
So Young POV
Seketika bulu kudukku berdiri, mataku melotot dan kaget bukan main. Sepertinya ini bukan mimpi, ini nyata. Dia belum menyudahi ciumannya itu. Sesekali dia berhenti untuk mengambil nafas, lalu melanjutkannya. Aku hanya mematung, tak membalas ciumannya. Perlahan aku mulai tersadar lalu mendorongnya kuat.
BRUUK!!
" A....apa yang kau lakukan? " Ucapku terbata.
" Hmm? Kau bilang mau bukti? " Sahutnya santai.
Tiba-tiba aku menggaruk tengkuk kepalaku yang tak gatal seraya berkata " Ya! kau tak harus menciumiku. Cukup pukul atau apa cubit atau___
Cup...Cup...Cup
Ucapanku terpotong seketika, dia hanya mengabaikannya lalu menatapku dengan senyum khasnya dan terus menerus mencium bibirku lembut. Lama-kelamaan aku terbuai dengan ciumannya yang benar-benar lembut. Ku tutup mataku, perlahan aku membalas ciumannya seraya menyangkutkan tanganku di lehernya.
" Kau menikmatinya kan? " Gumamnya berhenti sejenak. Aku tak menjawab pertanyaannya. Saat itu aku hanya tersenyum lebar sebagai jawaban dari pertanyaannya. Setelah itu dia melanjutkannya. Semakin dalam dan dalam bibirku dilumatnya.
__ADS_1
Apakah benar ini adalah awal dari sebuah cinta antara aku dan sang Pengendali Waktu? Batinku meronta.
Setelah aku dan dia sama-sama kehabisan nafas. Akhirnya dia menyudahi ciuman itu. Dum! Semua kembali normal seperti semula. Para pejalan kaki melanjutkan perjalanannya, daun yang bergerak bebas, air yang akhirnya jatuh ke tanah, juga jam tangan yang kembali bergerak.
Entahlah apa yang ada di pikiranku sekarang. Saat ini aku hanya bisa tersenyum dan terus tersenyum seraya menunduk malu. Begitupun dengan dia yang sedari tadi menatapku dengan senyum manis nan menawan. Aku merasa canggung sekali, jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Seperti habis berlari jauh saja.
Drttt....Drttt
Suasana menjadi mencair ketika ponsel miliknya berdering nyaring.
" Aaaa Omo!! ciuman pertamaku dengan si singa huaaahh jinjah " Teriak ku sumringah.
" Hmmmm bibirnya lembut dan.....ah jinjah " Ucapku loncat-loncat kegirangan.
_______
Penyihir POV
__ADS_1
" Huh! lihat saja nanti Kim Woo Bin, aku akan mengambil semua kekuatanmu dengan memanfaatkan Wanita itu. Tunggu saja waktunya Kim Woo Bin kau akan mati ditangan ku! " Ucapku seraya menatap tajam kearah rumah Pengendali waktu itu.
Setelah Kim Woo Bin merasa ada yang memperhatikannya, sekejap aku menghilang dari hadapan rumah Kim Woo Bin. Aku menghilang tanpa meninggalkan jejak. Sehingga tak akan ada satupun yang tau dimana tempat tinggalku.
Aku memiliki berbagai macam ramuan yang dapat mematikan. Sesekali ada beberapa orang yang berniat jahat datang kepadaku dan membeli sebuah ramuan. Tapi mereka harus memberiku sebuah kalung emas agar bisa mendapatkan ramuan itu. Hingga saat ini belum ada yang bisa membuat penawar dari ramuan ku. Mereka yang meminum ramuan ku akan mati dalam hitungan menit saja.
Sudah lebih dari 25 tahun aku mencoba membunuh Si Pengendali Waktu itu, tapi hasilnya selalu gagal. Dia selalu bisa mengelak dari niat jahat ku. Karena dia bisa melihat apa isi kepalaku dan yang aku rencanakan. Wajar saja, namanya juga Sang Pengendali Waktu.
Itulah mengapa aku ingin mengambil semua kekuatan yang ia miliki. Tujuannya hanya satu, agar aku bisa hidup lebih lama dan tak pernah kelihatan tua.
" Tunggu saja sampai aku bisa membunuhmu dengan tanganku Kim Woo Bin. Kau akan mengalami penderitaan yang sangat berkepanjangan. Dan Ji Won ibumu, akan ku lenyap kan juga. Huh! tanpa ku bunuh pun dia akan mati saat melihatmu sekarat "
To be continued 😡
Ihh penyihir nya jahat banget sih :( author jadi gemes deh pengen pukul hehe. Yok di pantau terus next episode nya. jangan sampai ketinggalan yaa 🤗.
Like komen vote and rate reader biar author makin rajin up niii! 😍 Tengkyuu
__ADS_1