
So Young POV
Ini adalah hari kedua ku satu rumah dengan si pengendali waktu. Cukup disayangkan, rumah sebesar ini hanya ada dua penghuni saja. Tapi mau bagaimana lagi, karena dia adalah seorang pengendali waktu dia tak butuh orang banyak. Baginya banyak orang malah akan membuat kekacauan saja ketika tahu dia bukan orang biasa.
Pagi ini sepertinya langit sedang jatuh cinta pada seseorang. Pasalnya ia terlihat sangat cerah dan berkilau di pagi hari. " Huah pagi " ujar Kim Woo Bin secara tiba-tiba.
PRANG!!
Entah kenapa jantungku berdegup kencang seperti orang yang sedang lomba lari. Tanganku bergetar hingga menjatuhkan gelas yang berisi air panas. Ucapannya benar-benar membuatku kaget, gugup, dan pokoknya campur aduk lah.
" Jinjah! " gumam ku pelan.
Dia berjalan mendekati ku yang diam bak sebuah patung. Dahinya menyerit heran tanda tak mengerti dengan sifat ku yang aneh pagi ini. " We? ada apa? aiiish jinjah. Lihat tanganmu memerah karena air panas itu " ucapnya seraya menyentuh tanganku.
Dengan cepat aku pun menangkis tangannya yang hampir saja menyentuh tanganku. Rasa heran pun mulai menyelimuti wajahnya. " Ah...tak apa. Aku baik saja " sahutku sambil berjalan menjauhinya.
" Hah omo! lihat. Sekarang mukamu yang memerah. Apa kau sakit? " tanya si singa seraya meletakkan punggung tangannya di pipiku.
HEK! HEK!
Ada suara aneh yang keluar dari mulutku ketika Kim Woo Bin memegang pipiku. Sontak dia tertawa ketika mendengar suara itu. " Hahahaaha. Omo! kau...kau cegukan " celetuknya tertawa terbahak-bahak. Pipiku semakin memerah bak kepiting rebus. Aku gugup setengah mati, jantungku rasanya ingin meletus.
" Hah sepertinya aku ini terlalu tampan. Sampai kau kelihatan gugup " ujarnya dengan posisi duduk diatas meja dapur tepat disebelah ku. Dasar bicik gila! kerjaannya hanya menggodaku saja Batinku kesal.
" A..apa? gu..gugup? kau bercanda? Siapa yang gugup? Dasar gila " sambar ku kasar.
Rasa penasarannya semakin meruap. Hingga sekarang dia pun mendekatkan wajahnya didepan wajahku. " Yakin kau tak gugup sekarang? " tanyanya sambil memperhatikan bibirku. Dengan pedenya aku menjawab pertanyaannya lantang. " Ani! aku tak gugup sama sekali "
Sesekali dia menghela napas kasar dan mulai beraksi dengan menarik pinggulku ke dalam pelukannya. " Ah omo! ". Posisi wajahku sekarang benar-benar sudah sangat dekat dengan wajahnya. " Kalau sekarang kau masih gugup? " tanyanya dengan mimik wajah serius.
__ADS_1
Deg! Deg!
" Ani! " jawabku singkat. " Bohong! jantungmu berdetak kencang. Aku bisa mendengarnya " sambarnya pedas. Ah bodoh! dia kan Pengendali waktu So Young Batinku.
Dia mulai memiringkan kepalanya dan menjurus ke bibirku yang sudah dibalut oleh lipstik. Seakan ada yang memberi isyarat untuk menurut. Aku hanya memejamkan mataku ketika bibirnya hampir mendarat di bibirku. Dan " Hahahaha "
Ha? dia tertawa? apa yang lucu batinku kesal.
" Siapa yang mau mencium mu? " ucapnya santai. Bara api yang ada pada diriku mulai memuncak. Kesal sekali melihat tingkahnya pagi ini. Benar-benar lelaki yang menyebalkan dan tak berperasaan. Dia mencubit hidungku keras lalu mencium puncak kepalaku.
Cup....
" Bersiaplah ke kantor ada meeting jam 10.00. Kau harus menyiapkan semua berkas. Apa kau dengar my girlfriend? " ujarnya sambil tersenyum lebar lalu berjalan meninggalkanku mematung sendirian di dapur.
Mataku terbelalak melihat tingkah lakunya yang berubah-ubah. Kadang romantis, nyebelin, dingin dan sangat kejam. " Dia tadi menyebutku apa? pacarnya? jinjaho? wahhh...haha. Pa...pacar? haha " gumam ku bahagia.
_______
Tapi ku urungkan niatku. Aku tak mau membongkar identitas ku sendiri. Salah satu dari mereka bahkan ada yang cemburu karena aku yang terlalu dekat dengan Kim Woo Bin. Dia adalah manager Im Yoon Ah. Wanita tercantik di kantor ini sekaligus manager atasan para karyawan lain. Bisa dikatakan wakil CEO karena ayahnya adalah seorang pebisnis yang sangat berpengaruh. Memang pertama kali aku masuk ke kantor ini dia mengabaikan ku dan memandangku rendah. Tapi aku tak ambil pusing dengan sifatnya.
Ayah Im Yoon Ah sering kali menjodohkan putrinya dengan Kim Woo Bin. Tapi Kim Woo Bin selalu menolak permintaan Presdir bergengsi itu. Padahal Kim Woo Bin selalu diberi iming-iming hadiah perusahaan terkenal di Amerika. Tetap saja Kim Woo Bin tak tertarik dengan sifat putrinya yang angkuh dan tak menarik sama sekali. Aku mendengar cerita ini dari teman kantorku, Han Ga In. Ha Ga In termasuk orang yang tau seluk-beluk perusahaan ini dari nol. Ya memang dia termasuk karyawan terlama disini. Jadi wajar saja jika dia mengetahui semuanya.
" Kau sekretaris Kim Woo Bin-shi? " tanya wanita yang sekarang sedang berdiri di sampingku sambil menekuk kedua tangannya di dada. Aku yang sedang fokus membereskan semua berkas, sontak terdiam ketika seseorang berbicara denganku.
" Ah anyyeong haseo. Saya Shin So...
" Ya..ya..ya. Kau tak perlu memperkenalkan dirimu. Aku hanya bertanya, apa kau sekretaris Kim Woo Bin? kau hanya cukup jawab itu " ujarnya memotong pembicaraanku.
__ADS_1
" Ah miannheo manager Im. Iya, saya sekretaris barunya pak Kim Woo Bin " sahutku menunduk.
" Hmm. Sebaiknya kau jaga sikap, jangan berlebihan dengannya. Dia milikku " ucapnya dengan angkuh lalu bergegas pergi.
A...apa? apa aku tak salah dengar? pu...punya siapa tadi? wah jinjah. Ya! dasar wanita gila! muka saja polos tapi hati busuk omel ku dalam hati.
Wanita itu memang terlihat sangat cantik dan menawan. Jenjang kakinya yang panjang dan putih bersih. " Ya! aku juga tak kalah cantik darinya " gerutu ku sendirian. Tak percaya? mau aku kasih lihat? ya udah ni.
Penampilanku memang tak sebagus dengan wanita itu. Walaupun sederhana, aku tetap terlihat cantik dengan pakaian apapun.
Sudahlah, saatnya aku menuju ruangan singa itu. Sebelum aku dimakan olehnya, lebih baik aku bergegas sekarang. Belum sampai di ruangannya, kini aku disambut lagi dengan wanita yang tak lain adalah teman dekat dari Im Yoon Ah. Dia sangat cerewet dan sama angkuhnya dengan Im Yoon Ah.
" Ya! bawakan aku secangkir kopi. Lalu letakkan di ruangan Im Yoon Ah " tegasnya padaku.
Ucapannya benar-benar membuatku terbelalak kaget dan naik darah. Dengan cepat aku langsung menolak suruhannya.
" Mianhe, aku bukan pelayan di kantor ini. Aku sekretaris pak Kim Woo Bin-shi " sahutku pedas lalu meninggalkannya sendirian.
" Kau? ya! ya!!! " teriaknya keras.
Ku abaikan dia begitu saja. Tolong digaris bawahi, Shin so Young disini bekerja hanya untuk Kim Woo Bin. Selain itu akan ku abaikan. Batinku sedikit penekanan.
To be Continued ✨
Yok di like komen and vote juga rate. jgn lupa! haha sedikit paksaan nih. Eh iya di fav juga ya biar gak ketinggalan episode-episode nyaaa 😍
__ADS_1
Sat night reader author gak kuat mo tidur 😭
See u 💋