Pengkhianatan Seorang Isteri

Pengkhianatan Seorang Isteri
episode 24


__ADS_3

pertengkaran memalukan


gadis tersebut lalu mengulurkan tangan nya mengambil bunga itu,namun tak di sangka di waktu yang bersamaan dari belakang ada tangan juga yang ingin mengambil bunga tersebut...


" Iiihh aku duluan ngambil nya " ujar si gadis sambil berusaha menarik bunga tersebut dari tangan orang di belakang nya


" Aku yang duluan " suara tersebut sontak saja membuat si gadis tersentak kaget karena yang ada di belakang nya ternyata seorang pria


si gadis tersebut berbalik dan menatap orang di belakang nya,dia benar-benar kaget karena pria tersebut berpenampilan begitu rapi ,memakai jas yang terlihat begitu elegan di tambah tinggi dan badan nya yang kekar...


namun ternyata penampilan pria itu tidak mengurungkan niat si gadis untuk merebut bunga di tangan si pria itu...


" Pokok nya aku nggak mau tahu,bunga ini milik aku " ujar si gadis sambil terus berusaha menarik bunga tersebut


" Aku juga nggak mau tahu,ini milik aku " balas si pria tanpa mempedulikan si gadis


tanpa mereka sadari pertengkaran itu jadi tontonan ribuan pasang mata yang sedang berada di sana,bahkan ada yang sempat foto dan merekam kejadian tersebut...


tak berselang lama si pria menyadari jika mereka sedang jadi bahan tontonan,dia pun mengalah memberikan bunga tersebut kepada si gadis seraya berbisik....


" Jangan pikir kamu uda menang,aku bakal cari kamu untuk menuntut balas perbuatan kamu hari ini " ujar si pria sembari pergi meninggalkan tempat tersebut


gadis malang itu cuma menatap si pria hingga punggung nya menghilang d antara ribuan orang yang berjalan kian kemari...


***


sementara di rumah Alysa dia berjalan menuju ke taman belakang rumah menemui ayah dan ibu nya sedang bersantai di sana...


" Hay mah, yah " sapa Alysa tersenyum manja


" Hay sayang,tumben pulang awal " ujar sang ibu mengusap rambut puteri nya


" Iya mah , sengaja pulang awal biar bisa manja-manja sama mama " ujar nya sambil bersandar ke bahu sang ibu


" Ohh jadi cuma anak perempuan nya aja yang di sayang trus aku nggak " suara protes Dito mengagetkan mereka


" Iihh k Dito , baru mau manja sebentar aja uda di protes " sela sang adik


Dito berjalan mendekat ke arah adik nya dan sudah pasti kalian tahu apa yang akan di lakukan Dito,rambut adik nya di acak-acak,ya begitu lah rutinitas Dito jika sedang berargumen dengan sang adik...

__ADS_1


Suami-isteri tersebut cuma tertawa melihat tingkah laku kedua anak mereka, walaupun sering saling protes tapi saling menyayangi...


Mereka lalu ngobrol seputar kerjaan bahkan ngobrol apa aja yang menarik,sesekali terdengar canda tawa mereka yang menambah suasana hangat,jarang-jarang mereka bisa ngumpul bareng seperti itu...


***


Di lain sisi Roni sedang termenung memikirkan hubungan nya bersama Alysa di tambah lagi Chyntia yang sekarang sedang mengandung anak nya...


Dia benar-benar terjebak dalam perbuatan nya sendiri,dia tidak ingin pisah dari Alysa tapi juga tidak ingin kehilangan anak nya,Roni mengusap kasar wajah nya...


" Alysa...kamu nggak akan pernah bisa lepas dari genggaman aku sampai kapan pun " ucap Roni dengan tatapam tajam


***


Pagi hari telah datang,sang surya telah menyongsong tinggi,para insan manusia keluar dari rumah mereka masing-masing untuk mencari Rejeki,Alysa sudah bersiap diri untuk berangkat kerja,dia menuruni anak tangga satu per satu sembari celingak celinguk mencari keberadaan sang ibu...


Setelah memastikan sang ibu tidak ada di sana Alysa lalu angkat gas menuju mobil namun baru saja dia hendak melangkah suara sang ibu menghentikan nya...


" Ehh ehh...Alysa main kabur aja, susu nya juga nggak di minum " protes sang ibu


Alysa cuma tersenyum menyeringai sembari melangkah kembali menuju meja makan lalu meneguk susu tersebut hingga habis...


" Hati-hati sayang " ujar sang ibu tersenyum


" Iya mah " ujar Alysa sedikit berlari menuju mobil yang di dalam nya sudah ada pak wisnu sang supir


di lain tempat Eric pun dalam perjalanan menuju kantor,dia menyapa beberapa orang petani yang sedang memikul cangkul menuju ke sawah,sungguh pemandangan yang luar biasa saat mentari pagi kembali menyapa dari peraduan nya,menyinari seluruh pelosok bumi...


Eric memasuki halaman kantor menuju parkiran,ternyata Jay pun baru turun dari mobil nya dan menyapa Eric...


" Hey Ric " sapa Jay yang berjarak tidak jauh


" Ehhh Jay " balas Eric


Mereka berdua berjalan masuk sambil ngobrol di ikuti beberapa orang karyawan di kantor tersebut yang saling menyapa...


***


Di dalam sebuah ruang kerja seorang pria sedang marah sambil mengepalkan tangan nya mengingat kejadian memalukan di mall saat dia dan seorang gadis memperebutkan sebucket bunga...

__ADS_1


" Awas kamu kalau ketemu lagi ,benar-benar pertengkaran yang memalukan " ujar nya menahan amarah


" Masa Iya....seorang Dito Pratama Bill harus kalah sama cewek seperti dia " ujar nya sembari mengingat kejadian tersebut


Dito merasa harga diri nya terinjak -injak karena ulah si gadis tersebut, Dito yang biasa menakhlukan para kaum hawa malah sekarang di kalahkan oleh seorang gadis...


tok tok tok


ceklek


" Permisi pak,asisten baru yang menggantikan Milla besok dia akan masuk kerja pak " ujar orang kepercayaan nya Dito


" Bagus lah kalau gitu,nanti ajari dia apa aja tugas nya biar nggak bikin aku puyeng


" Baik pak,kalau begitu saya permisi "


Dito hanya membalas dengan anggukan,namun pikiran nya masih belum bisa terlepas dari kejadian menyebalkan itu...


***


Sore hari nya sebelum jam kepulangan nya Melisa menelepon orang tua nya memberitahukan untuk tidak menjemput nya karena Jay yang akan menjemput nya nanti...


Detik -detik menyambut kepulangan Melisa,Tiara terlihat begitu antusias,dia nggak sabar menunggu kakak nya karena ada hal yang ingin dia ceritakan...


Sedang kan Jay sementara dalam perjalanan menjemput Melisa...


" Gimna kerjaan kamu di sana?" tanya Jay memecah kesunyian


" Semua nya lancar Jay,nggak ada kendala maka nya aku bisa pulang awal " ujar Melisa tersenyum


" Syukur lah kalau nggak ada kendala, itu artinya kinerja kerja kamu bagus " ucap Jay tersenyum menatap Melisa


Senyuman Jay benar-benar meluluhlantakkan hati Melisa tapi dia tetap berusaha tenang,dari dulu Melisa memang menyukai Jay namun dia nggak pernah berani mengungkapkan nya, dia lebih memilih memendam nya ...


" Surprise " suara Tiara menggema di dalam rumah mewah tersebut yang membuat Melisa dan Jay terkejut bukan main saat pintu terbuka


Tiara berlari kecil ke arah Melisa dan memberikan sebucket bunga berwarna biru berbentuk jantung,ternyata itu adalah bunga yang membuat harga diri Dito Pratama Bill terinjak injak...


seperti apa kelanjutan nya?

__ADS_1


ikuti terus cerita selanjutnya🙏


__ADS_2