Penghangat Ranjang Tuan Tampan

Penghangat Ranjang Tuan Tampan
Tiga Milyar


__ADS_3

Pernah merasakan hidup di luar negeri jelas membuat Sunny pernah melihat hal-hal yang di lihatnya sekarang, tetapi Sunny sama sekali tidak menyangka jika apa yang pernah dilihatnya saat di luar negeri tersebut akan di lihatnya juga di negara asalnya.


Kehidupan yang bebas terlihat jelas di sini dan kemungkinan besar aku juga akan menjadi salah satu dari mereka.


Banyak sekali orang-orang dengan menggunakan pakaian yang bisa disebut hampir telanjang, hampir semua wanita yang dilihatnya menggunakan pakaian yang sangat terbuka. 


Tak sedikit pria dan wanita saling berpelukan, berciuman dan menari bersama dibawa lampu yang berkelap-kelip diiringi musik yang sangt memekakkan telinga bagi Sunny yang tidak terbiasa dengan kebisingan tersebut.


Pa, ma, kakak. Maafkan aku. Kalimat yang sama yang selalu Sunny ucapkan sejak ia memutuskan untuk mengambil jalan tersebut.


Sunny kembali berusaha tenang, mengabaikan beberapa tatapan pria ataupun wanita yang tertuju padanya. Tujuan Sunny sekarang adalah pemilik dari tempat tersebut. Sunny menghampiri meja bar yang ada di sana, bertanya pada pria yang juga sempat melirik padanya ditengah kesibukannya meracik minuman.


"Apa yang kamu lakukan di sini, cantik?" tanya pria itu pada Sunny, tepat saat Sunny sudah berada di depannya.


Pria tampan yang tengah meracik minuman tersebut jelas menyadari jika Sunny adalah orang baru, orang yang jelas jarang berada di tempat seperti itu. Bertahun-tahun bekerja disana membuat pria itu mengerti ciri-ciri orang yang terbiasa berada di tempat bising seperti itu.


"Saya mencari Bos Leo. Apa Anda bisa membantu saya bertemu dengan Bos Leo. Tolong! Ini sangat penting," ucap Sunny secara langsung pada pria yang saat ini menatapnya dengan sebelah alis terangkat.


"Anda yakin? Anda sangat cantik, Anda pasti bisa mendapatkan pekerjaan lainnya," jawaban pria itu tanpa berbasa-basi saat ia sudah bisa menebak apa tujuan Sunny bertemu dengan atasannya selain bekerja di sana.


"Sudah saya katakan ini penting. Tolong!" pinta Sunny lagi dengan tatapan yang penuh dengan harap. Terlihat juga kesedihan di mata cantik Sunny yang tengah berharap pada bartender itu.

__ADS_1


"Saya tidak mengenal siapapun di sini. Tolong bantu saya," ucap Sunny lagi menaruh harapan pada pria yang membuatnya merasa jika pria yang ada di hadapannya adalah salah satu orang baik yang ada di tempat nya berada sekarang.


"Baiklah, tunggu sebentar!" jawab pria itu memberikan pesanan pelanggan, lalu berpamitan kepada temannya untuk mengantar Sunny menemui atasan mereka.


Sunny menunggu sembari terus memperhatikan sekelilingnya, tanpa menyadari sepasang mata yang begitu tajam dan nakal menatapnya dengan tatapan yang jelas bisa terbaca oleh siapapun yang akan melihatnya. Pria itu perlahan mendekat pada Sunny yang belum menyadari hal itu.


"Cantik, siapa namamu?" tanya pria itu nyaris membuat jantung Sunny keluar dari tubuhnya saat pria itu dengan berani menyentuh pinggangnya.


"Jangan mengganggunya!" Pria yang berbicara dengan Sunny sebelumnya dengan cepat menyelamatkan Sunny dari rasa takutnya. Pria itu menepis tangan pria lainnya yang berani menyentuh Sunny, lalu dengan cepat membawa Sunny yang masih terdiam takut untuk segera menjauh dari sana, menuju ruangan dimana pria yang dicari Sunny berada.


"Terima kasih," ucap Sunny lirih menatap pria yang saat ini ia biarkan menggandeng tanganku.


Mendengar ucapan Sunny, pria itu menghentikan langkahnya. Melepaskan gandengan tangan mereka lalu menatap iba pada gadis cantik yang baru ditemuinya itu.


"Sunny," jawab Sunny tersenyum.


"Tolong jangan menatapku seperti itu! jangan pula bertanya padaku! Aku harus melakukan semua ini," ucap Sunny berbicara dengan sedikit lebih bersahabat pada Noah yang hanya tersenyum sendu menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Sunny yang sudah lebih dulu menghentikannya untuk bertanya.


"Baiklah, aku harap kamu tidak akan menyesali keputusanmu. Aku tahu kamu wanita baik," ungkap Noah, kembali melanjutkan langkahnya, diikuti oleh Sunny yang hanya bisa menjawab dalam hatinya.


Aku tahu aku akan menyesali semuanya, nanti. Namun, sekarang menyelamatkan keluargaku adalah hal pertama yang harus aku lakukan.

__ADS_1


Keduanya tiba di lantai atas gedung tersebut, Sunny mengepalkan kedua tangannya, berusaha memberanikan dirinya saat ia sudah berdiri di depan sebuah pintu yang Sunny tebak adalah tempat dimana pria yang disebut sebagai bos Leo berada.


"Ini tempatnya?" tanyanya pada Noah yang menganggukkan kepala menjawabnya.


"Terima kasih banyak sudah membantuku," ucap Sunny tulus yang hanya ditanggapi Noah dengan senyuman saat Noah tidak tahu harus berbuat apa pada wanita yang membuatnya merasakan perasaan peduli padanya.


Sunny masuk ke dalam pintu yang ada di depannya setelah kedua penjaga yang berjaga di depan pintu mengizinkannya masuk, menatap sekilas pada Noah sebelum akhirnya benar-benar masuk ke dalam sana.


"Sempurna," ucap seorang pria menatap Sunny yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


Jadi dia, orangnya. Batin Sunny.


"Apa yang bisa aku lakukan untukmu, cantik?" Pria itu bangkit dari duduknya, menghampiri Sunny yang sudah berdiri tegak tak jauh darinya.


Tatapan kagum jelas terlihat darinya yang saat ini tengah memperhatikan Sunny dari bawah sampai ujung kepala Sunny. Benar-benar cantik.'Batinnya.


"Berikan aku tiga milyar!" pintanya lantang.


~ Bersambung


***

__ADS_1


Bantu dukung aku, ya guys. Like komen dan dukungan kalian sangat aku harapkan. Terima kasih banyak.🙏🙏


__ADS_2