Penghangat Ranjang Tuan Tampan

Penghangat Ranjang Tuan Tampan
Mencari Tahu Tentang Sunny


__ADS_3

Sunny dan Lucy keluar dari tempat hiburan itu bersamaan dengan seorang pria yang masuk ke dalam sana. Sunny yang terbiasa mengabaikan tatapan orang-orang padanya sama sekali tidak berpikir jika pria yang baru saja berjalan berlawanan arah dengannya datang ke sana dengan maksud tertentu padanya. Pria itu adalah pria suruhan Eric yang diminta mencari tahu tentang Sunny.


"Dimana pemilik tempat ini?" tanya pria itu pada Noah yang kebetulan berpapasan dengannya.


"Anda bisa bertanya pada pria itu!" tunjuk Noah pada seorang bodyguard Leo. Pria itu menghampiri orang yang di maksud oleh Noah tanpa mengatakan apapun pada Noah.


"Kenapa banyak sekali yang mencari bos Leo akhir-akhir ini," gumam Noah melanjutkan pekerjaannya.


Pria yang menjadi suruhan Eric dibawa oleh pengawal Leo menuju ruangan Leo berada.


"Siapa kau? Ada perlu apa mencariku?" tanya Leo tanpa mempersilahkan pria itu untuk duduk.


"Saya datang atas perintah seseorang. Siapa wanita ini?" tanya pria itu pada Leo yang menyeringai menatapnya saat berpikir pundi-pundi uang mulai menghampirinya.


"Ada perlu apa kau dengan orangku?" tanya Leo memasang wajah sangar.


"Atasanku ingin tahu tentangnya. Apa dia bekerja di sini?" tanya pria itu pada Leo.

__ADS_1


"Ya dia akan bekerja di sini," jawab Leo tak ingin menunda saat Leo mulai berpikir jika pria di depannya bukan suruhan orang biasa.


"Akan? Apa itu artinya dia belum bekerja di sini?" tanya pria itu lagi.


"Dia baru akan bekerja di sini setelah melewati semua proses pemeriksaan kesehatan," jawab Leo.


"Itu sangat bagus. Langsung saja, sebelumnya saya Ryan, saya diminta untuk mencari gadis yang akan menyambut atasan saya saat tiba di Indonesia. Dia menginginkan gadis perawan, dan siap membayar mahal untuk itu. Wanita itu masuk ke dalam kriteria atasan kami karena itu saya datang kemari mencari tahu tentangnya," terang pria yang baru diketahui bernama Ryan.


Benar-benar pembawa keberuntungan untukku. Batin Leo tersenyum senang.


"Dia bernama Sunny. Dia siap menjual mahkotanya untuk Empat milyar," ucap Leo dengan senang hati memulai aksinya memperalat Sunny.


"Baiklah, aku setuju. Berikan aku kontak mu agar aku bisa menghubungimu setelah mendapatkan hasil pemeriksaannya," kata Leo mengulurkan tangannya pada Ryan yang hanya memasang wajah datar sembari mengeluarkan kartu nama dari saku jas nya.


"Hubungi nomer ini jika semua sesuai seperti yang saya katakan sebelumnya" ucap Ryan setelah itu memutar tubuhnya berlalu pergi dari sana, siap melapor pada Eric yang pastinya sudah menunggu kabar darinya.


Setelah Ryan pergi. Leo terlihat menghubungi seseorang. "Pastikan dengan baik kondisinya Aku ingin mendapatkan hasilnya malam ini juga," pinta Leo pada pihak rumah sakit yang bekerja sama dengannya.

__ADS_1


Seperti yang Ryan katakan benar adanya. Eric yang saat ini berada di salah satu kamar terbaik yang ada di hotel ternama di Jakarta tengah menunggunya.


"Bagaimana? Apa sudah mengetahui siap wanita itu?" tanyanya.


"Wanita itu bernama Sunny. Dia sedang mengalami kesulitan keuangan dan menawarkan diri pada pemilik salah satu kelab malam ternama di sini untuk menjual mahkota nya," terang Ryan dengan singkat dan jelas.


"Apa benar seperti itu?" tanya Eric lagi.


"Pria bernama Leo itu akan segera menghubungi Anda jika sudah mendapatkan hasil pemeriksaan wanita itu," jawab Ryan.


"Baiklah, kau boleh pergi!" usir Eric.


Eric terdiam mencerna semua yang ada. Mencari gadis perawan bukan pertama kalianya dia lakukan. Namun kali ini Eric merasa ada sesuatu yang berbeda, tetapi Eric tidak tahu itu apa.


Satu hal yang selalu Eric harapkan hanyalah ingin sahabatnya kembali menjadi pria yang baik seperti dulu dan berhenti bermain dengan gadis perawan.


Eric kembali menatap selembar foto Sunny yang ada padanya. Sebagai seorang pria, Eric akui jika Sunny gadis yang cantik. Bahkan sangat cantik. Eric menyayangkan gadis seperti itu harus mengambil jalan pintas hanya untuk sebuah kesenangan. Itulah yang Eric pikirkan tentang Sunny yang dengan mudah menjual diri untuk uang.

__ADS_1


"Sunny. Kenapa masih banyak gadis yang menjual diri hanya karena uang?" gumam Eric.


__ADS_2