
So Young POV
" Arghhh " Teriakku pecah saat terbangun dari tidurku. Keningku penuh dengan keringat yang bercucuran.
" Syukurlah cuman mimpi buruk, ku kira kejadian 10 tahun yang lalu terulang kembali.
Tapi sepertinya tadi malam ada seorang pria yang menggendongku dan membawaku pergi Gumamku pelan. Eh ini mimpi atau kenyataan? batinku bingung. Ku periksa keseluruhan dari atas sampai bawah, tidak ada yang berubah.
Bip..Bip Alarm ku berbunyi
" Omo! jam berapa sekarang? ah otteo! " Teriakku seraya berlari ke kamar mandi. Tanpa berias aku memutuskan untuk pergi dengan cepat, karena kalau tak cepat pasti ketinggalan bis. " Ppalli " Gumamku berlari. " Ahh untung saja belum ketinggalan "
Ku lari secepat kilat menuju ruangan, " Pasti singa itu sudah menunggu dengan posisi menganga sekarang "
" Siapa yang kau bilang Singa? " ucapnya mengagetkan.
" Ah Omo. Anyyeong seonsaengnim " Tunduk ku malu atas yang telah ku katakan tadi.
" Siapa yang kau bilang singa? " Tanyanya lagi dengan datar. " Ah bukan siapa-siapa pak " Ucapku tersenyum paksa.
" Cepat ke ruangan ku sekarang! " suruh nya.
" Nde seonsaengnim " Jawabku cepat. Ah jinjah si singa itu Batinku kesal.
" Duduklah " Suruh nya datar. Aku hanya mengikuti suruh nya dan duduk dihadapannya.
" Malam ini tidak usah lembur " ucapnya datar tanpa ekspresi. " Nde? " Tanyaku kurang jelas.
" Malam ini pulanglah seperti biasa jam sore saja tidak usah lembur " Ucapnya sekali lagi.
" Tapi Pak "
__ADS_1
" Keluarlah, kembali bekerja " aku hanya mengangguk pelan lalu meninggalkan ruangan.
" Aneh tak biasanya dia begitu lembut kepadaku "
_______
Kim Woo Bin POV
" Aku tak mau kau terluka lagi karena pulang terlalu larut " Gumam ku pelan sambil menatap wajah So Young dari ruangan ku. Untung saja malam itu ku hilangkan ingatanmu agar kau tidak mengingat kejadian yang sangat pedih bagimu Batinku.
Cisss
" Awww kepalaku sakit..sakit sekali ah " Teriakku pecah saat kepalaku serasa berputar cukup keras. " Apa ini kenapa sakit sekali ahhh " Sekarang aku berada di lorong waktu yang memperlihatkan sesuatu yang akan terjadi.
" Arghh dia apalagi sekarang " Ucapku panik sambil berlari menuju arah pintu luar ruangan. Ku cari dia disekitar ruangan, " dimana Shin so young!! " teriakku pada salah satu karyawan kantor. " dia tadi berjalan menuju lift pak untuk mengambil berkas di ruangan sekretaris Yim " jelasnya.
" shitt!!, kau pergi matikan mesin lift sekarang! ppalli! " gerutu ku sambil berlari meninggalkannya. " Nde seonsaengnim " Sahutnya cepat.
" No..nona lift itu " So Young hanya tersenyum sambil menaiki lift.
" nona!! " teriak salah seorang pekerja mesin.
" panggil operator sekarang! a..ada orang di dalam lift "
" Ruang sekretaris Yim Hmm di lantai 13 " Gumam So Young sambil menekan tombol.
" kenapa lampunya mati nyala terus " Gumam So Young santai. " tumben lama sekali sampainya "
BRAKK!!
" Aaah kenapa dengan liftnya. Arghhhhhh tolong kenapa ini hikss hiks " Teriak Si Young dari dalam lift.
__ADS_1
Dum...
" hiks ke...kenapa semua terhenti, air mataku melayang. A..pa yang terjadi? liftnya terhenti hikss " Ucap So Young takut.
" Siapapun yang di luar tolong!....tolong akuuu hiii hiikss " So Young mengedor kuat pintu lift.
BRAAKK!!
" hiks hiks se... seonsaengnim " dia datang menyelamatkanku, tapi rasanya aku pernah diselamatkan olehnya, batin So Young.
" Gwaenchanh-a ? " (kau baik saja?) aku menatap wajahnya penuh dengan tangisan.
" a..aku aku ahhh " sahutnya lemas tak berdaya. Dengan cepat aku menangkap nya yang hampir saja terjatuh ke lantai lift.
" ke...kenapa huh semuanya terhenti, se...semua orang tak bergerak huuuh " Ucapnya dengan nafas tersendat.
Dia tak menjawab pertanyaannya, dan langsung menggendong So Young keluar dari lift. Dan Dum... seketika lift itu meledak dan semua orang bergerak lalu berlari menuju lift sambil memadamkan api.
" Hikss huuuh ke... kenapa semuanya bergerak lagi " tanyanya menatap wajahku. Lagi-lagi dia tidak menggubris perkataan So Young, dan hanya menatapnya tanpa ekspresi.
" Ahhh kepalaku sakit sekali " Keluh so young memegang kepala. " kau...kau yang menyelamatkan nyawaku dua kali kan? dan malam itu bukan mimpi, aku ingat semuanya " Sontak perkataannya membuat langkahku terhenti ditengah keramaian sekitar lift tadi.
Kau? kenapa kau ingat semuanya? padahal aku sudah menghilangkan ingatanmu. ke.. kenapa bisa? batinku.
" Aku ingat huuuh aku ingat sekarang " Aku menatapnya tajam, ku tatap dalam matanya hingga membuat dia pingsan di pelukanku.
Bersambung.....
🍁🍁🍁🍁🍁
Makasih yg udah baca, jangan lupa like komen and vote yaa 🤗
__ADS_1
saksikan terus di next episode 🖤