Pengendali Waktu

Pengendali Waktu
Awal Bencana Karena Mencintaimu


__ADS_3

So Young POV


Tok...tok


Setelah berdebat dengan wanita cerewet itu, akhirnya aku sampai di depan ruangan singa gila. Sepertinya saat ini dia sibuk, pasalnya beberapa kali ketukan pintu dari ku, tak menyadarkannya. Ku coba sekali lagi, kali ini lebih keras dan beruntun.


TOK!TOK!TOK!


" Ah ye, masuklah " teriaknya dari dalam. Dasar telinga semut batinku kesal.


" Anyyeong seonsaengnim, ini berkas yang perlu anda tanda tangani " ucapku menunduk.


" Ya, taruhlah di sana. Lalu kau boleh pergi " sahutnya tanpa menatap ku.


Aku hanya mengangguk lalu menunduk sebagai tanda hormat. Terasa cukup canggung memang berada di satu ruangan dengannya. Apalagi wajah tampannya yang selalu membuatku tergoda. Aish, apa yang kau pikirkan Shin So Young


" Ya! kau langsung pergi begitu saja? tanpa bilang apapun? wah jinjah " sambar nya pedas dengan bibir sedikit dimajukan.


" Ndeee? kan kau yang tadi menyuruhku untuk keluar setelah memberimu berkas. Lalu sekarang kau menyalahkan ku? benar-benar orang ini! " gerutu ku padanya.


" Ah mola! pergilah " usir nya cepat.


Tanpa bersuara sedikit pun, aku berjalan keluar dari ruangannya. Dengan langkah kaki yang sengaja ku hentakan di lantai.


BRAKK! BRAKK!


" Ya!! biasa saja kalau berjalan " teriaknya dari dalam.


Bukannya bahagia bisa melihatnya, malah membuat ku menjadi emosi. Sifatnya yang menyebalkan memang tak bisa dihilangkan. " Dasar pria gila. Menyebalkan! " gumam ku pelan didepan ruangannya.


" Aku bisa dengar!! " sahutnya dari dalam.


" Hah! "


Jantungku serasa mau copot, setelah berlari kencang. Seperti ajang lomba lari saja. Napas ku benar-benar tak beraturan lagi. Singa gila itu memang sudah tak waras. Membuatku bergidik ngeri karena dia adalah Pengendali waktu, yang kapan saja bisa mendengar suara batinku.


Sebentar lagi rapat pun akan dimulai, semua karyawan sibuk menyiapkan segala hal. Mulai dari berkas, ruang rapat, dan snack. Ketika sedang sibuk menyiapkan semuanya, tiba-tiba saja mataku berbinar terang ketika melihat seorang pria tampan dari arah pintu utama, menuju ruangan Kim Woo Bin. Pria itu benar-benar tampan dan style nya memuaskan semua mata. Para karyawan lain membungkukkan badannya ketika pria itu berjalan melintasi mereka. Sepertinya pria itu memang disegani banyak orang, hampir semua orang membungkuk hormat padanya.


" Hmm perawakan nya masih muda. Dia juga memakai seragam sekolah. Tapi style nya benar-benar bagus sekali " gumam ku sendirian.


" Hei! apa yang kau lihat? " ucap pria itu.


__ADS_1


Tiba-tiba saja pria itu menatapku dengan tatapan yang tajam, seperti ingin menerkam. Sontak aku langsung membungkuk didepannya. " miannheo " ucapku sambil membungkuk.


Dia hanya diam, tak menggubris perkataan ku. Langkahnya fokus menuju sebuah ruangan yang sudah tak asing bagiku. Ruang si singa? batinku heran.


______


Kim Woo Bin POV


BRAKK!


" Hyung. Beri aku uang untuk bayar kebutuhan sekolah. Semua uang dari kakek sudah habis " teriak Jae Wook padaku.


" Hyung pala kau! aku ini paman mu bukan kakakmu. Aku tak akan memberikanmu uang bulan ini " sahutku seraya melemparnya pena.


" Apa bedanya Hyung dan paman " celetuk Jae Wook.


" Ya! Jae Wook. Berapa nila bahasa Korea mu hah? aiish dasar bocah ini " gerutu ku.


Diapun meluruskan kakinya diatas sofa ruangan ku. Mirip sekali seperti seorang raja yang kelelahan. Seenaknya melemparkan tas ke sudut ruangan ku. Seketika ruangan ku seperti tempat kanak bermain, yang berantakan dan kotor.


Emosi ku memuncak. Jujur saja, aku tak suka dengan keadaan ruang yang kotor dan berantakan. Aku pun mengangkat satu tanganku, dan langsung menjentikkan jariku. Dum...


Semua terhenti ketika aku menjentikkan nya. Waktu, orang, benda, semuanya, seakan menjadi patung yang tak bernyawa. Hanya dengan satu tangan, aku bisa menggerakkan tas dan sampah yang berserakan di lantai karena ulah Jae Wook, lalu meletakkannya di atas kepalanya.


Satu jentik kan jari lagi untuk mengembalikan semua ke posisi yang normal. Dan....


BRUKK!!


" Apa ini jinjah!!! " teriak Jae Wook, ketika semua sampah jatuh tepat diatas kepalanya.


" O...ottoke? tadi sampahnya ada di sudut kiri. Ke..kenapa bisa jatuh dari atas? Hyung! ruangan mu berhantu. Kau lihat? sa...sampah itu....


" Aisshh jinjah! mana ada hantu sepagi ini. Sudahlah aku mau rapat " sahutku memotong pembicaraannya lalu berjalan meninggalkannya sendirian.


" Ya! Hyung, hyung. Tu...tunggu aku " teriaknya mengejar ku.


Selama ini aku memang belum memberi tahu Jae Wook tentang kekuatanku. Hanya kakeknya yang mengetahui hal itu. Bagiku itu hanya akan membuatnya ketakutan dan lari dariku.


________


So Young POV


Rapat akan segera dimulai. Semua orang terlihat sibuk, begitu juga dengan aku. Ini saatnya aku mendampingi Kim Woo Bin. Para petinggi pun mulai berdatangan. Semua karyawan berbaris memberi hormat ketika Im Chang-Jung, ayah dari Im Yoon Ah memasuki pintu utama perusahaan. Begitu juga dengan Kim Woo Bin yang sekarang tampak berdiri didepan Im Chang-Jung seraya membungkukkan badannya. .

__ADS_1


Ia berjalan di samping Im Chang-Jung menuju ruang rapat. Akupun mulai berjalan dibelakang mengikuti langkah Kim Woo Bin dan para pengawal Im Chang-Jung.


Didepan pintu ruang rapat, tak sengaja mataku dan mata Im Yoon Ah beradu tatap. Dia menatapku dengan tatapan mata yang tajam dan tak suka. Diikuti dengan Seohyun, teman Im Yoon Ah yang benar-benar menyebalkan, cerewet dan sama angkuhnya. Tapi aku tak memperdulikan mereka. Aku lebih memilih diam dan mempercepat langkahku.


1 setengah jam lebih, rapat selesai. Akhirnya aku bisa bernapas lega lalu lebih dulu keluar, karena Kim Woo Bin ingin berbicara serius dengan Im Chang-Jung. Ya mau tak mau aku menurut dengan perintahnya. Aku berjalan ke arah lift yang saat ini sedang kosong. Perlahan aku berjalan lalu menekan tombol tutup.


BRAKK!


Im Yoon Ah menahan lift itu agar tak tertutup. Dia pun masuk bersamaan dengan Seohyun. Perasaanku cukup was-was, dan sedikit panik. Didalam, aku lebih memilih diam dan sedikit ke sudut lift.


" Lihat Yoo Ah. Wanita ini benar-benar tak tahu sopan santun. Dia sama sekali tak menyapa kita " ucap Seohyun melirikku sinis. Aku tak menggubris perkataan Seohyun, dan tetap bungkam.


Drttt.... Drttt


Lampu lift beberapa kali berkedip dan terasa sedikit guncangan yang membuatku hampir terjatuh. Sampai akhirnya, lampu lift benar-benar mati total. Suasana lift gelap dan aku mulai kehabisan napas.


Tok!tok!


" Tolong! siapapun yang ada diluar tolong aku. uhuk-uhuk. To...tolong " teriakku mengetuk pintu lift. Tapi seketika aku heran, karena Im Yoon Ah dan Seohyun yang tak lagi bersuara. Ku rogoh saku celanaku dan langsung menyalahkan senter.


" Aaaaaaaaaargh " aku kaget bukan main, ketika Im Yoon Ah dan Seohyun berubah menjadi wanita yang memiliki mata merah. Batinku penuh tanya Ke..kenapa Im Yoon Ah berubah menjadi wanita ini? Siapa dia?



" Si... siapa kau? " tanyaku sedikit takut.


" Hahahaaha " dia hanya tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan ku.


" Pertanyaan mu sangat bagus. Mari ku tunjukkan siapa aku "


Ssts


" Ah to... tolong a...aku. Ki...Kim Woo Bin-shi! to....long ku mohon " lirihku menahan sakit karena wanita itu mencekik leherku.


Deg!


Shin So Young! Batin Kim Woo Bin


To be Continued ✨


like komen vote and rate yaa 🖤 tengkyuu 😍


Follow akun aku juga ya:')

__ADS_1


__ADS_2