
*flashback*
“Aduh kok banyak semut sih!duh gatel”
Brukkkkk
“Aduh sakittt pantat ku”
“Nyonya gapapa?” Tanya salah seorang pelayan.
“Ohh jadi dari tadi semua orang sibuk nyariin kamu dan kamu sengaja bersembunyi di atas pohon?” Tanya jo geram.
Melihat rahang jo mengeras, moudy hanya bisa menunduk.
“Apa? Kenapa kamu diam?” Tanya jo sambil mengangkat dagu moudy dengan telunjuknya.
“Maaf” gumamnya lirih.
“Ck, maaf?? Simpan saja maafmu untuk nanti malam!” Jawab jo kesal sambil berlalu pergi.
—————-
Siang harinya moudy membawa bekal makan siang yang sengaja disiapkannya sebagai permintaan maafnya karena membuat kekacauan tadi pagi.
Dengan balutan mini dress motif floral berwarna soft blue, moudy melangkahkan kakinya dengan percaya diri di gedung kantor yang menjulang tinggi itu. “Waaahhhhh, ternyata suamiku kaya sekali ya, hihi”
__ADS_1
“Maaf, ada yang bisa saya bantu mba? Tanya santi yang merupakan sekertaris jo.
“Pak jordannya ada di ruangannya mbak? Balas moudy bertanya dengan memamerkan senyum manisnya.
“Hmm maaf apa mba sudah membuat janji sebelumnya dengan beliau?” Tanya santi dengan pandangan menelisik dari atas sampai bawah.
“ saya istrinya mba apa perlu membuat janji juga?” Moudy yg mulai kesal akhirnya menerobos masuk tak memperdulikan ucapan sekertaris kurang bahan tersebut.
“Selamat siii” ucapan moudy menggantung karena terkejut mendapati suaminya sedang bergulat untuk yang kedua kalinya dengan wanita yang berbeda pula. Kali ini moudy melihat bagaimana wanita itu sedang berada diatas suaminya tanpa sehelai benangpun.
Moudy memutuskan keluar dan menitipkan bekalnya kepada santi. Sebelum keluar moudy bertanya pada santi.
“Mba santi, gubernur apa yang bikin gerah?” Tanyanya kepada santi. Namun santi yang bingung harus menjawab apa hanya bengong.
“Anas sebadan mba” hahahahaha jawabnya asal. “Gimana gak anas siang bolong liat adegan 21 plus plus.” Gumamnya pelan yang masih didengar oleh santi. Santi yang mendengar celotehan asal istri bosnya hanya menahan geli.
*deg*
“Owen?”
“Mou dy?”
Secara refleks moudy memeluk owen. “Kamu kemana aja kenapa gak ngabarin aku kalau kamu di jakarta?”
Sementara tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Owen yang juga merasa senang dengan pertemuannya dengan moudy langsung menarik tangan moudy dan menuntunnya kearah taman.
“Maafkan aku mou” ucap owen memecah keheningan diantara mereka.
“Aku tak butuh maafmu, aku butuh penjelasanmu!” Jawab moudy ketus.
“Waktu itu aku dipaksa bertunangan dengan rekan bisnis ayah, namanya tiana. Ayah sakit saat aku menolak perjodohan itu. Aku pun tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti keinginan ayah. Aku merasa bersalah kepadamu oleh sebab itu aku menghilang. Hatiku sakit setiap membaca email-email yang kau kirimkan. Dan aku merasa seperti pecundang karena tidak mampu memutuskan hubunganku denganmu. Aku sangat mencintaimu, mou. Dan kau tau itu. Aku memutuskan mengikuti drama yang dibuat ayahku namun aku sudah menyiapkan rencana untuk membatalkan pernikahan itu. 2 bulan yang lalu aku berhasil keluar dari lingkar perjodohan 2 keluarga tersebut. Aku berusaha mencarimu namun aku tidak menemukanmu. Aku mendatangi rumah mu. Namun aku tidak menemukanmu. Kini aku sudah siap untuk mempersuntingmu, mou. Sesuai janjiku. Apa aku masih punya kesempatan itu ?”
Moudy berusaha melepaskan gengaman tangan owen di jemarinya. “Maaf, ak u tidak bisa” satu kalimat yang membuat hati owen begitu sakit saat mendengarnya.
“Kenapa? Apa kau tidak mencintaiku lagi mou?”
“Buuu ka n begitu. Aa ku sudah menikah”
*jlebbb*
“Menikah??”
“Tidak ! Kau pasti bohong mou!”
“Katakan apa yang membuatmu menikah dengannya?”
“Apa dia memaksamu?”
Moudy hanya menggeleng mendapati rentetan pertanyaan dari owen dan bulir-bulir airmata yang sedari tadi ditahannya berhasil jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
“Moudy,jujur padaku. apa kau mencintainya?”
Moudy yang tak mampu menjawab pertanyaan owen akhirnya berdiri dan menegaskan untuk tidak menganggu kehidupan rumah tangganya lagi.