Pengendali Waktu

Pengendali Waktu
Mencari Tahu Kebenaran


__ADS_3

Si Young POV


Hari semakin malam, mataku mengantuk. Tapi ia tak mau melepas genggaman tangannya. Aku benar-benar tak tega meninggalkannya begitu saja. Ia terlihat lemah, pucat dan tak berdaya. Hari itu aku begitu sangat ingin mengetahui lebih banyak lagi tentangnya. Apa penyakit yang ia derita? dan kenapa di dadanya ada gambar pedang berwarna merah?.


Flashback


" Ini seonsaengnim, seonsaengnim!! bicaralah! buka matamu! seonsaengnim!!! Ah hiks....ottoke? ottoke Yo? su..suntikan nya, aku harus menyuntikkan nya. Bertahanlah seonsaengnim! Hufft "


Hah? pe...pedang? pedang berwarna merah? a...apa ini? apa sebuah tanda lahir?. Siapa kau sebenarnya?


___________


Banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya. Tapi sangat mustahil bagiku untuk mengetahui hal itu. Aku sadar diri, siapa aku? kenapa ingin tau tentangnya?.


" Siapa kau sebenarnya seonsaengnim? apa kau hantu? kenapa kau selalu hadir saat aku dalam bahaya?. Hari itu kau datang menyelamatkanku, kali ini aku yang menyelamatkan nyawamu. Hmm aku akan mencari taunya sendiri." Gumamku menatap wajahnya.


Tik...Tok...Tik...Tok


Hari semakin larut, mataku tak sanggup lagi menahan kantuk. Dan akhirnya aku tertidur di sampingnya dengan posisi duduk dan kepala diatas kasur, seraya menggenggam tangannya.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


Kim Woo Bin POV


• 08.00 (Waktu Korea Selatan)


Sinar matahari menusuk tajam kearah wajahku. Sepertinya ia mengisyaratkan padaku untuk bangun. Dan akhirnya aku menyerah, lalu terbangun dari tidurku.


" Hmm, So young? dia tertidur pulas. Pasti dia sangat lelah " Ucapku mengusap rambutnya.


" Cantik " Gumam ku seraya tersenyum tipis. Aku menatap dalam wajah cantiknya. Dia memiliki hidung yang mancung dan bibir yang seksi. Rambutnya lurus berwarna coklat, dibalut kulit berwarna putih.


BRAKK!!


" Huahh sudah pagi kah? huuuh. Oh seonsaengnim kau sudah bangun? apa masih terasa sakit? kenapa kau duduk di lantai? " Tanya nya heran.


Aku menelan ludah dengan cepat lalu berdiri membelakangi nya. Sontak dia terheran dengan aksiku pagi-pagi. Apa pengaruh obat? batinnya bingung.


" Kau! bersiaplah untuk sarapan. Aku akan turun ke bawah " Ucapku tiba-tiba lalu pergi meninggalkannya. Tingkahnya pagi ini sangat aneh sekali, apa selain dadanya yang sakit otaknya juga sakit? So Young hanya menyeritkan dahi dan berdiri menuju kamar mandi.

__ADS_1


Apa mungkin aku suka padanya? Batinku.


Aku membuang nafas kasar lalu bergegas untuk memasak. Akhir-akhir ini aku jadi suka memasak, padahal dulu aku tak pernah berada di dapur kecuali untuk minum wine. Aku lebih suka makan di restoran, karena tipeku yang tak suka makan dengan orang lain ataupun diganggu saat sedang makan. Di restoran pun aku sudah memesan tempat khusus untuk ku.


Sudah hampir 10 tahun aku tak pernah makan bersama orang lain, terakhir kali aku makan bersama ayah dan ibuku. Setelah mereka tiada, aku tak pernah lagi merasakan hangatnya makan bersama.


Tapi ketika gadis itu hadir, entah kenapa aku lebih suka berada di dapur dan makan di meja makan bersamanya. Aku pun heran, baru kali ini aku mau bercerita tentang kehidupan ku kepada orang yang baru aku kenal. Rasanya seperti ada ikatan diantara kami berdua.


Kenapa dadaku bisa sesakit itu tadi malam? apa gara-gara melawan penyihir itu jadi tanda pedang merah muncul lagi? pikirku sejenak.


" Huahah jinjah! kenapa aku tak menggunakan kekuatan ku saja agar lebih cepat selesai? " Gumam ku bersiap untuk melakukannya.


Pisau, timun dan wortel semuanya melayang di udara. Aku hanya tinggal menggerakkan tangan lalu duduk santai di kursi dapur.


Hah! Omo. Ke...kenapa semuanya melayang di udara? Di...dia, apakah dia seorang penyihir? Deg! Batin So Young kaget.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen and vote yaa 🖤🤗 Terimakasih reader

__ADS_1


author mau tidur dulu, gudd Night😍


__ADS_2