
Bagaimana? Apa kau telah menemukannya?" tanya seorang pria pada orang suruhannya yang diperintahkan khusus untuk mencari seseorang seperti kriteria yang atasan mereka inginkan.
"Saya melihat seorang wanita di jalanan. Dia persis seperti kriteria tuan Daniel. Cantik dan punya tubuh yang bagus. Bahkan lebih cantik dari wanita-wanita sebelumnya. Hanya saja aku belum tahu mengenai itu," ucap pria suruhan menatap sekretaris Daniel yang bernama Eric.
"Wanita jalanan? Apa maksudmu? Kau ingin tuan Daniel membunuhmu?" bentak Eric.
"Dia bukan wanita jalanan. Dia terlihat berkelas, saya jamin tuan Daniel akan menyukai wanita itu, terlebih jika syarat utama yang tuan Daniel inginkan ada pada wanita itu." Dengan gugup pria yang menjadi suruhan mencoba menjelaskan pada Daniel yang akhirnya terdiam mencoba mencerna ucapannya.
"Anda bisa melihatnya!" pria itu menunjukkan ponselnya pada Eric dimana dia sempat mengambil foto sang wanita yang tengah mereka bicarakan.
"Dia orangnya?" tanya Eric antusias.
"Ya, dia orangnya. Menurut saya dia sangat cantik. Bagaimana menurut Anda?"
__ADS_1
"Cari tahu siapa dia, secepatnya aku ingin tahu semua hal tentang wanita itu," perintah Eric yang dengan cepat di anggukkan patuh oleh anak buahnya.
Di tempat lainnya, seorang pria tengah menatap sedih pada sebuah foto pernikahan yang terpajang dengan ukuran cukup besar di dinding rumahnya. Pria itu adalah Daniel Stewart. Daniel masih mengingat dengan jelas betapa bahagianya dia dulu sebelum foto pernikahan itu diambil.
Menjalin hubungan dengan wanita yang amat dicintainya serta mendapat restu dari kedua orang tuanya membuat kehidupan Daniel terasa begitu lengkap. Namun, semua itu berubah setelah Daniel menikahi wanita yang dia cintai tersebut.
Malam pertama pernikahan mereka menjadi malam yang begitu Daniel tunggu-tunggu selama empat tahun dia dan kekasihnya menjalin hubungan. Namun di malam pertama pernikahan mereka Daniel mengetahui semua pengkhianatan wanita yang resmi menjadi istrinya.
Daniel menikahi kekasihnya setelah empat tahun mereka berpacaran, tetapi di malam pertama pernikahan mereka seakan menjadi hari terakhir hubungannya bersama wanita yang selama ini Daniel cintai.
Mengetahui jika sesuatu yang telah Daniel jaga selama ini dari kekasihnya sudah direnggut oleh pria lain membuat Daniel merasa amat kecewa, terlebih saat Daniel mengetahui jika wanita yang dicintainya pernah berkhianat saat hubungan mereka tengah berlangsung. Rasa cinta dan kecewa yang Daniel miliki menjadi satu membuat Daniel tak lagi bersikap seperti dulu dimana Daniel selalu bersikap lembut dan perhatian pada Rachel wanita yang telah menyandang status sebagai istrinya.
Kehidupan pernikahan yang harusnya Daniel dan Rachel lalui dengan kebahagiaan justru menjadi kehidupan kelam bagi keduanya. Daniel tidak dapat menceraikan Rachel karena kedua orang tuanya begitu menyukai Rachel, dan Rachel tidak mendapatkan sedikitpun cinta dari Daniel sekeras apapun Rachel berusaha menebus kesalahannya.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Rachel mengejutkan Daniel yang tengah melamun di depan foto pernikahan mereka.
Daniel menoleh pada Rachel dan memberikan tatapan yang terlihat jelas kebencian yang ada di matanya. "Jangan pernah menyebutkan panggilan menjijikan itu padaku. Katakan itu pada kekasihmu!" bentak Daniel berlalu pergi tanpa menghiraukan perasaan Rachel.
"Sampai kapan kita akan seperti ini? Kapan kamu akan memaafkanku?" teriak Rachel membuat gempar seisi rumah yang sudah terbiasa dengan pertengkaran keduanya.
"Ini sudah hampir enam tahun dan tidak sekalipun kamu memberiku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku," sambung Rachel pelan saat melihat Daniel berhenti melangkah meskipun masih membelakanginya.
"Semuanya akan tetap seperti ini selama kamu tidak ingin berpisah," jawab Daniel
"Sampai mati pun, aku tidak akan pernah mau berpisah denganmu," ucap Rachel kembali berteriak.
"Maka nikmati saja pernikahan yang bahagia ini," jawab Daniel, lalu kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1