
Paras wajah Evan kurang lebih mirip dengan wajah yang ada di foto bagian atas.
Evan memiliki wajah yang begitu tampan, sehingga banyak orang yang tidak mempercayai kalau sebenarnya Evan merupakan seorang Dokter.
*****
Beberapa saat kemudian ketika mereka masih memperdebatkan tentang profesi yang dimiliki oleh Evan, tiba-tiba seorang perawat datang menghampiri mereka.
Ternyata perawat yang bertugas untuk merawat Anita.
Setelah berada dihadapannya, Perawat tersebut berkata " maaf kak, untuk saat ini sudah waktunya untuk melanjutkan perawatan ".
Anita menjawabnya " baik sus (suster), saya akan segera menuju ke ruang perawatan "
Dengan adanya seorang perawat yang telah dihadapannya, membuat Evan mempunyai kesempatan untuk membuktikan profesinya kepada Anita.
Evan kemudian berkata kepada perawat tersebut " apakah engkau mengetahui aku yang merupakan salah seorang Dokter di rumah sakit ini ? "
Perawat itu menjawabnya " maaf kak, saya masih belum mengenal anda ".
Anita langsung tersenyum lepas ketika mengetahui jawaban dari perawatan tersebut.
Karena Evan ingin menyakinkan Anita mengenai profesinya, Evan kemudian berkata lagi kepada perawat tersebut " aku merupakan salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit ini ".
Perawat itu masih merasa bingung dengan ucapannya dan berkata " mohon maaf kak, saya masih belum mengetahui siapa anda, karena saya merupakan seorang perawat baru di rumah sakit ini ".
__ADS_1
Dengan jawaban tersebut akhirnya membuat Evan terdiam dan menggerutu " meskipun sebagai seorang perawat yang baru, pastinya harus dapat mengenali aku ! ".
Sedangkan Anita semakin tersenyum lepas disaat perawat tersebut tidak mengenali Evan.
Setelah itu, Anita bersama perawat tersebut meninggalkan Evan.
Akan tetapi sebelum meninggalkannya, Anita sempat berdialog sejenak dengan Evan.
Anita : terimakasih telah menghibur ku
Evan : menghibur tentang apa?
Anita : tentang selama ini aku yang lupa untuk tersenyum karena memikirkan virus yang menyerang bagian jantung ku
Evan : sebenarnya sebuah penyakit bukan untuk selalu dipikirkan, melainkan harus segera diobati
Anita : emangnya aku kesini bukan untuk berobat
Anita : aku termenung karena masih belum menemukan seorang Dokter yang dapat mengobati aku
Evan : aku salah seorang Dokter di rumah sakit ini dan aku akan berusaha keras untuk bisa menyembuhkan mu
Anita : jangan mulai lagi ya sandiwaranya
Evan : aku tidak bersandiwara, aku ini memang seorang Dokter
Anita : seandainya kamu memang benar seorang Dokter, pasti banyak orang yang berobat kepada mu
__ADS_1
Evan : mengapa?
Anita : karena kamu tampan dan mirip Boyband K-Pop
Evan : kamu bisa saja.
Anita : bolehkah aku menyukai mu
Evan : boleh, lebih dari suka ya boleh
Anita : mengapa?
Evan : karena pertama kali aku melihat mu, aku langsung jatuh cinta kepada mu
Anita : dengan keadaan ku yang seperti ini, apakah kamu tetap menyukai ku
Evan : aku tetap menyukai mu, karena sebesar apapun penyakit mu tidak akan bisa menghalangi cinta ku terhadap mu
Anita : apakah ucapan mu serius atau hanya sekedar sandiwara
Evan : aku serius dengan ucapan ku dan ini merupakan kata dari hati ku yang paling dalam
Anita : terimakasih karena telah menyukai ku apa adanya
Setelah mengatakan demikian, Anita beranjak pergi meninggalkan Evan, akan tetapi disaat beberapa langkah, Anita membalikkan badannya seraya berkata " Oppa Saranghae ".
Evan menjadi tersenyum malu ketika mendengar ucapannya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Evan teringat kembali dengan kegagalannya dalam menyelamatkan nyawa Ayahnya.
Sehingga dengan keadaan yang seperti itu, membuat Evan tidak yakin untuk dapat menyembuhkan Anita.