
Putus
Eric kembali larut dalam lamunan nya , mengingat saat Alysa hampir jatuh dia dengan sigap menangkap tangan Alysa hingga pandangan mereka bertemu ,perasaan itu kembali muncul...
"Ada apa denganmu hati ? tolong lah bekerja sama denganku " gumam Eric
Eric kembali berbaring dengan tangan sebagai alas kepala , dia terus memandangi langit-langit kamar nya...
****************
Terlihat Alysa yang tadi nya pamit untuk mandi sedang duduk di tepi ranjang nya mengingat kejadian di taman saat Roni hendak memukul Eric...
" Benar-benar keterlaluan kamu Ron , sudah bersalah namun tetap berusaha menyalahkan orang lain , aku muak lihat tingkah kamu Ron , benar-benar muak " umpat Alysa penuh amarah
Bagaimana Alysa tidak marah , melihat sikap Roni yang begitu arogan selalu menyalahkan orang lain tanpa menyadari kesalahan sendiri...
Alysa meraih ponsel nya dan membuka ratusan pesan yang di kirim Roni , namun tak ada sedikit pun niat di hati nya untuk membalas pesan tersebut , justru amarah nya kembali meledak saat mengingat kejadian di taman...
Beberapa saat kemudian dia beranjak dari ranjang nya menuju kamar mandi melakukan rutinitas nya membersihkan diri...
30 menit usai berendam memakai aroma terapi Alysa keluar dari kamar mandi memakai bathrobe sambil duduk selonjoran di atas ranjang nya...
****************
Mentari pagi kembali menyapa dari peraduan nya , kini tugas nya adalah menyinari seluruh pelosok bumi , tempat-tempat yang tadi gelap kini terlihat terang saat sinar mentari mengenai nya , burung-burung beterbangan kian kemari mencari makan , daun-daun yang terlihat hijau masih di huni oleh embun yang sedang beraktivitas untuk membentuk sebuah tetesan segar...
Eric menggeliat mengerjap ngerjapkan mata nya mengumpulkan kembali tenaga dan kesadaran nya...
Setelah cukup mengumpulkan tenaga dan kesadaran nya penuh kembali , Eric menyibak selimut yang menutupi badan nya ,kemudian dia menuju kamar mandi dan langsung melakukan rutinitas nya...
Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan tenaga yang penuh kembali...
Eric membuka lemari nya mencari pakaian yang akan dia kenakan , dia memakai sebuah kemeja putih lengan panjang yang lipat hingga ke siku , penampilan nya sederhana namun terlihat begitu menarik...
Wajah cool nya membuat para kaum hawa terpana , di tambah senyuman manis nya yang menggoda...
Selesai sarapan Eric pun pamit berangkat kerja , dia menyapa para petani saat berpapasan di jalan , sawah yang terbentang luas sungguh sejuk pemandangan di kampung Eric...
Beberapa saat kemudian dia sampai area kantor menuju parkiran...
Eric bergegas masuk di ikuti beberapa orang karyawan yang saling menyapa melemparkan senyuman...
Terlihat Jay dan group ngerumpi telah sampai mendahului Eric...
" Pagi semua nya" sapa Eric sambil tersenyum
__ADS_1
" Ehh Ric , pagi juga " sapa mereka bersamaan
" Iihhh abang Eric kita ini makin cool aja ya " goda group ngerumpi
" Bisa aja kalian " ujar Eric salah tingkah
Setelah menggoda Eric , mereka lalu menuju meja kerja masing-masing...
Beberapa saat kemudian Jay masuk ke ruangan nya Eric , ada sesuatu yang membuat nya ingin tahu...
" Ehh Ric gue penasaran kapan hari loe buru-buru jemput Alysa , memang nya ada apa sich ?
" Cerita nya panjang Jay , ntar jam istirahat siang gue ceritain " ujar Eric sambil mengkutak katik laptop nya
" Ya uda gue tunggu cerita nya siang Ric " ujar Jay sembari pergi meninggalkan ruangan Eric
" Ok Jay " sahut Eric tanpa menoleh
...****************...
Sedang kan di rumah Alysa dia sedang duduk di taman belakang menikmati sinar mentari pagi yang cerah , untuk beberapa hari ini dia tidak masuk kerja karena emosi nya yang belum stabil...
" Pagi Non Alysa " sapa Bi Ina
" Non , Non Alysa " panggil Bi Ina sembari menyentuh pundak nya
" Huh , Bi Ina , ada apa Bi ?
" Non belum sarapan , gimana kalau Bibi bawa ke sini aja supaya Non sarapan ? tanya Bi Ina tersenyum
" Hem , boleh Bi " ujar Alysa sambil menyentuh sekuntum mawar pink yang baru mekar
Alysa memang belum sarapan , sedang kan ayah , ibu dan sang kakak sudah berangkat kerja , mereka sengaja tidak membangunkan nya agar dia istirahat menenangkan diri nya...
Tak berselang lama Bi Ina datang membawa sebuah nampan yang terdapat roti selai coklat nutela dan susu hangat...
" Ini sarapan nya Non "ujar Bi Ina tersenyum
" Terimakasih Bi " ucap Alysa sembari meraih nampan tersebut
" Bibi ke dapur lanjutin kerjaan Non "
Alysa mengangguk sambil meneguk susu hangat nya , dia terus menatap keindahan sinar mentari pagi sambil mengunyah roti selai coklat nutela kesukaan nya...
...****************...
__ADS_1
Siang hari nya jam istirahat , Jay yang sudah di liputi rasa penasaran bergegas ke ruangan Eric...
Mereka berdua berjalan menuju warung depan kantor untuk makan siang , sambil menunggu pesanan mereka Eric lalu menceritakan kejadian yang membuat nya terburu-buru menjemput Alysa saat itu...
Sementara bercerita pesanan mereka pun datang , sambil menyantap makan siang Eric pun lanjut bercerita dia juga menceritakan kejadian di taman di mana Roni ingin memukul nya ...
" Br*ngs*k benar itu orang Ric , gimana kalau kita kasih sedikit pelajaran buat dia ?" tanya Jay antusias
Sejak remaja Jay terbilang brutal juga karena dia tidak akan segan-segan membabat orang-orang yang suka bertindak sesuka hati...
" Nggak usah Jay , lagian gue juga nggak kenapa-kenapa ? larang Eric karena dia kenal betul watak Jay
...****************...
Sore hari nya Roni bersama kedua orang tua nya mendatangi kediaman keluarga Bill...
Beberapa hari sebelumnya orang tua Roni sudah memberi kabar karena ingin membicarakan kelanjutan hubungan putera-puteri mereka yang sedang mengalami masalah...
Kedua orang tua Alysa menyambut baik kedatangan mereka...
" Tante , om , aku minta maaf , maafkan atas kekhilafan aku " ujar Roni sembari menunduk
" Kami memaafkanmu Roni , dalam sebuah hubungan pasti ada lika-liku nya , semua tergantung bagaimana kalian menyikapi nya "
" Boleh aku bertemu dengan Alysa tante , om ?" tanya Roni penuh harap
" Alysa di taman belakang sekarang , temui dia dan bicara baik-baik , keputusan ada di tangan kalian berdua "
Roni beranjak pergi ke taman belakang , di waktu yang bersamaan orang tua Roni meminta maaf atas kelakuan Roni yang membuat Alysa jadi kecewa dan sedih...
" Alysa , sayang kamu nggak apa-apa ?" tanya Roni sambil mengambil posisi duduk di samping Alysa
Tak ada reaksi apa pun dari Alysa , hingga membuat Roni merasa semakin bersalah dan bingung apa yang harus dia lakukan agar Alysa merespon nya...
Suasana hening sejenak lalu Alysa buka suara...
" Kita uda putus Ron , di antara kita nggak ada hubungan apa-apa lagi " ujar Alysa dengan suara lirih
...****************...
Bantu dukung cerita aku teman-teman 😊
ikuti terus cerita selanjutnya
"Terimakasih"
__ADS_1