
So Young POV
Aku berlari ke arahnya dan sontak berteriak "Aaaaaaaaaaaargh "
Tiba-tiba saja badanku melayang di udara dan kaku saat digerakkan. Hanya bola mataku yang dapat digerakkan, sedang mulutku terkunci seketika. Ku lihat Kim Woo Bin sedang sibuk menatapku dengan tatapan mata yang sendu. Aku hanya bisa menatapnya dan tak terasa air mata ini jatuh mendarat secara halus ke udara.
Dengan cepat, Kim Woo Bin mengeluarkan sebuah pedang, entah dari mana asalnya pedang itu lalu di tusuk kan ke perut lelaki tampan itu. Ssstt....
Badanku tiba-tiba bisa digerakkan, pergerakannya sangat cepat. Hingga tanpa sadar, bahwa aku sedang jatuh secepat kilat menuju bawah.
" Ahhh Kim...Woo....Bin " Teriakku pecah dan badanku hampir sampai menuju tanah. Tapi dengan cepat di tangkap olehnya. Hingga ia menabrak jejeran mobil yang terparkir rapi dan malah menimbulkan sebuah malapetaka yang besar dan ledakan dahsyat. Aku hanya menatapnya tanpa ekspresi apapun dan akhirnya pingsan.
" Wah ternyata kau mahir dalam melindungi nya, kau tau? sekarang aku lebih suka dengannya daripada kau. Dia lebih berharga daripada dirimu. Mulai sekarang aku akan terus menerus menemukannya walau kau menyembunyikan dia di suatu tempat. Aku pasti akan menemukannya " Jelas penyihir itu dengan tertawa sinis.
" Cihh kau tak akan pernah bisa menemukannya " Sahut Kim Woo Bin menantang.
Kim Woo Bin POV
Kenapa ia mengincar mu? padahal ini tak ada kaitannya denganmu. Harusnya ia langsung menemui ku saja tak perlu mengganggumu batinku.
Ku bawa dia pulang ke rumahku, karena aku takut jika ku pulangkan ke rumahnya dia akan terluka karena penyihir itu. Entah kenapa penyihir itu sekarang lebih tertarik dengannya dibanding aku. Padahal dari dulu ia mengincar kekuatan ku dan ingin menghancurkan ku.
__ADS_1
So Young tersadar saat sinar matahari menyorot tepat di wajahnya. Pelan dibuka matanya dan menghirup dalam udara sejuk yang masuk dari jendela. " Ah sejuknya " Gumam So Young. Tiba-tiba dia menyeritkan dahi, pasalnya kamarnya berubah menjadi kamar yang sangat luas dan bagus. Di lihatnya sekeliling isi kamar itu semuanya berubah, kasur yang ia tiduri juga berbeda dengan miliknya.
Aku dimana? kenapa kamarku berbeda dari biasanya?, Batin So Young heran.
" Kau sudah bangun? " Ucapku
" Ah Omo! " Sontak dia kaget mendengar suaraku.
" Apa yang kau lakukan disini? kenapa kau ada disini? " Tanyanya. Aku tersenyum tipis, lalu mulai mendekati nya dan duduk di sebelahnya.
" Harusnya aku yang bertanya. Apa lukamu sudah membaik? " tanyaku lagi.
" Luka apa? aku baik saja " Ketusnya. Aku berdiri lalu menyodorkan sebuah mantel mandi. " Ini mandilah kau bau, lalu turunlah bersiap untuk sarapan "
" Ya! Apa ini kenapa dia jadi lembut kepada ku? cihh dasar singa aneh. Bau apanya! " Gumamnya pelan tanda tak suka.
Dia mencium aroma tak sedap dari tadi. Dan rupanya aroma itu berasal dari ketiaknya sendiri. Pantas si singa itu menyebutnya bau, pasalnya dia memang bau Haha. Karena bau, jadi dia bersiap untuk mandi dan mengikuti perintahnya.
Pertanyaan nya adalah kenapa aku lupa akan kejadian tadi malam? dan kenapa aku bisa ada dirumahnya?. Dia terus mengingat semua kejadian malam itu. Setelah beberapa saat diam, akhirnya dia ingat. Siapa dia sebenarnya? kenapa dia bisa punya pedang yang tak ada di dunia ini? dan kenapa dia bisa sekuat itu? Pikirannya melayang entah kemana.
" Apa dia seorang penyihir? wah jinjah haha apaan ini? apa dia super Hero? Ya! So Young jangan menghalu terlalu tinggi " Gumamnya sendirian.
__ADS_1
Tok...tok..
" Kau sudah selesai? " Teriak ku dari balik pintu.
" Iyaa " Sahutnya cepat. Dia berdiri dan berjalan mendekat ke arah pintu kamar. " Ayo sarapan " Ajak ku. Dua hanya mengangguk sambil berjalan mengikuti Ku. Dia berdecak kagum ketika melihat rumah yang besar dan luas juga mewah ini. Beda sekali dengan rumahnya yang kumel dan kotor, sungguh jauh beda.
" Duduklah " Ia terheran ketika melihat meja makan yang besar dan luas tapi hanya ada aku dan dia di sana. " Yang lain dimana? apa ayah dan ibumu sudah berangkat kerja? adik dan kakak.....
" Mereka sudah lama meninggal saat usiaku 2 tahun. Mereka meninggal karena perampok yang berusaha mengambil harta kami. " Jelas ku dengan tarikan nafas kasar.
" Ah mianeo, aku tak bermaksud untuk mengingatkanmu akan masa lalu yang.....
" Tak apa, makanlah " Ia menunduk malu karena tak sengaja membuatku mengingat masa lalu. Bodoh! kenapa aku membuat singa sedih Batinnya merasa bersalah.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung....
Yukss pantau terus next episode nya ya reader. Jangan lupa untuk selalu like komen and vote yaa 🖤🤗 Terimakasih reader
g.night 💋
__ADS_1