
Ternyata seseorang yang datang ke rumahnya Evan adalah Anita.
Anita disaat itu keadaannya telah membaik dan langsung bergegas menuju ke rumah Evan meskipun pihak Rumah Sakit melarangnya.
" Syukurlah, akhirnya Kakak telah tersadar " ucap Perawat yang menunggu Anita.
" Apa yang telah terjadi Sus (Suster) ? " tanya Anita dengan nada yang lemah.
" Selamat Kak, Anda telah sembuh dari sebuah Virus yang mematikan, dan ini semua karena bantuan dari Dokter Evan " jawab Perawat tersebut.
" Betapa senangnya aku, karena dapat sembuh dari penyakit ku " ucap Anita dengan tersenyum lega.
" Sus (suster), apakah Anda mengetahui tentang tempat tinggalnya Dokter Evan " tanya Anita sembari memposisikan tubuhnya duduk di atas tempat tidur.
" Alamatnya Dokter Evan cukup jauh dari Rumah Sakit ini, kira-kira membutuhkan waktu satu jam untuk dapat sampai ke rumahnya " ucap Perawat sembari memberikan alamatnya Evan.
" Sus, setelah ini aku akan pergi mengunjungi Dokter Evan " ucap Anita.
" Sebaiknya Anda beristirahat dulu sejenak, karena kondisi tubuh Anda masih lemah " jawab Perawat tersebut.
__ADS_1
" Saya tidak apa-apa Sus, saya hanya butuh waktu beberapa jam untuk beristirahat " ucap Anita.
" Baiklah kalau begitu, Saya akan mempersiapkan pakaian untuk Anda " jawab Perawat tersebut.
Beberapa jam kemudian setelah persiapan telah selesai, Anita lalu bergegas menuju ke rumahnya Dokter Evan.
Setelah sampai dirumahnya, Anita langsung mengetuk pintu dan memanggil Dokter Evan.
Akan tetapi ketika setelah beberapa menit menunggu, Anita tidak mendapati Dokter Evan membukakan pintunya.
Sehingga dengan keadaan yang demikian, Anita mencoba membuka pintu tersebut dan ternyata pintu rumahnya Dokter Evan tidak dalam keadaan terkunci.
Setelah berhasil membuka pintu tersebut, Anita memberanikan diri untuk langsung memasuki rumahnya Dokter Evan.
Setelah memanggil berulang-ulang tidak mendapatkan jawaban dari Dokter Evan maka membuat Anita berkeliling di setiap ruangan untuk mencari keberadaan Dokter Evan.
Hingga beberapa saat mencari keberadaan Dokter Evan, akhirnya Anita menemukan Dokter Evan yang sedang terbaring lemas di tempat tidurnya.
" Ternyata Dokter Evan sedang beristirahat di ruang kamar ini " ucap Anita dalam hatinya.
Anita langsung masuk kedalam kamar tidurnya Dokter Evan.
__ADS_1
" Dok, Dok, Dok " ucap Anita sembari menggoyangkan bagian tubuhnya Evan yang dengan maksud ingin membangunkan nya.
Setelah mencoba membangun Dokter Evan, ternyata Dokter Evan tidak kunjung bangun juga.
Hal ini sempat membuat Anita panik, Anita lalu memeriksa suhu tubuhnya dengan cara meletakkan bagian tangannya kearah wajahnya Evan.
" Suhunya begitu dingin, seperti nya Dokter Evan sedang mengalami demam yang begitu tinggi " ucap Anita dalam hatinya.
Dengan keadaan yang demikian, Anita kemudian dengan segera mengambilkan sebuah kain selimut yang dengan tujuan supaya suhu tubuhnya menjadi hangat.
Akan tetapi setelah menyelimutinya, suhu dingin tubuh Dokter Evan tetap saja belum mereda.
" Bagaimana ini, meskipun telah aku selimuti, demamnya tetap saja masih belum mereda " ucap Anita dalam hatinya.
Hal ini membuat Anita semakin panik, sehingga dengan keadaan yang seperti itu, Anita dengan segera melepaskan sebagian pakaian Dokter Evan.
Setelah itu Anita juga melepaskan sebagian pakaiannya.
Selanjutnya Anita berbaring disebelahnya Dokter Evan dengan posisi memeluk tubuhnya.
Disaat memeluk tubuhnya, Anita kemudian menarik kain selimutnya untuk menutupi bagian tubuhnya dan bagian tubuhnya Dokternya Evan.
__ADS_1
" Semoga dengan sebuah cara yang seperti ini, demam tubuhnya Dokter Evan berhasil mereda " ucapan Anita sembari menarik sebuah kain selimut.