Pengawal Tampan Dan Pembantu Cantik

Pengawal Tampan Dan Pembantu Cantik
Bab 6


__ADS_3

Hari ini Alesya ada penobatan untuk bintang iklan sabun ditemani dengan para pengawal nya.


Niko dan Anjas yang berdiri di sampingnya berjalan tegap dan tatapan datar yang mampu membius para lawannya.


Alesya sudah sampai digedung milik teman ayahnya yang seorang produser dan kali ini Alesya di dapuk untuk menjadi BA atas produknya, teman ayahnya itu yakin jika Alesya yang menanganinya maka produknya itu akan laku keras di pasaran secara Alesya adalah artis yang multitalenta.


Dan hari ini Alesya sebelum melakukan kontrak Alesya akan dinobatkan terlebih dahulu.


Dengan anggun Alesya berjalan diatas karpet merah, para juru kamera langsung mengabadikan kedatangan artis cantik itu, dengan senyum merekah menampilkan giginya yang putih dan tersusun rapi Alesya terus memandangi sekitar yang mana mereka terus meneriaki namanya.


Niko dan Anjas yang bertugas mengamani Alesya terus memantaunya, namun ada satu juru kamera wanita yang malah terfokus pada Niko, bukannya memotret para artisnya ini malah pengawalnya.


Sontak saja hal itu membuat rekan kerjanya menyikut lengannya.


"Hey, kau ini kenapa? bukannya fokus pada pekerjaanmu." kata rekannya.


"Hey lihat dia tampan sekali." ucapnya sambil menunjuk Niko sambil senyum-senyum sendiri.


rekannya melihat dan dia ikut terpesona juga


"Tuh kan kau juga tidak fokus". kata rekannya balas menyikut.


"Hey kalian, kerja." ucap atasannya dengan mata melotot sehingga bawahannya kembali fokus bekerja.


*****


Serangkaian acara telah dilakukan dengan lancar dan menguras waktu, cukup lama pula karena hingga sore hari baru selesai.


Alesya masuk mobil dengan wajahnya yang terlihat lelah namun didepan kamera dia harus tetap stay cool untuk menambah citra penampilannya.


"Hah lelah sekali hari ini." ucap Alesya menyandarkan punggungnya di jok mobil mewahnya.


Anjas yang melihat hal itu jadi tidak tega lalu dia menawarkan air mineral untuk Alesya.

__ADS_1


"Nona lelah sekali sepertinya, ini diminum dulu nona." tawar Anjas sambil menjulurkan botol mineral.


Alesya tadinya senang mendengar perhatian dari seorang pria yang di taksirnya tapi dia kembali masam saat tau ternyata yang perhatian itu bukan pria yang di taksirnya tapi dia tetap mengambil minuman itu karena memang dia haus.


"Terimakasih." jawabnya singkat.


Anjas tersenyum, "Sama-sama nona." lalu kembali ke depan.


"Apa kita langsung pulang nona?" pertanyaan dari Niko membuat Alesya langsung bersemangat.


"Ahh.. sepertinya makan dulu enak kali yah! aku akan mentraktir kalian. Bagaimana?" Alesya langsung berinisiatif mentraktir dua pengawal itu supaya dirinya bisa berlama-lama dengan Niko.


"Terimakasih nona tapi..."


"Tidak apa-apa nona kebetulan kami juga lapar." Anjas langsung menyela ucapan Niko yang belum selesai karena tau Niko akan menolaknya. Ini juga kesempatan untuknya supaya bisa berlama-lama dengan Alesya.


"Kasian sekali kalian, baiklah ayo kita makan dulu tempatnya biar aku yang tunjukkan." kata Alesya semakin semangat.


Pandangan nya terus terarah pada Niko yang sedang mengemudi sambil senyum-senyum sendiri tapi Niko sama sekali tak mengguburisnya bahkan menatapnya saja tidak dan itu sangat membuat Alesya heran karena selama ini tidak ada seorang pria pun yang tidak terpesona dengannya.


*****


Dan diperbincangan kali ini Alesya mengingat jika pelayan pribadinya sudah tidak ada sedangkan dia tidak bisa jika tidak ada pelayan.


"Pah, mah sepertinya aku butuh pelayan pribadi." Alesya meminta pada orang tuanya perihal pengganti pelayan nya.


"Ya kau memang butuh pelayan baru." balas Anggara mengiyakan.


"Oke mamah akan carikan untukmu." sambung Gina menimpali.


"Makasih mamah, pah." Alesya memeluk Gina dengan manja.


"Sama-sama. Oh iya sayang mamah mendapat undangan dari tuan Richard dia mau memperkenalkan putranya denganmu namanya Leon ini fotonya." terang Gina sambil menyerahkan foto seorang pria bule.

__ADS_1


Alesya menerimanya dan melihatnya, Leon dilihat dari segi manapun memang tampan dengan rambut coklat alis tebal hidung mancung dan bibir tebal dan mata tajam dengan body sispex berotot sangat terlihat karena Gina sengaja memberikan foto Leon yang bertelanjang dada.


"Bagaimana sayang tampan bukan, dia sedang mencari istri loh dia juga seorang CEO." kata Gina senyum-senyum berharap Alesya terayu dengan kata-kata nya.


"Em... iya sih tampan tapi... tidak menarik perhatianku gimana dong?" jawab Alesya menggedikkan bahu karena memang Alex tidak membuatnya tertarik.


"Hah! kau ini bagaimana sih? mamah sudah mencarikan pria idaman semua wanita dan kau bilang tidak tertarik. Lalu pria idaman seperti apa untuk dirimu hah." oceh Gina bersungut-sungut sedang Anggara hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


"Em.. pria idamanku itu seperti..."


Alesya membayangkan Niko, "Dia tampan, tinggi, kalem, dingin namun berkarisma juga sangat perhatian. Begitulah kira-kira." Alesya memaparkan sifat yang ada pada Niko.


"Hah kau ini, kau kan belum bertemu dengannya sudah mensugesti seperti itu." kata Gina.


"Sudah pokoknya kau harus bertemu dengannya dua hari lagi dia akan tiba disini dan akan menetap disini." papar Gina terlihat bahagia.


Alesya yang melihat ibunya bahagia hanya karena itu menjadi heran, "Kenapa mamah terlihat senang sekali."


"Jelas mamahmu senang karena itu akan menjadi ladang emasnya." Anggara yang menjawab sebab kebiasaan istrinya.


"Ladang emas maksudnya mah aku tidak mengerti." kata Alesya wajahnya dibuat sepolos mungkin.


"Hah! sudahlah itu urusan mamah kau tidak perlu tau yang harus kau tau adalah kau harus berkencan dengannya." Gina tidak ingin menjelaskannya.


"Ah apa mamah mau jual aku sama dia dengan alasan kencan buta." tuduh Alesya cepat pada ibunya yang membuat Gina dan Anggara melongo dan kemudian tertawa.


"Kok malah pada tertawa sih! apa yang lucu?" Alesya kesal malah diketawai dia jadi cemberut.


Gina merangkul bahunya, "Sayang, kau bicara apa sih! mana mungkin mamah mau berbuat seperti itu tidak mungkin nak."


"Lalu kenapa mamah tidak memberi tahu aku."


"Nanti juga kau tau tanpa diberi tau." terangnya sambil mengelus rambut panjang Alesya.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba ponsel Gina berdering.


"Mamah angkat telfon dulu yah." Gina menjauh dari anak dan suaminya untuk berbicara dengan orang dibalik telfon.


__ADS_2