
Setelah mengatakan " Saranghae Evan " , Anita langsung pingsan.
Hal ini karena sebuah serangan Virus ganas telah mencapai stadium puncaknya, sehingga membuat kondisi tubuh Anita sudah tidak dapat lagi menahannya.
Evan lalu melepaskan secara perlahan pelukan Anita dan mengistirahatkan tubuhnya di tempat tidurnya.
Setelah itu Evan bergegas pergi keluar luar ruangan untuk mencari bantuan.
Ternyata dibalik pintu sudah ada seorang perawat yang ketika itu telah dibawa oleh Ayahnya Anita.
Evan dengan segera menarik perawat tersebut masuk ke dalam ruangan, sedangkan Ayahnya Anita hanya bisa terdiam melihatnya.
Sebenarnya Ayahnya Anita ingin menanyakan keadaannya Anita, akan tetapi ketika melihat mereka sepertinya panik maka membuatnya hanya bisa melihatnya.
Disaat Evan dan perawat tersebut telah berada di dalam ruangan, Evan berkata,
Evan : sebenarnya Virus yang menyerang tubuh pasien ini berjenis apa?
Perawat : Virus itu merupakan salah jenis Virus yang sangat mematikan, semua Dokter yang berada di rumah sakit ini telah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi mereka masih belum bisa mengobatinya
__ADS_1
Evan : lantas, apakah kamu mempunyai sebuah solusi?
Perawat : menurut saya, jalan satu-satunya adalah memasukkan sebuah sel darah yang sangat aktif kedalam tubuhnya, hal ini karena sebuah sel darah yang aktif dapat menghambat pergerakan Virus tersebut, akan tetapi masalahnya hingga sampai saat ini belum ada seorang pun yang memilikinya.
Evan terdiam mendengar ucapannya, setelah beberapa saat kemudian, Evan teringat dengan sebuah sel darah yang begitu aktif telah berada di dalam tubuhnya, Evan lalu berkata,
Evan : Sus (suster), aku mempunyai sel darah yang kamu butuhkan
Suster : maksud Dokter?
Evan : sel darah itu berada di dalam tubuh ku
Suster : bagaimana bisa Dok (dokter)?
Perawat tersebut segera mengambil beberapa peralatan kedokteran untuk mengambil beberapa darah yang berada di tubuhnya Evan.
Setelah itu, Perawat tersebut langsung memasukkan nya ke dalam tubuhnya Anita.
Beberapa saat kemudian, mereka dikejutkan dengan bunyi yang berasal dari sebuah monitor deteksi kesehatan, ternyata bunyi tersebut menandakan bahwa kesehatan pasien mulai membaik.
Mengetahui akan hal itu, Evan dan Perawat tersebut sangat senang karena menganggap kondisi Anita akan segera pulih dan sembuh dari penyakitnya.
__ADS_1
Akan tetapi keadaan yang seperti itu hanya berlangsung beberapa menit saja dan setelah itu kondisi Anita menjadi kritis kembali.
Perawat itu berkata,
Perawat : maafkan saya Dok, ternyata solusi yang saya sarankan tidak berhasil
Evan : tidak apa-apa
Evan lalu terdiam dan tertunduk lesu, kemudian bergumam " untuk dapat menyelamatkan nya, apakah aku harus memberikan semua darah ku ".
Gumaman Evan yang terdengar lirih sempat terdengar oleh Perawat tersebut dan Perawat tersebut berkata,
Perawat : jangan Dok! karena itu akan membuat Anda meninggal
Evan : demi menyelamatkan pasien ini, aku rela melakukan nya
Perawat : akan tetapi untuk kali ini, saya tidak dapat membantu Anda Dok
Evan : saya mohon, segera lakukan perintah ku
Perawat : baiklah Dok, saya akan melakukan nya, akan tetapi dengan sebuah cara saya sendiri
__ADS_1
Evan : maksud nya?
Perawat : cara saya tersebut adalah saya tidak menguras darah Anda melainkan saya akan mengalirkannya ke tubuh pasien, setelah itu saya akan mengembalikan darah Anda setelah melewati aliran darah yang berada di dalam tubuhnya pasien, hal ini karena untuk menghindari sesuatu yang dapat membahayakan nyawa Anda