Pengkhianatan Seorang Isteri

Pengkhianatan Seorang Isteri
episode 21


__ADS_3

kehangatan keluarga


" Surprise..." suara nyaring Alysa dan dito mengagetkan sang ayah,sang ibu yang berada yang di samping cuma tersenyum manis


" Selamat ulang tahun ayah..." ujar dito yang lagi berdiri di hadapan ayah nya sambil memegang kue yang tertancap angka 60 dan sebuah lilin menyala di atas kue tersebut


" Ayah, aku minta maaf karena selama ini uda bersikap nggak sopan sama ayah,aku juga uda buat ayah kecewa..." ujar dito penuh penyesalan


sang ayah terharu mendengar ucapan anak nya dan langsung memeluk nya penuh kasih,sang ibu yang menyaksikan nya cuma bisa meneteskan air mata sembari tersenyum,bi ina yang berada di sana pun terharu dan meneteskan air mata...


setelah momen menguras air mata,Alysa pun angkat bicara...


" Sekarang waktu ke meja makan..." ujar Alysa sembari mempersilahkan layak nya seorang pelayan


sang ayah dan anak lelaki nya berangkulan menuju meja makan,di sana di tata sedemikian rupa hingga terlihat seperti sebuah restoran...


" Tada,ini semua atas permintaan k dito yah..." ujar Alysa memberitahu


sang ayah memandang sekeliling penuh rasa haru hingga memeluk putera nya berulang kali,begitu juga Alysa memeluk ayah nya dan mengucapkan Selamat ulang tahun...


"Terimakasih Tuhan,kehangatan yang pernah hilang itu kini kembali tercipta..." ujar ibu Alysa mengucap syukur


***


di sisi lain eric menghampiri ibu nya yang sedang berkutat di dapur...


" Hay mah,aku bantu ya..." pinta eric


" Nggak usah ric,bentar lagi juga selesai..." ujar sang ibu tanpa menoleh karena sedang memotong bawang


" Mah,aku mau ngomong sesuatu boleh nggak..." tanya eric dengan nada serius


" Mau ngomong apa ric? ngomong aja mama dengar kok..."


" Mama masih ingat kan waktu aku minta ngecek tanah yang di jual orang tanpa bilang ke mama...?"


" Iya,mama masih ingat memang kenapa ric...?" tanya ibu nya penasaran


" Tanah nya uda aku beli mah,semua dokumen tanah nya juga uda beres mah..."

__ADS_1


sesaat tangan ibu nya berhenti beraktivitas setelah mendengar penuturan sang anak,sang ibu berbalik ke arah eric serasa belum percaya apa yang dia dengar barusan...


" Kamu serius ric? tanya ibu nya


" Iya benar mah,masa aku bohong sama mama..."


" Tapi ric harga nya lumayan mahal..."


" Mama nggak usah khawatir tabungan aku masih ada dikit..." ujar eric meyakinkan sang ibu


" Ya uda mama lanjut masak,aku ke kamar dulu..." ujar eric berlalu meninggalkan sang ibu


ibu nya menatap punggung sang anak hingga menghilang dari pandangan nya sambil tersenyum bangga


" Kamu benar-benar uda mandiri ric,terimakasih uda jadi kebanggaan mama dan ayah..." ujar sang ibu sambil menghapus butiran bening yang mengalir di sudut mata nya


***


sementara di lain tempat terlihat seorang siswi dengan seragam putih abu-abu berjalan menuju kantin sekolah,siswi tersebut adalah Melisa namun baru beberapa langkah dia di hentikan beberapa siswa laki-laki yang hendak membully nya,tanpa mereka sadari ada harimau yang sedang mengintai...


" Ehemm ehemm.." terdengar suara yang tidak begitu asing,ya itu suara jay,sontak saja para pembully tersebut pergi tanpa bersuara


" Kamu nggak apa-apa Mel..." tanya jay dengan nada serius


Jay lalu berbalik arah namun baru saja dia mau melangkah terdengar suara Melisa memanggil nama nya....


" Jay tunggu..." Melisa terlihat sedikit gugup


" Terimakasih Jay,uda nolongin aku..."Jay cuma mengangguk dan tersenyum


Jay lalu berbalik arah dan meninggalkan Melisa,yang tanpa Jay sadari Melisa memandang nya sambil tersenyum mengagumi kebaikan dan keberanian nya...


" Mel,Melisa..." panggil Jay sambil menyentuh pundak Melisa


" Huhh,a..ada apa Jay...?" tanya Melisa kebingungan


" Aku yang seharusnya tanya,kamu kenapa senyum-senyum sendiri...?"


" Huh,aku nggak kenapa-kenapa Jay..." ujar Melisa agak gugup

__ADS_1


Melisa sadar kalau ternyata sedari tadi dia larut dalam lamunan nya hingga lupa jika Jay sedang berada di samping nya...


***


malam itu di sebuah rumah mewah dan megah keluarga tersebut sedang berbahagia,bagaimana tidak,setelah sekian lama percekcokkan antara ayah dan anak tersebut akhir nya terselesaikan di ulang tahun sang ayah,para pekerja di rumah tersebut pun turut meramaikan ulang tahun sang majikan...


di sisi lain Jay mengajak Melisa untuk makan malam bersama dan sudah tentu Melisa mengiyakan karena yang mengajak adalah orang yang dia kagumi


" Ehh Jay,sekalian ajak ibu kamu makan bareng, kan kasian ibu sendirian di rumah..." ujar Melisa tulus


" Ok,bentar aku telepon ibu..." ujar Jay tersenyum sambil meraih ponsel nya dan menelepon sang ibu


" Hallo bu..."


" Iya Jay,ada apa telepon ibu..." tanya sang ibu


" Ini bu,kita mau makan d luar jadi Melisa minta aku telepon ibu biar bisa makan bareng..." ucap Jay menerangkan


" Ya Jay,ibu uda janji sama teman mau keluar jadi ibu nggak bisa nemanin kalian,bilang Melisa ibu minta maaf ya,nanti lain kali kita makan bareng..." ujar sang ibu berbohong


" Ooh ya uda bu,nanti aku bilangin..." ujar Jay menutup telepon


" Ibu uda janji sama teman nya untuk keluar jadi nggak bisa makan bareng kita..."


" Ya uda nggak apa-apa,asal ibu nggak kesepian sendiri di rumah..." ujar Melisa tersenyum


bukan tanpa alasan sang ibu berbohong,sang ibu hanya ingin memberikan mereka ruang untuk saling mengenal lebih dalam,karena sejujur nya sang ibu menginginkan Jay bisa menikah secepat nya...


mereka berdua lalu meluncur ke restoran yang di tuju karena cacing-cacing di perut mereka sekarang sedang berdemo hebat,di dalam perjalanan Melisa sesekali melirik ke arah Jay yang sedang fokus nyetir..


malam itu Eric memilih keluar bersama teman - teman tongkrongan nya karena dari sore mereka uda janjian,setelah bersiap Eric pun pamit untuk menemui teman-teman nya yang telah menunggu di cafe...


setiba nya di cafe Eric langsung masuk dan menyapa teman-teman nya...


" Hay,apa kabar kalian semua..." tanya Eric sambil menyalami mereka


" Kita semua baik-baik aja Ric,trus loe sendiri gimana...?" jawab mereka serempak


" Seperti yang loe semua lihat,gue baik juga kan..." ujar Eric dengan nada pasti

__ADS_1


setelah memesan makanan,Eric bersama teman-teman nya lanjut ngobrol,tak berselang lama makanan pun datang,mereka makan sambil ngobrol ringan d iringi tawa,di tengah-tengah obrolan hangat mereka mata Eric menangkap dua sosok yang tidak begitu asing,karena penasaran Eric pura-pura pamit ke toilet sekedar untuk memastikan apakah kedua orang tersebut adalah orang yang dia kenal...


Ayo apa ada yang tahu siapa kedua orang yang di liat Eric ?Author juga belum tahu siapa mereka 😁


__ADS_2