
Mempunyai lekuk tubuh yang bagus, serta paras yang cantik tak salah jika Sunny menjadi gadis yang dijuluki sebagai gadis cantik karena kecantikannya memang tidak diragukan lagi. Kecantikannya itu juga yang membuat Sunny mendapat penjagaan yang cukup ketat dari keluarganya selama ini, terlebih dari Evans sang kakak. Namun, sekarang gadis cantik yang selalu mendapat perlindungan keluarga itu justru terpaksa hidup tanpa perlindungan. Berada di luar rumah tanpa perlindungan yang ketat seperti sebelumnya.
"Ma, berhentilah menangis! Sunny akan baik-baik saja," pinta Evans berusaha membujuk ibunya yang tak hentinya bersedih sejak Sunny pergi.
"Mama takut terjadi sesuatu yang buruk padanya. Bagaimana mama bisa tenang saat membayangkan Sunny berada di luar sana tanpa perlindungan. Kita semua tahu bagaimana kecantikan adikmu tak jarang membuatnya menjadi incaran dari orang-orang jahat. Mama sangat takut, Vans!" seru Ana mengusap sudut matanya yang terus saja meneteskan air mata.
Apa yang dikatakan Ana benar adanya dan Evans akui semua itu. Kecantikan Sunny seringkali menyulitkan Sunny dimana banyaknya pria yang menyukainya hingga ada yang sangat terobsesi padanya. Tak hanya pada pria, pengaruh buruk seperti itu juga Sunny dapatkan dari wanita-wanita yang iri pada kecantikannya. Bersyukur Sunny terlahir dari keluarga yang cukup mampu sehingga keluarganya selalu memberikan pengawasan ketat yang dapat melindungi Sunny dari niat buruk orang-orang diluar sana.
Sekarang, memikirkan gadis cantik itu berkeliaran sendiri di luar sana, jelas saja membuat keluarganya merasa cemas. Perasaan takut menyelimuti mereka semua, sama halnya yang saat ini juga dirasakan oleh Evans yang berusaha terlihat tenang di hadapan kedua orang tuanya meskipun jauh di dalam hatinya dia juga sangat khawatir pada adik kesayangannya.
"Aku orang tua yang gagal," ucap pria paruh baya yang sedari tadi hanya terduduk diam larut dalam pikirannya.
Ana dan Evans yang mendengar itu seketika menoleh pada Arya, menatap pria yang terlihat sangat terpuruk atas apa yang sudah terjadi. "Aku lah yang harusnya berjuang, bukan putri kecilku," ucapnya lagi untuk pertama kalinya meneteskan air mata setelah terakhir kalinya menangis saat kelahiran Evans dan Sunny.
"Tidak Pa. Kalian orang tua terbaik yang kamu miliki. Aku berjanji pada kalian secepatnya aku akan menjemput Sunny, membawanya pulang ke rumah ini lagi. Percayalah ini semua hanya sementara sampai aku menemukan jalan keluarnya." Evans mendekat pada Arya duduk bersimpuh di depan Arya yang masih tertunduk sedih.
"Aku berjanji pada kalian," ucapnya lagi terdengar begitu tegas dan lantang.
***
__ADS_1
Sunny tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin. Menggunakan dress tanpa lengan berwarna putih, Sunny padukan dengan jaket jeans terlihat begitu cantik saat ia kenakan.
Kakinya yang jenjang tidak mengharuskan Sunny menggunakan heels seperti wanita lainnya yang memanfaatkan heels untuk membuat mereka terlihat tinggi. Sunny hanya menggunakan flat shoes sebagai alas kakinya dan itu sudah cukup untuk menyempurnakan penampilannya.
Rambut panjang coklat ikal bergelombang miliknya dibiarkan terurai dengan cantiknya, wajah yang memang sudah cantik alami itu hanya di olesi dengan sedikit polesan make up natural.
Apapun yang Sunny kenakan selalu akan terlihat cantik, karena memang pada dasarnya Sunny cantik secara keseluruhan.
"Kesempurnaan fisikmu tidak sesempurna jalan hidupmu, Sunny," ucap Sunny tersenyum sinis menatap pantulan dirinya di cermin.
Setetes air mata berhasil membasahi sudut matanya. Sunny dengan cepat menyekanya, Sunny tidak ingin tangisnya akan membuatnya terlihat menyedihkan.
Satu jam kemudian, Sunny tiba di tempat yang pertama kali akan dimasukinya. Sunny memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya sejenak sebelum masuk ke dalam tempat tersebut.
Beberapa orang pria yang berjaga di pintu masuk tak henti-hentinya menatap Sunny. Entah karena tugas mereka yang memang memastikan keamanan siapapun pengunjung yang datang, atau justru terpesona pada kecantikan wanita yang bahkan masih menggunakan masker tersebut.
"Maaf Nona, bisa berikan kartu anggota yang anda miliki!" pinta salah satu pria berusaha bersikap profesional meskipun ketertarikan yang terlihat di matanya terlihat jelas pada Sunny.
"Maaf Pak. Saya baru disini, saya ingin bertemu dengan Bos Leo," jawab Sunny mencoba tenang.
__ADS_1
"Bisa buka masker anda!" pinta pria lainnya yang sangat penasaran dengan sosok gadis cantik yang ada di depan mereka.
Sunny membuka maskernya meskipun rasa takut semakin menyelimutinya. "Cantik." Satu kata lolos dari bibir salah satu pria yang ada di depan Sunny.
Mendengar kata cantik bukan lagi hal biasa untuk Sunny yang sudah sangat terbiasa mendengarnya. Sunny mengabaikan ucapan pria yang ada di depannya dan kembali menggunakan maskernya.
"Biarkan dia masuk. Mungkin gadis ini yang bos bilang sebelumnya!" Bisik salah satu pria pada temannya yang lain.
"Baiklah, Nona. Silahkan masuk!" ucap perwakilan dari beberapa pria itu mengizinkan Sunny untuk masuk ke dalam club malam tersebut.
Sunny lagi-lagi berusaha bersikap tenang, mencoba melangkah masuk ke dalam tempat yang didatanginya.
"Tempat apa ini?" ucapnya sesaat kemudian terkejut menatap apa yang di lihatnya.
~Bersambung~~
Mohon dukungannya selalu kakak semuanya, agar aku makin semangat melanjutkan cerita ini. Percayalah dukungan dari kalian sangat berarti, terlebih untukku yang pemula dan masih harus banyak belajar ini.
🙏🙏😊😊
__ADS_1