana ini yisheng? Sepertinya dia mengalami trauma" ucap Fang Zhiyo.
"Kau benar jika dipaksakan dirawat disini. tidak akan baik juga untuk pemulihannya" ucap Yisheng.
"Masalahnya keluarganya belum ada satupun yang datang" ucap Fang Zhiyo.
"Kalau begitu begini saja, setelah keluarganya datang baru kita diskusikan lagi memulangkannya atau membuatnya tinggal disini" ucap Yisheng.
__ADS_1
"Hao, hao maaf merepotkanmu" ucap Fang Zhiyo.
"Sudah tugasku" ucap Yisheng.
Wenjun masih berusaha untuk menenangkan Nancy agar dia tidak pulang.
"Jika kau pulang, bagaimana dengan lukamu? Kau baru saja siuman"ucap Wenjun
"Aku tidak peduli, aku ingin pulang" ucap Nancy.
"Tapi lukamu masih belum sembuh, kau harus dirawat" ucap Zhao Lusi.
"Kenapa kau peduli? Bukankah ini karena ulahmu" ucap Nancy ketus.
"Tapi, tapi" ucap Zhao Lusi.
"Sebaiknya kalian pergilah dulu, aku akan mencoba menenangkannya" ucap Wenjun.
"Hao, kami akan menunggu diluar" ucap Wang Yibo
Zhao Lusi dan Wang Yibo pun keluar.
"Semua ini karenaku, jika saja Nancy tidak membelaku dia tidak akan terluka" ucap Zhao Lusi sembari menangis.
"Sudahlah jangan menghiraukan perkataanya, dia sedang terluka apalagi dia sepertinya membenci rumah sakit. Jadi jangan hiraukan perkataanya, maklumilah dia" ucap Wang Yibo sembari menepuk pundak.
"Kau jangan seperti itu, mereka sudah baik untuk menunggumu" ucap Wenjun.
"Aku tidak menyuruh mereka, aku juga tidak menyuruhmu untuk datang, kenapa kau tidak membiarkanku mati?" Ucap Nancy.
"Kenapa kau seperti ini? Baiklah aku tidak akan berbicara lagi. Kali ini aku benar-benar tidak bisa membawamu pukang, karena lukamu belum sembuh, lagi pula keluargamu belum ada yang datang" ucap Wenjun.
"Apa kau menberitahu kakek dan nenekku?" Ucap Nancy.
"Tidak aku memberitahu kakakmu" ucap Wenjun.
"Kenapa kau memberitahunya? Lagi pula dia tidak akan datang" ucap Nancy.
"Keadaanmu sedang darurat, kau kehabisan banyak darah tapi harus ada persetujuan wali, jadi aku terpaksa menelponnya, bukannya kau harus berterima kasih?" Ucap Wenjun.
"Kenapa kau tidak biarkan aku mati saja" ucap Nancy lalu menangis.
"Kenapa berbicara sepertu itu, sudahlah sudahlah jangan menangis, aku janji akan membawamu pulang" ucap Wenjun menenangkan.
Nancy memeluk erat kaki wenjun.
Tidak lama kemudia tibalah kakek nenek Wenjun.
******************************
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA💕
__ADS_1