Pengawal Tampan Dan Pembantu Cantik

Pengawal Tampan Dan Pembantu Cantik
Bab 2


__ADS_3

Pagi hari telah menyingsing menyambut sang mentari dari singgasananya. Niko mengerjap karena cahaya yang menyilaukan matanya jelas saja ini sudah jam 9 pagi tapi Niko baru dibangunkan.


Anjas tau Niko semalam tidak bisa tidur sehingga membuatnya terjaga hingga pagi dan membuatnya harus bangun kesiangan.


"Bangun Nik! ini sarapanmu." Anjas menyodorkan sarapan berisi nasi goreng dan telur ceplok kesukaannya.


Niko bangun dan mengucek matanya lalu mengambil nasi goreng itu.


"Terimakasih, aku selalu merepotkan mu " katanya dengan suara serak.


"Tidak masalah, kau memang dari dulu selalu merepotkan ku." ucapnya sambil tertawa.


Niko tau jawaban itu hanyalah gurauan karena Anjas tidak pernah merasa terbebani olehnya justru Anjas senang bisa mempunyai sahabat sekaligus saudara.


"Lalu apa rencana kita? kita sudah berhasil lulus ujian ini dan besok kita akan tinggal disana." tanya Anjas.


"Sedang ku pikirkan hal itu, yang penting kita sudah berhasil memasuki wilayahnya." jawab Niko.


"Baiklah, semua terserahmu aku akan selalu berada dipihakmu dan membantumu. Dan sekarang lebih baik habiskan sarapanmu karena sebentar lagi kita akan berangkat." ucap Anjas sambil menepuk bahu Niko kemudian melenggang pergi.


Niko memakan sarapan itu sambil mengingat perjuangannya bersama Anjas untuk bisa memasuki wilayah orang penting itu.


Ya Niko dan Anjas mendaftar menjadi seorang pengawal untuk seorang artis terkenal Alesya Putri yang menjadi primadona dunia karena memiliki wajah yang sangat cantik dan memiliki kulit yang sangat putih berambut panjang bergelombang dengan tubuh yang semampai. Siapapun pasti ingin memilikinya termasuk orang-orang jahat apalagi Alesya merupakan putri dari seorang jendral tertinggi yang bernama Anggara ayah kandung dari Niko.


Sudah lama Niko mencari keberadaan ayah kandungnya dan mencari bukti dari peninggalan ibunya, bersama Anjas dia terus mencari hingga menemukannya yang sekarang sudah menjadi jendral.


Niko hanya tersenyum sinis saat melihat dilayar tv pidato ayah kandungan yang berbicara sangat bijaksana tentang keluarga serta rakyat, lalu bagaimana jika dirinya membongkar aib masa lalu ayahnya yang sangat memalukan sudah pasti nama besarnya akan menjadi taruhannya.


Kini Niko dan Anjas sudah berhasil lulus ujian untuk menjadi pengawal, ilmu bela diri Niko memang sangat mumpuni karena dia memang cepat dalam memahami tentang ilmu bela diri.


Hari ini mereka akan masuk gerbang masa depan dan Niko akan mempersiapkan semuanya untuk misi balas dendamnya.


*****


"Pah, mah...!" teriak seorang wanita dengan membawa selebaran kertas kearah orang tuanya.


"Pelan-pelan sayang jangan lari." kata ibunya memperingati anaknya yang berlarian di tangga.


"Sayang kau ini sudah besar, kenapa berlarian seperti anak kecil." omel sang ibu saat putrinya sudah dekat.

__ADS_1


Putrinya hanya meledek ibunya dan beralih ke ayahnya.


"Pah, apa semua orang ini pengawalku dan apakah yang ini yang menjadi pengawal pribadiku?." tanya putrinya yang cantik itu dengan suara yang lembut dan manja terhadap ayahnya.


Ayahnya lalh melihat selebaran itu dan melihat pemuda yang ditunjuk putrinya merasa tidak asing wajahnya membuatnya mengingat sesuatu namun sama sekali sulit untuk diingat.


"Papah malah diam." kata putrinya merajuk manja.


"Kenapa pah? apa papah mengenali pria itu?" tanya istrinya pada suaminya.


"Tidak mah!" suaminya menggeleng.


"Jadi gimana pah?" tanya putrinya lagi.


"Iya Alesya sayang, kau kan sekarang artis anak jendral pula jadi perlu pengawasan yang ketat dan ajudan papah yang sudah memilih pengawal-pengawal terbaik ini begitu pula dengan memilih pengawal pribadi yang tampan untukmu." kata ayahnya sambil mencolek dagu anaknya.


Ternyata mereka adalah Alesya sang artis dan Anggara beserta istri nya yang bernama Gina.


"Wah... papah memang terbaik aku sayanggg sekali sama papah." sambil memeluk erat ayahnya.


"Sama mamah tidak!" Sang ibu merajuk karena tidak disebut.


"Aku juga sayangg mamah." sambil memeluk juga tapi tidak erat.


"Besok." jawab Anggara.


Alesya hanya tersenyum manis, "Baiklah, aku kekamar dulu ya! dah pah dah mah."


"Selamat malam sayang." ucap Gina.


"Pah lihat putrimu diusianya yang sudah 25 tahun tapi masih sendiri dan juga masih manja kau sih selalu memanjakannya jadi dia seperti masih remaja saja." celoteh Gina tentang Alesya yang memang benar.


Alesya meski tampil dimedia dengan sosok yang anggun dan dewasa tapi siapa sangka ternyata jika dirumah dia sangat manja dan kekanakan apalagi dengan ayahnya.


"Biarlah mah, nanti juga ada masanya dia akan dewasa sepenuhnya." jawab Anggara santai.


"Dan soal jodoh mamah tidak perlu khawatir teman papah anaknya banyak yang mau dengan anak kita, kita hanya tinggal memilih." lanjutnya lagi sambil menyeruput kopinya.


"Heh.. jawabannya selalu saja begitu." kata Gina karena memang jawaban itu yang selalu didengar jika membahas masalah Alesya.

__ADS_1


****


Pagi pun tiba Alesya bangun dengan cepat kali ini karena dia tau bahwa hari ini para pengawalnya akan datang dan yang dia tunggu-tunggu adalah Niko pengawal yang paling tampan dan senangnya lagi dia akan menjadi pengawal pribadinya.


"Wah aku jadi tidak sabar ingin melihat pengawal tampan itu dari dekat." kata Alesya membayangkan wajah Niko.


Lalu terdengarlah suara ramai seperti pasukan yang sedang apel pagi, Alesya langsung bergegas melihat ke jendela, ternyata banyak juga pengawalnya ada sekitar 20 orang dan 5 pengawal yang menjadi pengawal pribadi yang bagian garda terdepan.


Karena tidak terlihat sosok yang dia maksud dia pun mencari teropong untuk melihat lebih jelas.


"OMG tampan sekali belum pernah aku melihat pria setampan dia sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama." ucap Alesya senyum-senyum sendiri.


"Ahh.. lebih baik aku mandi dan dandan yang cantik aku yakin dia pasti akan terpesona denganku." ucap Alesya yakin.


Alesya pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berdandan secantik mungkin untuk mengambil perhatian pengawal itu.


Selang satu jam kemudian Alesya turun ke lapangan menghampiri ayahnya dan ajudannya yang sedang memberi arahan pada pengawal rekrutan baru itu.


Kedatangan Alesya membuat fokus para pengawal kecuali Niko teralihkan mata mereka menatap kagum pada putri jendral itu yang begitu cantik, anggun dan elegant.


Wajahnya yang putih bersinar serta kulitnya yang mulus tanpa noda sedikitpun sudah pasti membuat para lelaki meneteskan air liurnya, apalagi hari ini Alesya memakai pakaian yang minim yang memperlihatkan kakinya yang jenjang serta lehernya yang jenjang pula karena rambutnya dicepol ke atas.


"Papah..!" panggil Alesya lembut.


Anggara menoleh dan mnlenggelengkan kepala karena kedatangan putrinya membuat fokus para pengawal jadi teralihkan.


"Alesya, mau apa kau kesini?" tanya Anggara.


"Aku hanya ingin melihat, apa tidak boleh?" kata Alesya dengan bibir manyun yang menggemaskan.


"Ale kau bisa menunggu didalam nak!" kata Anggara.


"Tidak apa-apa pah! disini saja." kata Alesya matanya sambil mencari sosok yang dia cari yang ternyata berada paling belakang dengan sorot mata biasa saja tidak seperti yang lain terpesona.


"Nak, kalau kau disini ayah tidak mau kau menjadi santapan mata-mata yang jelalatan melihat dirimu." ucap Anggara lantang bermaksud menyindir para pengawal itu dan menatap tajam mereka.


Para pengawal itu langsung menundukkan kepala mereka saat ditatap setajam itu kecuali Niko yang masih tetap biasa saja.


"Hem.. baiklah pah aku masuk dulu.!" Alesya pun melenggang pergi.

__ADS_1


Niko menatap sinis pada Alesya yang melenggang pergi.


'Kalian akan masuk perangkap ku.' ucap Niko dalam hati.


__ADS_2