Penghangat Ranjang Tuan Tampan

Penghangat Ranjang Tuan Tampan
Gadis Perawan


__ADS_3

Daniel masuk ke dalam kamarnya, membanting puntu kamar dengan keras, membuat mereka yang berada di luar kamar hanya bisa menghela nafas kasar sebab hal seperti itu sudah sering terjadi.


Rumah yang harusnya menjadi tempat untuk beristirahat dengan tenang justru menjadi tempat yang membuat Daniel enggan untuk pulang.


Daniel mengeluarkan ponselnya lalu terlihat menghubungi seseorang. "Besok aku akan ke Indonesia, apa kau sudah menemukan apa yang aku minta?" tanya Daniel.


"Datanglah, aku akan menyiapkan seperti biasa," jawab lawan bicara Daniel yang tidak lain adalah Eric, sekretaris nya.


Daniel yang dulu adalah pria yang bisa dikatakan sangat menghormati perempuan, terlebih pada Rachel. Namun, setelah Rachel mengecewakannya, Daniel benar-benar berubah.


Sosok Rachel yang Daniel anggap sangat baik saja ternyata seekor ular betina, lalu bagaimana dengan wanita lain di luar sana. Kepercayaan Daniel akan seorang perempuan lenyap sudah setelah Rachel mengecewakannya.


"Tidak salah aku memintamu pergi lebih dulu. Siapkan semuanya dengan baik," ucap Daniel tertawa sendu setelah itu memutuskan panggilan telepon.

__ADS_1


Eric yang baru saja selesai berbicara dengan Daniel hanya bisa terdiam menatap ponselnya.


Eric sangat mengerti apa yang di rasakan oleh Daniel, sebab Eric sudah bekerja pada Daniel hampir sembilan tahun lamanya. Eric merindukan Daniel yang dulu, sosok teman sekaligus atasan yang baik menurutnya.


Daniel yang sekarang seperti pria yang punya kelainan ****. Pria yang dulu selalu berpikir sepuluh kali sebelum menyentuh wanita itu, sekarang justru selalu meminta gadis perawan untuk menjadi teman tidurnya setiap kali Daniel ingin berhubungan ataupun keluar negeri. Seperti yang saat ini Daniel minta pada Eric, mencarikannya seorang gadis perawan untuk menjadi teman tidurnya saat Daniel berada di Indonesia.


Sesuatu yang tidak Daniel dapatkan dari Rachel akan Daniel dapatkan berkali kali lipat dari gadis lain. Karena itu Daniel selalu ingin meniduri gadis perawan.


"Sampai kapan ini semua akan seperti ini, Niel? Sekalipun aku tidak lebih baik darimu, tetapi aku ingin Daniel yang dulu. Daniel yang dapat menghormati wanita dan tidak berpikir buruk pada setiap wanita," ucap Eric menyimpan kembali ponselnya, lalu mulai memejamkan matanya.


Sunny terbangun dari tidurnya saat mendengar suara adzan berkumandang dari ponselnya. Sunny bangkit dengan lemas. Air matanya mengalir mendengar suara adzan.


Sunny yang mengingat pekerjaan yang akan di jalaninya mulai sekarang membuat Sunny merasa menjadi hamba Allah yang sangat buruk.

__ADS_1


Dengan langkah gontai Sunny melangkah menuju kamar mandi guna membersihkan dirinya sebelum menunaikan sholat yang mungkin saja setelah ini akan di tinggalkannya.


Sunny sadar betul jika semua yang Sunny lakukan salah, tetapi Sunny juga tidak punya pilihan lain selain mengambil jalan pintas yang jelas salah tersebut.


Setengah jam kemudian Sunny selesai dengan ritual mandi nya, Sunny mulai mengerjakan solat nya dengan begitu khusyu'.


Air mata Sunny kembali keluar saat tangannya mulai terangkat memanjatkan doa pada sang pencipta.


"Aku tahu ini semua salah, aku mohon maafkan aku. Aku mohon ya Tuhan....


Aku tidak tahu harus berbuat apa. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk keluargaku. Tolong jangan membenciku, aku mohon maafkan aku," ucap Sunny di sela isak tangisnya.


Setelah menunaikan solat nya, Sunny mulai mengemasi barang-barangnya. Sunny yang telah selesai dengan semua urusannya di sana saat ini tengah berdiri di depan cermin.

__ADS_1


Sunny menatap iba pada dirinya sendiri. Hampir semua yang wanita inginkan ada pada dirinya, cantik, pintar dan mempunyai tubuh yang bagus. Namun kesempurnaan fisik yang dimiliki Sunny tidak seperti jalan hidupnya.


"Apa gunanya semua ini jika pada akhirnya berakhir menjadi kupu-kupu malam?" gumamnya.


__ADS_2