
Setelah Ayahnya Anita menghajar Perawat Lelaki itu, Ayahnya Anita kemudian melepaskan ikatan dan menutup kembali pakaiannya yang sedikit terbuka.
Ayahnya Anita lalu berkata " apakah kamu baik-baik saja?
Anita yang telah selamat dari aksinya seorang Perawat Lelaki, kemudian menjawabnya hanya dengan menganggukkan kepalanya yang bersamaan dengan air matanya yang menetes di bagian pipinya.
Ayahnya kemudian berusaha membuat keadaannya lebih tenang seraya berkata " Ayah bersumpah, Ayah akan menuntut pihak rumah sakit ini ".
Mengetahui Ayahnya yang terlihat begitu emosi, Anita kemudian memegang tangannya dengan suara lirih berkata " tidak perlu Yah, biarkan sebuah karma yang menghukumnya ".
Ayahnya kemudian terdiam sejenak, dan akhirnya menyetujui permintaan Anita.
Setelah itu, Ayah teringat dengan sebuah bingkisannya yang akan diberikan kepada Anita dan ketika teringat maka Ayahnya menyerahkan kepadanya.
Setelah Anita membukanya, Anita sangat senang karena bingkisan tersebut berisi sebuah boneka panda yang terlihat sangat lucu menggemaskan.
Anita segera memeluk boneka tersebut seraya berkata " terimakasih Ayah ".
Ayahnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Disela-sela mereka berbincang-bincang, seorang Dokter menghampiri mereka dengan rasa penuh penyesalan mengucapkan sebuah permintaan maafnya terhadap salah seorang Perawat nya telah melakukan tindakan berbahaya terhadapnya.
Dokter tersebut juga mengatakan bahwa Perawatnya tersebut telah di serahkan kepada pihak yang berwajib.
Selain itu, pihak rumah sakit akan membebaskan biaya pengobatan terhadap Anita.
Mendengar akan hal itu, membuat Anita dan Ayahnya merasa lega dan menerima permintaan maafnya.
Akan tetapi beberapa saat kemudian, Dokter tersebut mengatakan bahwa virus yang terdapat dalam tubuhnya Anita masih belum di temukan obatnya.
Dokter tersebut juga mengatakan bahwa dirinya dan pihak rumah sakit telah berusaha mencari obat tersebut hingga keluar negeri, akan tetapi hingga saat ini masih belum juga mendapatkannya.
Meskipun demikian, Dokter tersebut bersama pihak rumah sakit untuk terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Anita.
Hingga beberapa saat kemudian, Ayahnya Anita berkata,
Ayahnya Anita : saya mohon, segera temukan obat virus itu
Dokter : baik Pak, saya akan selalu berusaha
Ayahnya Anita : kira-kira sampai berapa lama putri saya akan bertahan hidup?
__ADS_1
Dokter : mohon maaf Pak, kira-kira hanya sampai satu minggu
Ayahnya dengan sontak langsung terkejut dan terdiam gelisah.
Beberapa menit kemudian, Ayahnya melanjutkan pembicaraannya.
Ayahnya : apakah anda tidak mempunyai sebuah solusi lain untuk mengobati putri saya?
Setelah memikirkannya sejenak, Dokter tersebut teringat dengan seorang Dokter yang begitu pengalaman dalam mengobati sebuah virus.
Dokter : sebenarnya ada sebuah harapan untuk menyembuhkan putri Bapak
Ayahnya Anita tersenyum lega, seraya berkata,
Ayahnya Anita : apa itu Dok ( Dokter )?
Dokter : di rumah sakit ini, ada seorang Dokter yang begitu ahli dalam mengobati sebuah virus, akan tetapi untuk sementara, Dokter tersebut telah mengalami trauma yang begitu dalam akibat usaha yang telah gagal dalam mengobati sebuah virus yang ada pada tubuh Ayahnya. Padahal selama ini Dokter tersebut tidak pernah sama sekali mengalami kegagalan. Apabila Bapak berminat, saya bersedia mengantarkan Bapak
Ayahnya Anita : saya sangat berminat Dok, karena apapun itu akan saya lakukan demi kesembuhan putri saya
Dokter : baiklah kalau begitu, Dokter tersebut bernama Evan
__ADS_1
Anita yang ketika itu sempat sedikit mendengar percakapan mereka, maka dengan sontak terkejut dan berkata dalam hatinya " apakah mungkin, Evan yang aku temui di taman merupakan seorang Dokter ahli itu? ".