Pengendali Waktu

Pengendali Waktu
Sang Pengendali Waktu


__ADS_3

So Young POV


Hah! Omo. Ke...kenapa semuanya melayang di udara? Di...dia, apakah dia seorang penyihir? Deg! Batinku tak percaya dengan apa yang sudah ku lihat.


Perlahan aku berjalan mendekat ke arahnya. Mulutku benar-benar kaku saat ini. Aku hanya melangkah, tanpa berkata seraya menyeritkan dahi. Aku menepuk pipiku keras mungkin saja ini hanya mimpi. " Aww sakit " Gumam ku pelan. Rupanya ini bukan mimpi, tapi memang kenyataan.


Tiba-tiba langkahku terhenti, ketika kedua mata si singa itu menatapku tajam seakan sedang menyembunyikan sesuatu. Mukanya kelihatan pucat, ia seperti orang yang sudah ketangkap basah.


BRUUK!!


Seketika semua yang melayang di udara jatuh berserakan di lantai. Hanya ada satu pisau yang melayang tajam tepat ke arahku. Mataku melotot dan hanya mematung.


Dum!!


Aku membuang nafas kasar karena menahan rasa takut. Pisau itu jatuh tepat di bawah kakiku setelah si singa menjentikkan jarinya. Aku hanya menatapnya dengan tatapan kosong, tanda tak percaya. Kedua kakiku gemetaran tak kuat menahan diri.


" A...apa kau seorang penyihir? " Tanyaku sedikit takut. Dia hanya memalingkan wajahnya, lalu membuang nafas kasar. Tak ada jawaban darinya, ia hanya mematung seraya menelan ludahnya sedikit paksa.


" Kalau kau tak tak menjawab. Ku anggap kau benar-benar seorang penyihir " Ucapku menantang.

__ADS_1


Dia langsung mengalihkan pandangannya ke arahku, lalu berdiri dari duduknya. Dengan cepat dia berjalan mendekatiku dan sekarang dia tepat berada di depanku.


" Lebih tepatnya pengendali Waktu bukan penyihir. Aku tak suka dengan julukan itu" Sahutnya menatapku. Semua ucapannya membuatku mati rasa. Aku sekarang berdiri di depan manusia yang aneh dan bisa mengendalikan waktu. Mulutku benar-benar terkunci rapat, ketika dia mengucapkan hal yang tak masuk di akal sama sekali.


" Apa kau takut? Baiklah aku tunjukkan sedikit agar kau paham " Ucapnya kemudian seraya mengangkat tangan dan menyentuh pundak ku.


Deg!


Seketika aku melihat sekeliling ku yang sudah berpindah tempat dan...aku melihat diriku sendiri di sana. Diriku semasa kecil yang sedang bermain di sebuah taman sendirian. Kemudian ia menyentuh pundak ku lagi. Kali ini, aku berada di sebuah jalan yang rasanya pernah aku lewati sebelumnya. Ya aku baru ingat, ini adalah jalan menuju kantor ku. Dan di sana, ada aku yang berlari tergesa-gesa lalu menabrak seorang laki-laki.


Huh!


Prok... Prok


Dan seketika semua yang bergerak berhenti, diam ditempat. Para pejalan kaki tak bergerak, mobil motor diam, daun yang melayang di udara diam ditempat dan jam tangan yang ku kenakan tak menyalah lagi. Aku mematung ketika sekeliling ku diam tak bergerak. Hanya aku dan dia yang bisa bergerak bebas.


" Kau paham sekarang? " Tanyanya sambil menatapku tanpa ekspresi. Aku memejamkan mata sebentar lalu mulai menjawab semua pertanyaannya. " Aku ingat sekarang. Kau kan yang menyelamatkanku sewaktu aku hampir menabrak sebuah tiang? kau juga kan yang sudah menyelamatkanku ketika ada komplotan preman? Dan kau yang menyelamatkanku dari ledakan lift itu. Huh! Aku ingat sekarang " Jawabku cepat.


" Hmm akhirnya kau ingat. Miannheo waktu itu aku menghilangkan ingatanmu " Sahutnya tersenyum tipis.

__ADS_1


" Apa kau masih takut sekarang padaku? " Aku menggeleng pelan sambil menatapnya.


" Wah jinjah huh! Sekarang aku merasa sedang berada di dalam film haha. Apa aku mimpi? " Tanyaku sedikit ragu padanya. Dia menyeritkan dahi lalu tertawa kecil.


" Kau mau ku buktikan lagi kalau ini bukan mimpi nona? " Aku mengangguk cepat.


" Baiklah " Ucapnya sambil memajukan wajahnya ke depan wajahku dan.....


Cup..... (satu ciuman lembut dari Kim Woo Bin melayang di bibir So Young)


🍁🍁🍁🍁🍁


To be continued gak ni?


Wuaahh ciee yang baca pada baper. makanya Like komen and vote! Kalau gak author gak mau lanjut 😂


#Sampai besok


#Dirumahaja

__ADS_1


Night all 🌹


__ADS_2