Penghangat Ranjang Tuan Tampan

Penghangat Ranjang Tuan Tampan
Membuat Kesepakatan


__ADS_3

Suara tawa yang begitu kencang terdengar di dalam ruangan yang kedap suara tersebut. Sunny menjadi semakin gugup, tetapi tetap berusaha terlihat tenang menanggapi semua itu.


Sunny pikir wajar saja jika pria itu menertawakan apa yang dikatakannya. Tiga milyar bukanlah uang yang sedikit dan kedatangannya yang tiba-tiba meminta uang tiga milyar sangat wajar membuat siapapun merespon seperti itu.


"Aku perawan dan saya pikir itu harga yang pas untuk sebuah keperawanan," ucap Sunny lagi dengan begitu lantang berhasil menghentikan tawa Leo.


Kamu sangat memalukan, Sun. Kamu tidak punya harga diri, dengan mudahnya kamu menawarkan dirimu sendiri. Batinnya.


"Wow, benarkah?" ucap Leo menanggapi itu semua sembari memutari tubuh Sunny yang berdiri di depannya.


Tatapan Leo seakan sangat melecehkan Sunny dimana Sunny sadar Leo tengah memperhatikan lekuk tubuhnya. Namun, Sunny hanya bisa meneguk rasa malu dan marahnya karena memang menjajakan tubuhnya menjadi tujuannya berada di sana.


"Apa mungkin gadis cantik sepertimu dan seusiamu masih perawan di zaman sekarang ini?" tanya Leo meremehkan Sunny yang memejamkan matanya dengan tangan terkepal mendengar semua itu.


Jika benar wanita ini masih perawan, ini akan menjadi ladang uangku. Batin Leo.


"Aku bersumpah atas nama keluargaku," jawab Sunny.


"Anda bisa membunuhku jika aku berbohong, berikan saja aku uang tiga milyar, setelah itu aku menjadi milik kalian," ucap Sunny lagi memberikan tawaran yang jelas akan membuatnya menjadi tawanan di tempat maksiat tersebut.

__ADS_1


Luar biasa. Aku bisa mendapat dua kali lipat dari yang ia minta jika dia berkata benar. Dengan tubuh dan wajah secantik dirinya serta kesuciannya, aku sangat yakin mereka akan siap membayarku untuk tubuhnya. Leo yang saat ini berdiri di belakang Sunny, sedikit tersenyum membayangkan Sunny sebagai tumpukan uang yang akan didapatnya.


Leo kembali melangkah menuju kursinya dan duduk di sana, dengan kepala menunduk serta mulut yang tertutup, pria itu terlihat seperti orang yang tengah berpikir.


"Aku akan mencari tempat lain jika Anda tidak dapat membantuku!" seru Sunny membuat Leo dengan cepat menatapnya.


"Tiga milyar bukan uang yang kecil. Tidak akan ada yang siap untuk membayar sebanyak itu hanya untuk keperawanan," ucap Leo menghancurkan harapan Sunny yang mendengarnya.


"Katakan padaku berapa yang sanggup mereka berikan?" tanya Sunny pada Leo yang lagi-lagi terdiam seakan tengah berpikir.


"Satu koma lima, itu mungkin. Hanya itu yang berani aku tawarkan, itu pun akan sulit untukku mencari pelanggan yang siap membayar sejumlah satu koma lima milyar untukmu," ucap Leo beberapa saat kemudian.


"Hmmm, begini saja. Aku akan menutupi kekurangannya seperti jumlah yang kamu inginkan, sebagai hutang. Sebagai gantinya, kau akan bekerja padaku sampai hutang-hutangmu lunas," ucap Leo lagi memberikan tawaran kepada Sunny yang dengan cepat menganggukkinya.


Berhasil. Benar-benar gadis lugu. Dia masuk dalam perangkapku, aku sangat yakin usahaku akan semakin sukses dengan adanya dia. 


"Baiklah, aku akan membuat kontrak kerjanya dan mulai saat ini kamu akan tinggal disini. Aku akan menyiapkan satu kamar khusus untukmu," ucap Leo kembali bangkit dari duduknya.


"Aku punya persyaratan sebelum menyetujui itu semua," ucap Sunny membuat raut wajah Leo berubah kesal mendengarnya.

__ADS_1


"Kau berani mengajukan syarat padaku yang akan memberimu hutang?" geram Leo.


"Aku anggap sebagai sebuah kesepakatan antara kita," ujar Sunny.


"Katakan!" 


"Aku tidak ingin menjadi seperti mereka yang dengan mudah menyentuhku. Sekalipun aku menjual tubuhku, aku ingin Anda memastikan semuanya aman dan tidak menghargaiku dengan mudah. Aku jelas lebih berkualitas dibanding anak buahmu yang lain, tanpa perlu aku jelaskan lebih detail, aku sangat yakin anda mengerti apa yang aku maksud."


Baru kali ini aku memanfaatkan anugrah yang kau berikan ini Tuhan. Aku memanfaatkan kesempurnaan yang kau berikan padaku untuk jalan yang sesat. Maafkan aku. Lirihnya dalam hati.


"Baiklah. Aku setuju. Aku akan menjadikanmu wanita nomor satu di sini," jawab Leo yang menganggap permintaan Sunny bukanlah hal yang sulit untuk dikabulkan. 


Leo mengulurkan tangannya pada Sunny yang perlahan membalas uluran tangan Leo dengan berjabat tangan.


Setelah kesepakatan dibuat, Leo menekan tombol yang ada di atas mejanya sehingga membuat pintu ruangannya otomatis terbuka.


"Tunjukan padanya kamar terbaik disini!" titahnya pada anak buahnya yang berjaga di depan pintu.


"Kau punya satu hari untuk menyiapkan semuanya, mungkin saja barang-barangmu," ucap Leo lagi kembali menata Sunny yang hanya menganggukkan kepala sembari keluar dari ruangan Leo dengan hati yang hancur, meskipun ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.

__ADS_1


__ADS_2