
Cinta, dimanakah kau berada? Mengapa waktu begitu jahat menahanmu untuk menemuiku. Aku ingin bertemu lagi denganmu. Rindu ini sangat menyesakkanku. Disini aku terus dan selalu menunggumu. Dulu kau pernah bilang aku hanya milikmu seorang. Namun kata kata itu tak berarti lagi sekarang. Semua tak sama lagi. Hatiku memang milikmu namun ragaku miliknya. Maaf bila pada akhirnya kau mengetahui tentang ini\~
Disebuah gazebo moudy duduk pikirannya menerawang mengingat cinta yang dinantinya selama ini. Mengingat penantiannya harus kandas seperti ini. “Owen” cinta pertama moudy yang sedang melanjutkan study S2 nya di London. Sebelum perpisahan itu owen berjanji sepulangnya dari London, dia akan menikahi moudy. Setelah kepergian owen ke LN, owen dan moudy masih sering bertukar kabar namun setahun terakhir ini owen menghilang. Moudy tidak bisa meghubungi owen, bahkan semua pesan dari moudy seolah sengaja diabaikan. Namun moudy tetap setia mengunggu kepulangan owen. Menunggu cinta pertamanya.
*flashback on*
“Awwww. Sakit hiks”
“Adek kenapa?”
“Kaki mou sakit kak,aww”
“Mou, ngapain manjat pohon?”
“Mou pengen ambil jambu itu kak!”
__ADS_1
“Yampun kamu ini. Bentar kakak ambilin”
“Wah banyak banget kak. Makasih ya kak” saat moudy ingin berlalu. Remaja itu menarik tangan moudy.
“Tunggu dulu, aku obatin luka kamu dulu ya” Anak laki-laki itu berlari kerumahnya untuk mengambil obat. 3 menit kemudian menghampiri moudy dan dengan sabar mengobati luka di kakinya.
“Makasih kak”
“Oyah , nama kamu siapa?”tanya anak itu mengulurkan tangan pada moudy.
“Aku owen sanjaya. Rumah aku ada disana” sambil menunjuk kearah sebuah rumah mewah yang di dominasi warna putih. “Moudy kalau mau buah jambu bilang sama kakak ya. Jangan ambil sendiri. Nanti jatuh lagi”
“Oke kak owen, bye bye.”
“Bye bye moudy cantik” balas owen tak lupa dengan senyum manisnya. Bidadari cantik batinnya.
__ADS_1
Sejak pertemuan itu owen dan moudy menjadi dekat. Owen yang usianya 5 tahun lebih tua dari moudy selalu menjaga moudy. Menjadi sosok kakak yang selalu ada untuk moudy. Namun saat moudy mulai remaja, owen memberanikan diri menyatakan cintanya pada moudy. Moudy tidak menyangka hubungannya dengan owen dianggap lebih. Karena moudy tidak sanggup mengecewakan owen akhirnya moudy pun menerima cinta owen. Lambat laun perasaan itu tumbuh dihati moudy. Moudy mulai merasakan getaran cinta pertama di hatinya. Tahun berganti tahun tidak terasa hubungan mereka sudah menginjak tahun kelima. Walau selama itu owen tidak pernah menyentuh moudy lebih dari sekedar berpegangan tangan. Owen sangat mencintai moudy dan berjanji akan selalu menjaga moudy. Hingga akhirnya hubungan mereka tercium oleh keluarga besar owen. Owen yang berasal dari keluarga konglomerat dilarang keras untuk berhubungan dengan moudy. Ayah owen mengirimkan owen untuk melanjutkan studynya di London. Saat itulah pertama kalinya mereka berpisah. Namun owen sudah bertekad sekembalinya dia dari London, dia akan mempersunting moudy. Dia tidak perduli peringatan keluarganya. Dia janji akan memperjuangkan cintanya pada Moudy.
Owen berniat mengumpulkan uang yang cukup untuk membawa moudy ke jogja dan hidup bahagia disana.
*flashback off*
Karena merasa bosan sudah 2 jam berada di gazebo. Moudy bergegas masuk ke dalam. Dilihatnya Jordan baru pulang. Moudy pun memutar bola matanya seolah malas melihat suaminya. Saat moudy ingin melewatinya. Jordan menarik moudy dengan kasar hingga tubuh moudy terhuyung menabrak dada bidangnya. “Kenapa? Apa kau tidak senang melihatku pulang?” Tanyanya sinis. Nafas beraroma mint bercampur nikotin itu sangat terasa di indera penciuman moudy. Moudy yang merasakan keintiman ini merasa canggung.
“Le paskan aku tuan”
Jordan yang menyadarinya mendorong moudy dengan kasar.
Mau apa dia? Kenapa dia liatin aku gitu, apa dia mau meminta haknya. Aduh aku kan belum siap belah duren.gumam moudy dalam hati.
“Akhhhh gak mau” moudy berlari secepat kilat meninggalkan Jordan yang masih berdiri kebingungan melihat tingkahnya.
__ADS_1