Pengendali Waktu

Pengendali Waktu
Ancaman Baru


__ADS_3

Kim Woo Bin POV


Aku meninggalkan ruang rapat dan meninggalkan semua orang yang ada di sana. Mereka heran, melihatku yang tiba-tiba lari mendobrak pintu. Semuanya kacau balau, batinku sesak. Ini sudah kesekian kalinya aku merasakan wanita itu dalam bahaya. Dia pasti dalam genggaman penyihir licik itu CK!


Mataku terarah pada sebuah lift yang berada tepat ditengah-tengah ruang Im Yoon Ah. Tanpa basa-basi lagi, aku berlari ke arah lift itu. " Ah Kim Woo Bin. Kau kelihatan pa.....


Ssstt (time stop)


Hentakan kakiku membuat waktu terhenti. Begitu juga Im Yoon Ah yang ucapannya terputus seketika. Sekarang semua sudah terhenti. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk menangkap penyihir itu.


BRAKK!!


Aku menendang lift itu sampai hancur dan penyok. Tentu saja aku beradu tatap dengan mata si penyihir itu. Tatapannya terlihat sangat licik dan penuh dendam. Posisi tangannya kini sedang mencekik leher So Young dengan kuat.


" A..ah to...tolong a..aku " lirih So Young


Kedua tanganku mengepal kuat. Emosiku memuncak saat ini. " Lepaskan dia " ucap ku santai. Dia tak menggubris perkataan ku dan malah semakin kuat mencekik So Young.


" Ya!! aku bilang lepaskan! dia tak ada hubungannya dengan ini semua " ucapku sekali lagi. " Haha. Oh ya? tentu saja dia ada hubungannya. Aku bisa memanfaatkan darahnya untuk menghancurkan hidupmu! " sahutnya dengan senyum sinis.


" Kau!! "


BAK....BIK...BUK...


Satu tonjokan melayang ke pipi penyihir itu. Alhasil dia tersungkur ke lantai. " Ah Kim Woo... " ucap So Young yang hampir jatuh ke lantai. Dia melemah karena penyihir itu mencekik lehernya kuat.


" So Young-shi! " teriakku menangkap tubuhnya. Bertahanlah So Young aku akan menyelamatkanmu


DUM!


Hentakan kakiku membuatku menghilang dari lift itu dan langsung sampai ke rumah. Bisa dikatakan kali ini aku memakai teleportasi. Aku langsung merebahkan tubuh So Young di tempat tidur dan kembali ke lift untuk menangkap penyihir itu.


Sesampainya aku di sana, penyihir itu sudah tak ada lagi. Dia menghilang tanpa jejak. Tentu saja membuatku kesulitan mencarinya. Dia benar-benar membuatku takut karena menjadi ancaman baru bagi So Young. Aku bingung sekarang harus mencari dimana keberadaan penyihir itu. Pasalnya sinyalnya tak bisa di deteksi. Kemampuanku tak cukup untuk mencari keberadaannya.


Sudah hampir 20 kali aku bolak-balik lorong waktu dan menggunakan teleportasi ke semua tempat bahkan negara. Tak ada satupun petunjuk dimana keberadaannya sekarang. Selemah inikah kekuatanku untuk menemukannya. Hanya ada satu cara untuk menemukan keberadaannya. Yaitu bertanya pada Ibuku. Ibuku dan penyihir itu dulunya adalah teman baik, setelah ibuku terpilih menjadi seorang ratu di kalangan penyihir. Dia menjadi iri dan akhirnya memilih pergi dan tinggal berpisah dari ibuku.


Begitulah kira-kira cerita yang ku dengar dari ibuku. Hingga sampai saat ini, penyihir itu ingin menghancurkan kehidupanku dan ibuku. Entah apa yang dia kejar. Obsesinya untuk abadi benar-benar tinggi. Ia rela membunuh orang lain demi kekuasaan dan kekuatan.

__ADS_1


Click


Jentik kan jariku membuat semua kembali normal. Waktu kembali teratur. " Ah Kim Woo Bin. Kau kelihatan panik " ucap Im Yoon Ah. Ku abaikan ucapannya begitu saja dan langsung menuju ruang kerjaku.


" Ha? kenapa pintu lift ini hancur? " gumam Im Yoon Ah heran.


" Ya! Joong Ki. Cepat kau panggil para pekerja, suruh mereka betulkan lift ini " suruh Im Yoon Ah pada karyawan yang lewat.


_____


Semua menunduk ketika aku melintas ke arah ruang kerjaku. Tapi langkahku terhenti, melihat dari sekian banyak karyawan hanya satu yang tak menundukkan kepalanya. Wajah wanita itu tampak tak asing bagiku. Dia menatapku tajam dan melintas di belakang para karyawan ku, lalu menghilang. Siapa dia?


" Seonsaengnim. Ada yang mencari bapak di depan, dia bilang penting " ucap salah satu karyawan ku.


" Suruh dia masuk ke dalam " perintahku


Tok...tok


" Masuklah "


Perlahan bunyi pintu pun berbunyi. Hampir 1 menit lamanya, tak ada seorangpun yang masuk. Hanya ada embusan angin kencang yang membuat gorden ruangan ku tertiup. Apa ini? siapa yang sedang memainkan si Pengendali Waktu?


Ssts


Sayatan pedang itu terdengar nyaring di telingaku. Dengan cepat aku menghindar karena pedang itu hampir saja menusuk tepat di punggungku. Seperti dugaan ku, dalang di balik ini semua adalah penyihir yang sangat ingin membunuhku.


" Cih! sayang sekali. Lagi-lagi kau gagal membunuhku huh "


" Ya kau benar, aku selalu gagal membunuhmu. Tapi kau harus ingat satu hal. Wanita mu sudah ada dalam dekapanku. Hahahaha " ucap penyihir itu lalu menghilang dari hadapanku.


So Young? kenapa harus dia argh**!


Lagi-lagi So Young yang menjadi sasaran empuknya. Pasti penyihir itu sudah membawa So Young ke tempatnya. Aku pun pergi bertanya pada ibu tentang dimana si penyihir itu tinggal.


BRAKK!


" Kim Woo Bin? ada apa? tumben datang ke rumah ibu? " tanya ibu yang kaget karena tiba-tiba saja aku mendobrak pintu.

__ADS_1


" Dimana tempat tinggal Jun Ji-hyun? "


" Apa? kenapa kau bertanya tentang penyihir itu? apa dia masih mengganggumu? "


" Cepat katakan! " bentakku padanya.


" Aku tak akan memberitahumu dimana ia tinggal, sebelum kau beri tahu apa yang terjadi " sahutnya sambil melipat kedua tangan di dada.


" Ya! cepat beritahu aku dimana ia tinggal!!! "


" Kim Woo Bin-shi! " bentaknya cepat.


Inilah hal yang paling aku benci. Tiap kali bertemu dengan wanita ini, aku bukannya senang. Melainkan hanya ada adu mulut. Dari dulu aku tak pernah aku dengannya. Yah walaupun dia sudah berjasa mengangkat ku menjadi anak, tapi tetap saja aku tak akrab dengannya.


" Wanitaku dibawa oleh penyihir itu " singkat ku.


" Harus berapa kali aku bilang? jangan pernah jatuh cinta pada manusia. Kau bisa lenyap dan mati nanti. Pikirkan konsekuensinya Kim Woo Bin " jelasnya memperingati


" Beritahu aku sekarang "


" Aku akan memberitahumu dengan syarat. Jika nanti kau sudah menyelamatkannya, kau harus menghilangkan ingatannya tentang dirimu. Kau harus pergi dari kehidupannya. Karena ada dua kemungkinan besar. Kau yang hilang atau dia yang lenyap karena ancaman penyihir itu "


Deg!


Seketika dadaku sesak mendengar ucapannya. Semakin hari, pedang merah yang ada di dadaku benar-benar menyiksa. Dia seakan menusuk tajam tepat di dadaku.


" Akan kupikirkan nanti " sahutku singkat.


" Dada mu sakit? itu karena kau sudah melanggar peraturan. Pikiran nasib wanita itu dan juga dirimu. Penyihir itu bisa saja menggunakan raga wanita itu agar ia abadi. Pergilah ke alam para penyihir, lalu carilah informasi rumah berwarna hitam yang terletak sangat terpencil diantara rumah penyihir lain. Kau akan menemukannya. Tapi ingat, di sana ada banyak racun yang mematikan dan jebakan. kau harus berhati-hati " ucapnya mengusap pundak ku.


So Young, aku akan datang. Bersabarlah sedikit lagi.


 


******


 

__ADS_1


Like komen vote and rate yaa 🖤🤗 jangan lupa pantau terus next episode nya 💋 Night and bye


__ADS_2