Penghangat Ranjang Tuan Tampan

Penghangat Ranjang Tuan Tampan
Aku Mau Berteman Denganmu


__ADS_3

"Kau mau ke mana?" tanya Rachel menghentikan Daniel yang baru saja keluar dari kamarnya.


Ya, kamarnya. Daniel dan Rachel tidak tidur di kamar yang sama, keduanya tidur di kamar terpisah sejak awal pernikahan mereka enam tahun yang lalu.


"Berulang kali aku katakan. Jangan pernah ikut campur urusanku!" bentak Daniel menepis tangan Rache yang menyentuhnya.


"Aku istrimu. Kenapa aku tidak bisa ikut campur dengan urusanmu? Sampai kapan kau akan menyakitiku dengan bermain bersama wanita murahan di luar sana?" tanya Rachel dengan suaranya yang dapat di dengar oleh semua orang yang ada di kediaman mereka.


Daniel tertawa mendengar ucapan Rachel, lalu kembali memberikan tatapan tajam pada Rachel. "Lihatlah cermin sebelum berbicara," ucapnya setelah itu berlalu pergi.


Semua pelayan yang ada di sana hanya bisa diam mendengarkan pertengkaran yang selalu terjadi antara majikan mereka. Semua pelayan merasa sangat penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi antara majikan mereka. Semua pelayan di sana mengingat dengan jelas bagaimana hubungan asmara majikan mereka dulu sangatlah membuat siapapun akan merasa iri melihatnya, tetapi yang terjadi setelah pernikahan justru sebaliknya.


keharmonisan yang dulu selalu terlihat tak pernah lagi terlihat setelah keduanya menikah, entah apa yang sebenarnya terjadi, hanya Daniel dan Rachel lah yang tahu jawabannya.


***


Jarum jam sudah menunjukan pukul lima sore, dan saat ini Sunny sudah berada di kamar baru yang akan mulai di tempatinya. Sunny mulai menyusun semua pakaiannya di lemari yang ada di sana, tetapi seseorang yang mengetuk pintu menghentikan aktivitasnya.


Sunny membuka pintu kamarnya dan melihat seoang wanita berpakaian seksi tengah berdiri di depan pintu terdiam menatapnya. "Kau benar-benar cantik, persis seperti yang mereka katakan," ucap wanita itu pada Sunny yang hanya tersenyum canggung menatapnya.


"Aku Lucy. Aku akan menjadi temanmu mulai saat ini," ucap wanita itu lagi mengulurkan tanganya pada Sunny yang masih saja terdiam menatapnya.

__ADS_1


Melihat tak ada respon dari Sunny wanita yang menyebut dirinya Lucy itu menarik tangan Sunny agar membalas jabatan tanganya. "Aku tahu namamu Sunny," ucapnya lagi.


Wanita bernama Lucy itu menerobos masuk ke dalam kamar Sunny tanpa Sunny persilahkan. Sunny yang melihat itu menutup pintu kamar dan menyusul Lucy yang sudah lebih dulu berdiri di depan lemari pakaiannya.


"Pakaian seperti ini tidak akan bisa kau gunakan untuk bekerja," ucap Lucy.


"Ya ampun. Kau masih saja diam. Dengarkan aku, mungkin aku perlu menjelaskan siapa aku. Aku Lucy, aku sudah satu tahun bekerja di sini. Bos Leo memintaku membantu mu mengenal tempat ini dan membantumu dalam hal lainnya. Oh ya, bersiaplah sebentar lagi kita akan pergi melakukan pemeriksaan," terang Lucy.


"Memeriksaku untuk apa?" tanya Sunny akhirnya berbicara.


"Jangan tersinggung. Hanya pemeriksaan kesehatanmu, bos Leo selalu memastikan semua yang bekerja dan pelanggan yang datang untuk menggunakan jasa kita bebas dari penyakit seperti itu."


"Hei. Sudah aku katakan untuk tidak tersinggung. Semua itu juga demi kebaikan kita," ucap Lucy lagi menepuk pelan lengan Sunny.


"Baiklah." Hanya satu kata singkat yang terdengar dari bibir Sunnya.


Lucy yang melihat itu terdiam. Melihat keadaan Sunny saat ini mengingatkan Lucy pada kejadian satu tahun yang lalu dimana menjadi awal Lucy berada di sana.


Lucy melangkah menuju balkon berdiri di sana menatap jauh entah kemana.


"Aku berada di sini juga bukan atas keinginanku," ucapnya terdengar lebih kalem dari sebelumnya.

__ADS_1


Sunny yang mendengar itu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut cerita Lucy. Sunny menghampiri Lucy dan berdiri di samping Lucy.


"Aku di jual oleh kekasihku sendiri. Lebih tepatnya calon suamiku," ucap wanita itu lagi terdengar semakin sendu.


"Calon suamimu? Kenapa bisa?" tanya Sunny penasaran.


"Aku berasal dari kota kecil yang sangat jauh dari Jakarta. Aku sangat mencintai kekasihku tetapi keluargaku tidak merestui. Aku kabur bersamanya karena aku mencintainya, tetapi yang terjadi justru seperti ini. Aku berada di sini dan bekerja di sini," ucap Lucy.


"Kenapa tidak kabur dari sini?" tanya Sunny lagi.


"Dia mengambil uang dengan jumlah besar pada bos Leo. Menjualku setelah itu meninggalkanku untuk selama-lamanya. Aku senang dia pergi dan aku harap neraka menjadi tempatnya," ucap Lucy kembali membuat Sunny merasa bingung.


"Dia meninggal karena kecelakaan tepat sesaat setelah mendapat uang dari hasil menjualku," terang Lucy pada Sunny yang seketika mengerti apa yang sudah terjadi pada Lucy.


Sunny menyentuh tangan Lucy, mengusapnya dengan lembut memprlihatkan rasa simpatinya pada Lucy.


"Aku di sini bersamamu. Kau mau menjadi temanku?" ucap Lucy kembali terlihat ceria seperti awal Sunny melihatnya.


Sunny tersenyum pada Lucy, dan tanpa Lucy duga Sunny akan memeluknya. "Aku mau menjadi temanmu," jawabnya.


"Hmmm... Sekarang jangan bersedih. Ayo bersiap kita akan pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan," ucap Lucy setelah beberapa saat mereka berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2