Pengkhianatan Seorang Isteri

Pengkhianatan Seorang Isteri
episode 28


__ADS_3

kecurigaan Alysa


Perdebatan Roni dan Chyntia terus berlanjut, tanpa mereka sadari Alysa sedang berjalan ke arah mereka, Roni masih terus berusaha menenangkan Chyntia sedangkan Alysa terus berjalan ke arah mereka semakin lama semakin dekat dan...


Bukk


" Aduhh maaf nek...aku nggak sengaja " ujar Alysa mengatupkan tangan nya


" nggak apa-apa nak, nenek juga salah karena ngambil jalur jalan kamu " Alysa berjongkok membantu sang nenek memungut barang belanjaan nya


Di waktu yang bersamaan Roni dan Chyntia mendengar suara Alysa dan si nenek yang cuma beberapa meter dari tempat mereka berada,tanpa pikir panjang Chyntia pun menghindar , menjauh dari sana agar tidak ketahuan Alysa...


Sedang kan Roni menarik napas panjang menenangkan diri nya agar tidak terlihat gugup sembari melangkah mendekat menyapa Alysa...


" Sayang...ada apa? kok sampai berserakan gini barang-barang nya?" ujar Roni berpura-pura kaget


" Huh...ini Ron tadi aku nggak sengaja nabrak nenek maka nya barang belanjaan jatuh berceceran " ucap Alysa sambil merapikan barang sang nenek


" Ini nek...uda aku rapiin semua, nenek jalan nya hati-hati ya "? ujar Alysa menyerahkan barang belanjaan sang nenek


" Terimakasih nak...kamu cantik dan baik hati " ujar sang nenek berlalu pergi meninggalkan mereka


Sepeninggal sang nenek Alysa lalu menginterogasi Roni karena menghilang tiba-tiba " kamu ke mana sich Ron? nggak bilang-bilang kalau pergi,aku kan pusing nyariin kamu " ujar Alysa dengan nada kesal


" Tadi aku lagi lihat barang di sebelah kamu,tapi pas aku balik kamu nggak ada maka nya aku cari,nggak tahu nya kamu di sini " ujar Roni berusaha meyakinkan Alysa


" Ooh mungkin juga " ujar Alysa membenarkan ucapan Roni


Jujur sebenar nya Alysa memiliki rasa curiga terhadap Roni karena tadi dia seperti melihat Roni sedang berbicara dengan seorang perempuan tapi nggak begitu jelas,namun dia berusaha menepis segala prasangka buruk nya...


Sementara di lain sisi Melisa bersama keluarga nya sedang makan malam sambil mendengarkan ocehan sang adik yang tak pernah habis...


" Benar banget mah...aku kesal banget sama si kuyang, bentar nyuruh ini ,bentar nyuruh itu pokoknya nyeselin banget dech mah, yah " ujar Tiara nada kesal

__ADS_1


" Kalau kamu nggak betah di sana gimana kalau kamu pindah ke kantor ayah aja " sang ibu menyarankan di ikuti anggukan sang ayah


" Ya mama... kalau aku kerja di kantor ayah pasti aku keenakan karena mikir itu kan perusahaan ayah jadi aku lebih milih santai,maka nya aku sengaja lamar ke tempat lain sekaligus belajar mandiri mah , yah " ujar Tiara tersenyum kepada orang tua dan kk angkat nya


" Ya sudah...apa pun keputusan kamu mama,ayah dan kakak kamu selalu mendukung,jangan pernah nyerah dengan keadaan tapi belajar lah takhlukan keadaan " sang ibu memberikan nasehat


" Kamu nggak boleh takut sama si si siapa tadi sayang?


" Si kuyang mah " jawab Tiara sambil mengigit ayam goreng kesukaan nya


" Terimakasih mah,ayah, kakak , kalian benar-benar malaikat penolong untuk aku " ujar Tiara dengan mata berkaca-kaca


Tiara merasa sangat beruntung memiliki orang tua angkat dan kakak angkat yang begitu baik dan menyayangi nya " Terimakasih Tuhan karena menempatkan aku di tengah orang-orang yang benar-benar menyayangi ku " gumam Tiara dalam hati


" Ooh ya Tia...mama punya sesuatu buat kamu " ujar sang ibu sembari memberikan sebuah paper bag kepada Tiara


" Apa ini mah " tanya Tiara penasaran


" Coba buka sayang " ujar sang ibu tersenyum


" Mah...ini benaran buat aku?" tanya Tiara dengan nada tak percaya


" Iya sayang...mama tahu kamu nggak bisa pakai high heels kayak kakakmu Melisa maka nya mama beli buat kamu biar kamu bisa lebih leluasa gerak " ucap sang ibu tersenyum tulus


Tiara bangkit dari tempat duduk nya sedikit berlari ke arah sang ibu dan memeluk nya dengan rasa haru sambil menahan butiran bening yang hampir jatuh dari sudut mata nya " Terimakasih mah untuk semuanya." ucap Tiara lirih


Sang ibu cuma mengusap pundak Tiara untuk memberikan ketenangan sambil tersenyum,sebagai seorang ibu dia pasti tahu seperti apa perasaan Tiara sekarang...


***


Setelah istirahat sejenak seusai makan malam,Eric pun pamit ke kamar nya.di dalam kamar dia kembali mengingat mimpi nya yang begitu buruk " kenapa juga harus mimpi buruk ? padahal kalau mimpi indah kan bagus bisa lama-lama sama Alysa " gerutu Eric


Eric membenamkan tubuh nya ke dalam dekapan kasur empuk nya sambil terus memikirkan Alysa,sesekali dia terlihat tersenyum,dia bahkan memeluk guling di samping nya dengan erat dan membayangkan guling itu adalah Alysa.Eric tersenyum seperti orang gila membayangkan Alysa memeluk diri nya...

__ADS_1


Eric juga membayangkan bagaimana nanti nya jika Alysa tahu kelakuan Roni yang sebenarnya? " apa dia akan tetap bersama laki-laki itu yang jelas-jelas sudah mengkhianati nya " gumam Eric dalam hati


Dia meraih ponsel nya lalu memutar sebuah video yang dia rekam saat berada di cafe nongkrong sama teman-teman nya sambil tersenyum sinis...


***


Alysa sedang duduk di kursi dalam kamar nya sambil melihat lihat sosial media nya,tak berselang lama dia bangkit menuju kasur nya dan langsung membuang diri ke atas beruntung saja kasur tersebut empuk jika tidak mungkin semua tulang nya sudah pada hancur remuk...


Dia lalu mengingat kejadian saat jalan-jalan bersama Roni,walaupun dia sudah berusaha menepis segala pikiran negatif nya namun dia merasa seperti ada sesuatu yang aneh tapi entah lah apa ? dia menarik napas panjang untuk menenangkan diri nya...


" Besok kan weekend...mending aku ajak K Dito jalan-jalan ke mall sekalian makan ice cream,kan aku uda lama nggak pernah jalan-jalan sama kakak aku yang tampan itu " ujar Alysa tersenyum


Dia beranjak dari kasur nya menuju kamar sang kakak,dia mengetuk pintu terdengar suara sang kakak mempersilahkan masuk...


" Hy pak presdir Dito Pratama Bill " apakah aku boleh mengganggu sebentar " tanya Alysa dengan gaya manja nya


" Uda bilang aja mau apa? nggak usah Ba Bi Bu " ujar Dito santai


" Tahu aja kakakku yang paling tampan " ucap Alysa memuji sang kakak


" k Dito "


" hemm " jawab Dito tetap fokus ke Laptop nya


" Besok kakak sibuk nggak ? tanya Alysa penuh harap


" Nggak begitu sibuk adikku, memang kenapa tanya gitu?"


" Besok kakak temani aku jalan-jalan boleh kan ?" tanya Alysa tersenyum


" Hemm boleh...tapi agak siang soal nya aku mau selesaikan beberapa berkas penting " ujar Dito kembali mengkutak katik laptop nya


" Iya dech nggak apa-apa , Terimakasih k " ujar Alysa sembari keluar dari kamar kakak nya

__ADS_1


ikuti terus cerita


selanjutnya teman-teman 😊


__ADS_2