
“Cel, gimanapun juga kamu harus makan. Dari kemarin kamu gak makan. Apa kamu gak laper?”
“Enggak! Aku gak mau makan. Mending aku mati aja mou daripada aku harus menikah dengannya”
“Nanti kamu sakit cel” Celia menggelengkan kepalanya. Namun tiba tiba terbesit sebuah ide di kepalanya.
“Mou ! Aku punya ide. Kamu harus bantuin aku!”
“Apa?? Kamu gila cel? Kamu jangan macem-macem dong cel. Gak! Aku gak bisa bantuin kamu.”betapa kagetnya moudy saat mendengar ide gila celia.
“Ayolah mou, sekali ini aja kamu bantuin aku. Kamu sayang kan sama aku? Kamu itu udah seperti saudara ku,mou. Kalau bukan kamu yang bantuin aku lantas siapa mou? Hiks.. tolong mou. A.. ku ga mau nikah sama dia mou.” Tangis cella pecah memekik seisi kamar.
Apa yang harus aku lakukan ? Apa aku harus mengiyakan permintaannya? Jauh di relung hatiku sungguh menyayangi celia. Aku ingin sekali membantunya namun nyaliku tak cukup besar untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinannya yang akan kuterima. Nuraniku mengiba melihat kondisinya. Beberapa kali celia berusaha mengakhiri hidupnya namun sepertinya sang khalik masih menginginkannya berada di dunia yang fana ini. Celia adalah majikanku,dewi penolongku, sahabatku dan juga saudaraku. Meskipun kali ini aku membantunya tak akan mampu mengimbangi kemurahatian nya padaku selama ini. Mungkin sudah saatnya aku mencicil hutang budiku pada celia selama ini. Ya, aku harus membantunya walaupun hidupku yang jadi taruhannya. Tak mengapa jika pada akhirnya hidupku harus dipertaruhkan mengingat aku hidup sebatang kara didunia ini. Aku tak memiliki apapun tak memiliki siapapun yang memberatkan hatiku. Hanya celia yang kumiliki. Jadi, tak mengapa bila aku harus mengorbankan hidupku demi dirinya. Demi kebahagiaannya. Karena hidupku diperuntukan untuk mengabdi padanya.
“Aku tidak bisa melihatmu begini terus. Berhentilah menangis dan habiskan makananmu. Kau harus punya tenaga yang cukup untuk menjalankan rencana gilamu itu”
__ADS_1
“Mou? Apa kau serius?” Tanya celia. Dan setelah mendapat anggukan dari moudy, celia seketika menjadi begitu bersemangat dan menghabiskan semua makanan di nampan itu tak bersisa. Moudy hanya tersenyum memperhatikan majikan sekaligus sahabatnya itu seperti tiba-tiba mendapatkan semangat untuk hidup.
*flashback on*
“Hikss,hiks”
Celia melihat seorang anak perempuan seusianya sedang menangis memeluk sebuah boneka beruang di pinggir jalan. Kemudian celia menyuruh ayahnya untuk berhenti. Celia mendekati anak perempuan itu. Kemudian memberikannya permen lolipop.
“Ini untukmu. Jangan menangis ya”
“ memangnya dimana ayah ibumu” tanya celia.
Anak itu semakin terisak dan menyembunyikan tangisannya dibalik bonekanya.
“Ayah ibuku sudah di surga. Mereka meninggalkanku dalam kecelakaan itu. Semua ini karena aku. Kalau saja aku tidak menangis meminta membeli boneka ini, hiksss...” anak itu kembali menangis.
__ADS_1
Cilia mendekati anak itu kemudian memeluknya.
“Jangan menangis lagi yaa. Mulai sekarang kau menjadi temanku. Namaku celia. Siapa namamu?”
“Moudy”
Celia menarik tanggan anak itu. “Ayo ayahku sudah menunggu”
“Tapi..”
“No tapi tapi, kau sudah menjadi temanku sekarang kau ikut aku ya. Mulai sekarang kau tak perlu bersedih. Aku punya banyak boneka di rumah. Dan kau bole memilikinya”
“Bernarkah?”tanya anak itu.
“Yaa, tentu saja. Kau akan suka disana. Kita akan bermain bersama. Ayo!”
__ADS_1
Kedua anak itu berjalan bergandengan dan masuk medalam mobil mewah. Ayah celia terkejut saat celia membawa seorang anak yang baru dikenalnya.namun setelah mendengar penjelasan putri kecilnya. Ayahnya kasihan pada moudy dan bersedia menerima moudy di rumahnya. Hari-hari mereka lewati dengan canda tawa. Namun itu semua tidak bertahan lama. Suatu hari ayah celia pulang dan membawa seorang wanita yang ternyata sudah dinikahinya. Dan disitu awal mula kehancuran hidup celia. Begitupula dengan moudy yang dijadikan pembantu setelah kematian ayah angkatnya.