
Kecemburuan Tiara
Mentari pagi kini kembali menyapa dari peraduan nya untuk menjalankan tugas nya menyinari seluruh pelosok bumi,tempat-tempat yang tadi nya gelap kini perlahan-lahan mulai terang saat cahaya mentari mengenai nya,burung-burung di udara beterbangan kian kemari mencari makan,dedaunan dan rerumputan hijau masih di huni embun yang sedang beraktivitas membentuk sebuah tetesan segar...
Alysa menggeliat saat sinar matahari pagi mengenai tepat di wajah cantik nya,dia membuka mata perlahan dan berusaha mengumpulkan kembali separuh nyawa yang pergi entah ke mana...
Setelah seluruh nyawa nya terkumpul Alysa beranjak ke kamar mandi mencuci muka dan gosok gigi,sesudah itu dia turun ke bawah membantu bi ina menyiapkan sarapan,berhubung hari ini weekend dia bisa santai menunggu sang menyelesaikan pekerjaan nya dan mereka bisa keluar sesuai janji nya...
" Selamat pagi bi Ina " sapa Alysa sembari tersenyum ramah
" Ehh Non...pagi juga Non Alysa " jawab sang ART tersenyum
" Mana yang mau di bawa ke meja bi " tanya Alysa memperhatikan sekeliling dapur
" Ini Non...susu sama roti panggang nya " ujar bi Ina sembari menunjukkan
" Oh ya uda bi biar aku bawa ke meja " ujar Alysa langsung beraksi
Sebenarnya bi Ina nggak mau di bantu karena biar bagaimana pun itu pekerjaan dia tapi sang majikan perempuan sudah berpesan jika Alysa mau membantu di dapur biar kan,tidak masalah karena dia perempuan jadi pantas kalau dia ingin belajar memasak,jika suatu saat dia menikah maka dia tahu cara memasak untuk keluarga nya walaupun cuma masakan simple...
***
Sebalik nya juga di rumah Eric,mereka sedang sarapan santai di selingi obrolan ringan yang membuat suasana terasa hangat,kebetulan pagi itu ibu Eric membuat sarapan nasi goreng yang aroma nya sangat menggoda selera...
" Mama pagi-pagi kok uda rapi,mau ke mana mah ?" tanya Eric penasaran
" Mama mau temani tante Kalina ke rumah sakit Ric " ucap sang ibu sambil melanjutkan makan nya
" Tante Kalina sakit mah ?"
" Tante kamu nggak sakit Ric tapi isteri nya Adit " ujar sang ibu
" Isteri nya Adit sakit apa mah ?" kok Adit nggak bilang-bilang " Eric semakin penasaran
__ADS_1
" Ya ampun Ric...maksud mama isteri Adit baru aja melahirkan maka nya mama temani tante Kalina ke rumah sakit sekalian besuk gitu " ujar sang ibu menjelaskan
" Wahhh...akhirnya Adit jadi ayah juga " ujar Eric penuh haru
" Mama nggak tahu bisa pulang awal atau nggak,jadi nanti ayah sama Eric masak untuk makan siang nggak apa apa kan ?" ujar sang ibu menatap ayah dan anak yang berada di depan nya
" Beres mah...nanti aku handle semua " ujar Eric meyakinkan sang ibu
" Ya uda...mama berangkat dulu ya,tuh taxi nya uda datang " sembari meninggalkan meja makan
" Hati-hati mah " ujar ayah dan anak bersamaan
Sebenarnya pak Ikzan ayah nya Eric ingin mengantarkan sang isteri tapi kata ibu Jess mama nya Eric biar dia sama taxi aja agar sang suami punya waktu istirahat...
***
Sementara di lain sisi Alysa duduk di ruang keluarga menunggu kakak nya yang sedang bersiap-siap untuk keluar,sambil menunggu dia melihat- lihat sosial media nya...
" Alys...Alysa " Dito memanggil sambil berjalan ke kamar sang adik
Dito bergegas turun menemui sang adik yang sedari tadi sudah menunggu,mereka pamit kepada bi Ina untuk keluar,sedangkan pagi sebelum ayah ,ibu mereka keluar Alysa sudah mengatakan kalau siang nanti akan keluar bersama kakak nya...
Setelah tiba Alysa menggandeng tangan kakak nya berjalan masuk ke mall,di sana terlihat begitu ramai pengunjung apalagi ini weekend sudah pasti suasana nya ramai...
Alysa menarik tangan sang kakak menuju tempat penjualan ice cream yang sudah pasti Dito tahu keinginan sang adik,dia membayar ice cream nya dan mereka berlalu dari sana,Alysa pun tak pernah melepaskan tangan nya dari lengan sang kakak...
Sekasar- kasar nya Dito tapi dia nggak pernah kasar kepada adik, justru dia berusaha memenuhi semua permintaan sang adik salah satu nya ya jalan-jalan seperti sekarang walaupun bukan hobby nya,dia sangat memanjakan adik perempuan semata wayang nya...
Mereka asyik berjalan kesana-sini dengan posisi tangan Alysa tetap menggandeng kakak nya sesekali mereka tertawa,melihat lihat barang yang mungkin menarik untuk di beli tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka...
" Tiara...Tiara " panggil Melisa sambil menyentuh pundak Tiara hingga dia tersentak kaget
" Huh ... ada apa k ?" tanya Tiara bingung
__ADS_1
" Ya ampun...aku tanya kamu kenapa? kok diam sambil menatap sesuatu " tanya sang kakak sambil memperhatikan sekeliling
" Nggak apa-apa k ... mending kita pergi dari sini " ujar Tiara sembari menarik tangan sang kakak
Tiara menarik tangan kakak nya untuk menjauh dari sana " tapi Tia kita kan mau nyari baju di sana " ucap Melisa kebingungan
" uda k kita cari di sebelah sini mungkin ada " ujar Tiara sambil menunjuk
Melisa yang kebingungan cuma menuruti kemauan sang adik pergi menjauh dari tempat tersebut...
Saat sedang mencari-cari barang yang hendak di beli tanpa sengaja mata nya melihat pemandangan yang tadi di mana si cewek sedang bergelayut manja dalam gandengan tangan si cowok,tanpa pikir panjang Tiara langsung menjauh agar tidak lagi melihat pemandangan tersebut...
Tiara berlalu dari sana dengan perasaan nggak karuan,tanpa dia ketahui ternyata si cowok itu sedari tadi memperhatikan sikap nya yang kelihatan aneh " itu anak kenapa ya " gumam si cowok...
***
Setelah puas jalan-jalan dan membeli beberapa kebutuhan Alysa akhirnya mengajak sang pulang tapi sebelum pulang mereka mampir di restoran untuk makan siang karena cacing di perut mereka sudah pada berdemo...
Sesudah makan mereka lalu bergegas pulang,tak lupa juga membeli makanan untuk bi Ina ART yang sudah bekerja sekian lama sejak mereka kecil hingga dewasa,wanita paruh baya tersebut sudah seperti keluarga mereka sendiri...
Sesampai nya di rumah mereka lalu masuk kamar masing-masing,sementara di bawah bi Ina sedang menikmati makanan yang tadi di bawa oleh kedua kakak beradik tersebut...
***
di sisi lain Tiara bersama kakak nya Melisa sedang dalam perjalanan pulang juga ke rumah,tapi Melisa heran melihat sang adik yang lebih banyak diam padahal Tiara bukan tipe pendiam bahkan kalau ngomong nggak pakai titik koma lalu " kenapa tiba-tiba dia jadi pendiam " gumam Melisa dalam hati
Karena penasaran dengan tingkah sang adik,Melisa lalu mengajak ngobrol mungkin saja adik nya menceritakan penyebab yang membuat dia mendadak jadi pendiam...
" Tia ... Tiara " suara Melisa agak tinggi hingga membuyarkan lamunan sang adik
" Huh ... ada apa sich k ? ngagetin aja " ucap Tiara ketus
" Lah kamu gimana sich Tia ...kakak ajak ngobrol cuma ngelamun aja " tukas Tiara
__ADS_1
" Ooh...sorry k aku cuma lagi kesal aja " ujar berusaha menyembunyikan apa yang lagi dia rasakan sekarang
" Iya dech....kalau kamu nggak mau cerita juga nggak apa-apa kakak ngerti kok,tapi kalau nanti kamu mau cerita boleh-boleh aja kakak siap dengarin cerita kamu Ok " ujar Tiara menghibur sang adik