Pengawal Tampan Dan Pembantu Cantik

Pengawal Tampan Dan Pembantu Cantik
Bab 13


__ADS_3

Pagi hari buta alarm yang sengaja di pasang untuk membangunkan Nurma karena ini adalah hari pertama dirinya bekerja bertemu sang idolanya, jafi dia tidak mau jika di cap buruk pada hari pertama ini bisa-bisa dia langsung di pecat lagi.


Nurma mengangkat ponselnya untuk mematikan alarm yang di pasang di ponselnya lalu dia melihat jam di layar ponselnya yang tertera pada jam 4 pagi biasanya di rumah dia bangun pukul 5 pagi tapi karena dia bekerja jadi dia harus bangun lebih pagi lagi.


Untungnya Nurma jam 10 malam sudah tidur jadi dia bisa bangun pagi tanpa harus mengantuk lagi.


Nurma kemudian membuka selimut duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawanya lalu bergegas ke kamar mandi yang berada di luar.


Saat keluar kamar suasana tampak sepi dan lampu pun sebagiannya ada yang dipadamkan guna untuk menghemat dan hal itu membuat Nurma agak takut tapi tetap dia harus berani demi untuk pekerjaan nya.


Untung saja kamar mandi nya tidak terlalu jauh jadi dia tidak harus berjalan lama, Nurma langsung mempercepat ritual mandinya sudah terbiasa di kampungnya dia tidak pernah lama-lama dalam hal mandi.


Saat keluar dari kamar mandi, pandangan tertuju pada sebuah jendela yang memperlihatkan ada aktifitas seseorang di luar sana yang sedang berolahraga, karena penasaran Nurma langsung menghampiri dan mengintip dari balik jendela.


"Siapa itu?". tanya nya pada dirinya sendiri.


Seperti ada orang sedang berolahraga di pagi hari hanya sendiri.


"Rajin sekali pagi-pagi begini udah olahraga, siapa yah!" tanya Nurma pada dirinya sendiri.


"Hey, sedang apa kau disini?". sedang fokus mengamati Nurma malah di kagetkan dengan suara seorang perempuan.


"Ah ya ampun kaget aku!". ucap Nurma sambil mengelus dada.


"Kau siapa? pembantu baru kah?". tanya orang yang mengagetkan Nurma.


"Oh iya perkenalkan namaku Nurma aku memang pembantu baru dan baru bekerja hari ini". seru Nurma sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Jihan pembantu bagian dapur. Senang berkenalan dengan mu". perempuan bernama Jihan itu membalas uluran tangan Nurma.


"Sama-sama, kita bisa menjadi teman bukan". lanjut Jihan dengan senyum diwajahnya.

__ADS_1


"Tentu saja". jawab Nurma balas tersenyum.


"Ngomong-ngomong kau sedang apa disini? dan kai bagian apa?". tanya Jihan lagi.


"Aku bisa di bilang pelayan pribadinya nona Alesya dan aku disini sedang... sedang apa yah?". Jawab Nurma namun dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal di akhir katanya karena bingung kalau menjawab jujur dia malu karena sudah mengintip.


"Wah... hebat pelayan nona Alesya gajinya pasti lebih besar, tapi... kau kok bingung begitu memangnya ada siapa sih?". Jihan malah ikut melongok kan kepalanya pada jendela.


Dan terlihat seorang pria yang masih berolahraga, menampakkan otot lengannya yang kuat dan besar sampai-sampai membuat Jihan ternganga.


"Hey, tutup mulutmu". Nurma sengaja menutup mulut Jihan yang terbuka dengan tangan nya.


"Ih... Nurma lihat ada pemandangan bagus sayang kalau di lewatkan". Jihan malah mengajak Nurma untuk ikut mengintip.


Ah ternyata sefrekuensi pikir Nurma dia jadi tidak malu untuk melakukan kegiatan tadi yang tertunda.


"Mana mana". kata Nurma berdiri di sebelah Jihan.


"Em... aku tidak tau, tapi yang aku tau tuan Anggara itu banyak merekrut pengawal jadi di sana itu tempat berkumpulnya para pengawal tuan Anggara". jawab Jihan bisa disebut tempat markas para pengawal.


"Kau ini, sudah berapa lama bekerja disini tapi tidak mengenal mereka?". tanya Nurma menatap heran pada teman barunya.


"Aku baru 2 bulan di sini, lagipula para pekerja tuan Anggara itu banyak tidak mungkin dalam waktu cepat bisa mengenal mereka." jawab Jihan memang benar.


"Oh... iya juga".


"Hey sedang apa kalian?". kali ini mereka di kagetkan dengan suara yang begitu tegas.


Nurma dan Jihan membeku di tempat lalu keduanya berbalik mendapati Bu Nita di belakang nya yang sedang menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Eh Bu Nita kita sedang olahraga mata Bu, biar seger!!". jawab Nurma dengan tersenyum keki, sedang Jihan sudah ketakutan.

__ADS_1


"Ini sudah mulai siap-siap bekerja, kalian harus bisa di disiplin. Dan kamu Nurma kamu baru masuk bekerja hari ini lakukan dengan baik jangan sampai nona Alesya tidak suka dengan cara kinerja mu. Mengerti!!". ucap Nita begitu tegas.


"Mengerti Bu..!" jawab keduanya dengan cepat.


"Ayo cepat lakukan tugas kalian!". tegasnya lagi.


"Baik Bu!". kemudian mereka pun langsung bergegas ke kamar masing-masing untuk mempersiapkan diri.


*****


Nurma masuk kedalam kamar Alesya untuk membersihkan kamar mandi sebelum di gunakan oleh empunya, dia ditugaskan membersihkan kamar mandi terlebih dahulu sebelum di pakai menyiapkan air dalam bak mandi besar lalu membangunkan Alesya yang memang sulit untuk bangun sendiri.


"Wah kamarnya bagus juga, wangi besar lagi". ucap Nurma memandangi ruangan yang begitu indah bernuansa pink.


"Nona Alesya ternyata suka warna pink yah! hihi lucu". ucapnya lagi tertawa geli melihat semua dekorasi ataupun aksesoris Alesya yang berwarna pink.


"Orangnya masih tidur, idolaku... sedang tidur saja tetap cantik ingin aku langsung memeluknya". matanya bersinar serta pipinya memerah saat melihat Alesya dari dekat karena memang Nurma mengidolakan Alesya.


"Heh Nurma sadar kau ini disini sedang bekerja bukan sebagai fans jangan sampai aku belum bekerja saja sudah di pecat". Nurma menepuk pipi nya sendiri saat ia tak sadar sedari tadi berbicara sendiri sambil mengagumi Alesya.


"Cepat-cepat aku harus bekerja!". Nurma pun bergerak menuju kamar mandi untuk mempersiapkan semuanya.


"Wah... kamar mandinya ternyata bagus juga, ini sudah bersih apa yang aku bersihkan ah sudahlah bersihkan saja biar tambah kinclong".


Dengan telaten dan ulet Nurma membersihkan semuanya meski Nurma pecicilan namun soal bekerja dia akan mengutamakan nya dan mengerjakan nya dengan sungguh-sungguh.


Setelah selesai dia mendatangi Alesya yang masih tertidur.


"Kasihan, dia pasti lelah bangunin tidak yah! di buku tertulis dia harus di bangunkan lelah tidak lelah harus kalau tidak aku yang kena marah".


"Nona muda bangun!". Nurma pun membangun kan Alesya dengan pelan.

__ADS_1


__ADS_2