
Balas Dendam
Sementara Presdir duduk membelakangi,Tiara pun memperkenalkan diri...
" Selamat pagi pak, permisi saya Tia....belum sempat memperkenalkan diri, tiba-tiba Tiara membekap mulut nya karena ternyata Presdir adalah...
" Hay selamat pagi,Tiara Akila " sapa Presdir di barengi senyuman sinis
" Jadi si kuyang ini Presdir,aduhh mampus aku,tapi jangan pikir aku takut kuyang " Tiara membatin
" Kita ketemu lagi " terdengar suara datar sang Presdir sambil mendekat ke arah Tiara
Sepintas Tiara melirik papan nama yang berada di atas meja tertulis nama Dito Pratama Bill...
Dito terus berjalan ke arah Tiara,semakin lama semakin dekat,hingga membuat Tiara berjalan mundur dan punggung nya mentok di dinding ruangan tersebut, kini Tiara tak bisa berbuat apa-apa karena Dito telah mengunci tubuh nya...
Dito tersenyum sinis lalu berkata kepada Tiara " waktu nya balas dendam " Tiara yang mendengar nya pun terlihat agak gugup...
Namun Tiara tetap lah Tiara,dia berusaha mengatasi rasa gugup nya dan kembali menyerang Dito dengan pertanyaan yang membuat Dito harus menjauh dari nya...
" Jadi seperti ini seorang Presdir memperlakukan bawahan perempuan?jika pemimpin nya berperilaku seperti ini setiap kali bertemu pekerja perempuan mau jadi apa perusahaan ini " ujar Tiara mencoba menatap Dito
Saking panas nya ucapan Tiara, membuat Dito yang tadi nya menjauh semakin memepetkan tubuh nya...
" Ingat ya mulai hari ini kamu itu asisten aku, jadi kamu harus ikut semua perintah aku, ngerti kan " ujar Dito sedikit berbisik di telinga Tiara
***
" Iiihh reseh betul si kuyang,dia pikir aku takut apa? lihat aja kuyang aku bakal balas perbuatan kamu " ujar nya sambil mengepalkan tangan dan berjalan menuju ruangan kerja nya yang sudah di siap kan...
Tak berselang lama Dito memanggil Tiara,menyuruh nya membuat kan teh karena dia ingin minum...
" Iihh dasar kuyang awas kamu " ujar Tiara menahan kesal nya
" Silahkan di minum pak Dito Pratama Bill " ucap Tiara tersenyum kecut
" Aku permisi ya pak Dito "
Baru saja dia mau melangkah Dito mencegat nya...
" Mau ke mana kamu " kening Tiara berkerut saat mendengar pertanyaan tersebut
" Lanjutin kerjaan pak Presdir terhormat ,atau aku harus duduk di sini temani pak Presdir minum teh nya " ujar Tiara mendekatkan wajah hingga membuat Dito salah tingkah
" Uda,uda kamu keluar cepatan " ujar Dito berusaha menyembunyikan kegugupan nya
__ADS_1
sesampai nya di luar Tiara tersenyum penuh kemenangan " kuyang,kuyang kamu pikir aku takut ? hhhmm belum tahu siapa Tiara " ujar nya tersenyum puas
" Tapi kenapa juga harus dia Presdir nya ?" ujar Tiara dengan nada kesal
***
siang hari nya Eric dan Jay berjalan menuju warung untuk makan siang,tiba-tiba terdengar suara Alysa memanggil...
" K Eric,Jay " panggil Alysa
Jay dan Eric menoleh ke arah datang nya suara...
" Hay Alysa ,ada apa " tanya Eric sembari menatap dalam si wajah cantik yang berada di depan mereka
" Aku gabung makan siang sama kalian boleh " tanya Alysa berharap
"Tentu aja boleh donk Alysa " ujar Jay mendahului Eric
Mereka berjalan menuju warung,namun baru beberapa langkah ponsel Alysa mendapat notif masuk yang ternyata dari Roni...
" Sayang aku jemput makan siang ya " kening Alysa berkerut membaca isi pesan tersebut
" Aku uda keluar makan sama k Eric dan Jay, jadi nggak bisa Ron " balas Alysa
Ada apa Alysa ? kok muka nya gitu?" tanya Eric penasaran
Sementara di seberang sana Roni menahan amarah karena Alysa keluar bareng Eric,entah apa yang membuat Roni begitu marah jika mendengar nama Eric,itu semua cuma Tuhan dan Roni yang tahu...
" Eric lagi, Eric lagi , awas kamu Ric " ujar Roni dengan tatapan tajam penuh amarah
" Susah benar jauhin kamu dari Alysa " ujar Roni menahan amarah
"Apa sich kelebihan nya Eric sampai Alysa begitu dekat dengan dia ? aku ini tunangan nya harus nya Alysa lebih dekat sama aku " ujar Roni dengan tatapan kebencian
***
di lain sisi Eric,Jay dan Alysa sedang makan sambil sesekali ngobrol ringan,selesai makan mereka istirahat sejenak karena masih ada waktu 30 menit sebelum kembali bekerja...
" Sorry ya Alysa,aku pikir kamu keluar makan siang sama Roni maka nya kita nggak ngajak kamu " ujar Eric di ikuti anggukan Jay
" Nggak juga k, aku keluar sama Roni kalau dia lagi nggak sibuk aja " timpal Alysa
Mereka bertiga kembali menuju ruangan kerja masing- masing dan melanjutkan pekerjaan mereka...
***
__ADS_1
Sore hari nya Melisa menjemput adik angkat nya,walaupun sudah di bilangin Tiara nggak perlu di jemput tapi Melisa tetap menjemput nya,dia tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan,apalagi ini hari pertama adik nya masuk kerja...
Melisa membunyikan klakson mobil hingga membuyarkan lamunan adik nya,Tiara berjalan sedikit berlari dan masuk ke mobil,terlihat di kejauhan seseorang mengatami mereka...
" Gimana kerjaan kamu hari ini Tia " tanya Melisa bersemangat
Tiba-tiba roman muka Tiara langsung berubah kesal,membuat Melisa bingung melihat nya...
" Kenapa Tia? kok muka nya gitu ?" tanya Melisa keheranan
" Kk tahu nggak bos aku siapa?" tanya Tiara sambil menatap sang kk
" Ya jelas kk nggak tahu Tia " ucap Melisa pasti
" Bos aku itu ya si kuyang k " ucap Tiara kesal
" Bentar,bentar...maksud kamu orang yang rebutan bunga sama kamu di mall ?" tanya Melisa penasaran
Tiara hanya mengangguk membenarkan ucapan kk nya,namun masih terlihat wajah kesal nya...
" Bagus donk Tia,berarti kalian uda saling kenal " timpal Melisa
" Bagus gimana k? dia itu nyebelin banget k,sengaja ngerjain aku,pokoknya ada aja yang dia inginkan,bentar ini bentar itu pokoknya nyebelin " ujar Tiara penuh kekesalan
" Ehh, tapi hati-hati lho Tia,biasa nya kalau kita benci sama seseorang bisa kebalikan kita jatuh cinta pada orang tersebut " ujar Melisa menggoda adik nya
" Iihh, kk orang lagi kesal pake ngomong jatuh cinta segala " ucap Tia kesal karena di goda sang kk
Melisa cuma tertawa kecil melihat tingkah sang adik seraya meminta maaf,dia paham betul dengan karakter sang adik...
***
Sementara di sisi lain Eric mengendari sepeda motor nya pulang ke rumah dengan santai,sesekali memandang sekeliling penuh dengan hamparan sawah yang menghijau,benar-benar suatu pemandangan yang menyejukkan hati...
Hingga tak terasa Eric pun sampai di rumah,dia masuk menyapa keluarga nya lalu masuk kamar untuk istirahat sejenak sebelum jam makan malam tiba...
***
Malam itu Alysa sedang duduk menyendiri di taman,tiba-tiba seorang pria memakai topeng muka menghampiri dan menodongkan pisau ke leher nya meminta Alysa untuk diam dan mengikuti arahan nya jika ingin hidup...
Alysa yang takut cuma pasrah mengikuti kemauan si pria tersebut,setelah masuk ke mobil si pria membuka topeng nya yang membuat Alysa begitu terkejut...
" Kamu " ujar Alysa dengan tatapan tak percaya
Ayo apa yang tahu siapa pria tersebut? Author juga nggak tahu siapa🤔
__ADS_1
ikuti terus cerita selanjutnya