
Lihat Kelakuan Nya
" Alysa kamu kenapa sayang " tanya sang ibu setelah membuka pintu dan melihat mata puteri nya sembab bahkan terlihat beberapa butiran bening terus mengalir di sudut mata nya.
" Selamat sore bu , saya Eric teman kerja nya Alysa " ujar Eric seraya menyalami sang ibu
Alysa menghambur ke pelukan sang ibu sambil terisak yang membuat sang ibu bingung...
Sang ibu yang melihat puteri nya terus menangis jadi semakin panik , Eric yang melihat suasana tegang langsung angkat bicara...
" Maaf bu , saya tidak bisa bercerita apa-apa , biar Alysa yang nanti cerita ke ibu "
Eric pun tak ingin berlama-lama d sana dia lalu pamit pulang agar ibu dan anak tersebut bisa berbincang dengan leluasa...
" Saya permisi dulu bu " ujar Eric seraya menatap Alysa
" Terimakasih nak sudah antar Alysa pulang " ujar sang ibu yang masih memeluk erat puteri nya
" Sama-sama bu " ujar Eric tersenyum sembari melangkah pergi meninggalkan rumah mewah tersebut
Sepeninggal nya Eric , Ibu Vika mengajak puteri nya masuk ke dalam rumah untuk menenangkan nya...
" Sayang ada apa ? kenapa kamu tiba-tiba seperti ini ?" tanya sang ibu khawatir
Di waktu yang bersamaan bi Ina datang membawakan segelas air putih untuk di minum Alysa agar dia bisa tenang...
Setelah minum air dan merasa tenang sedikit , Alysa lalu menceritakan kejadian yang dia lihat di kantor Roni...
Sang ibu pun kaget seperti tidak percaya dengan semua penuturan anak nya , sesaat dia pun murka mendengar cerita anak gadis nya , tapi dia berusaha mengendalikan amarah nya...
Tak berselang lama Dito pun pulang dan masuk rumah , di sana dia melihat ibu nya yang sedang duduk sambil merangkul Alysa sambil mengusap pundak dan rambut nya...
Dito yang heran melihat pemandangan tersebut langsung mendekat dan bertanya...
" Ada apa mah " tanya Dito berjalan mendekati mereka
Alysa mengangkat wajah menatap sang kakak , Dito terkejut melihat adik nya berurai air mata...
__ADS_1
" Alysa kamu kenapa ? ada apa sampai kamu kayak gini ?" tanya Dito sambil memegang kedua pundak adik nya
" Dito kamu duduk , tenang dulu biar mama cerita " ujar sang ibu menenangkan putera nya
Setelah Dito tenang , sang ibu lalu menceritakan kejadian yang membuat adik nya seperti ini , sedang kan Alysa cuma terdiam dan sesekali mengusap air mata nya yang terus menganak sungai , seketika wajah Dito berubah merah padam menahan amarah...
" Roni " ujar Dito penuh amarah dan berniat pergi namun langsung di cegah sang ibu
" Dito mau ke mana kamu nak ? kendalikan emosi jangan bikin adik kamu semakin sedih " imbuh sang ibu yang sudah mengetahui tujuan Dito hendak pergi
***
Malam hari nya Roni pulang , di ruang keluarga ibu dan ayah nya sedang duduk menunggu kepulangan nya...
Roni masuk dan hendak naik ke lantai atas menuju kamar nya , namun langkah nya terhenti saat sang ibu memanggil nya...
" Roni " suara sang ibu terdengar begitu kasar sambil mendekat
Plakk
Sebuah Tamparan mendarat di pipi Roni , dia cuma meringis menahan sakit...
" Mah ! uda lah jangan marah terus donk ,mama marah-marah pun nggak akan mengembalikan keadaan seperti semula " ujar sang suami menenangkan isteri nya
" Ayah tu yang selalu bela Roni , sekarang ayah lihat seperti apa kelakuan nya ? apa yang akan kita katakan kepada keluarga Bill yah " ujar sang isteri dengan nada sendu
" Ron kamu masuk kamar aja , biar ayah ngomong sama mama "
Roni cuma mengangguk lalu menaiki anak tangga menuju kamar nya , di dalam kamar dia terlihat begitu frustasi , terkadang mengacak-acak rambut nya terkadang mengusap kasar wajah nya...
Dia meraih ponsel nya mencari nama kontak yang tertulis my love dan menelepon nya hingga beberapa kali namun tak ada jawaban , akhirnya dia memilih mengirim pesan dan berharap ada balasan...
***
Sementara di rumah Alysa dia duduk sandaran di atas ranjang nya sambil sesekali mengusap butiran bening yang terus mengalir di sudut mata nya...
Bahkan panggilan telepon masuk berulang kali tak pernah dia jawab begitu pesan singkat yang masuk silih berganti tak dia reply satu pun , tak berselang lama sang ibu masuk ke kamar nya...
__ADS_1
" Sayang uda donk , jangan sedih terus seperti ini mama juga ikut sedih " ujar sang ibu khawatir
" Mama tahu kamu pasti sedih , kecewa ,sakit hati , tapi kamu juga harus bersyukur sayang karena semua terbongkar sebelum kalian resmi menjadi suami-isteri , andai kalian sudah menikah baru terkuak fakta sudah pasti lebih menyakitkan sayang " ujar sang ibu memeluk erat puteri nya
" Sekarang kamu istirahat ya , tenangkan pikiran kamu , ingat sayang semua pasti baik-baik aja " ujar sang ibu penuh kasih
Alysa mengangguk saat di suruh istirahat , sang ibu pun keluar meninggalkan nya...
***
Sementara di tempat lain Eric sedang gelisah memikirkan keadaan Alysa , dia ingin menelepon tapi dia urungkan niat nya , setelah berpikir sejenak dia lalu mengirim pesan singkat yang tanpa dia sadari Alysa langsung membalas pesan nya...
Eric berusaha menghibur , menenangkan Alysa agar dia bisa melupakan segala kesedihan nya walaupun cuma sebentar paling tidak dia bisa terhibur sedikit...
" Kamu yang semangat ya Alysa , jangan putus asa masih banyak orang yang menyayangi kamu , hidup terus berjalan yang lalu biarkan berlalu , menyakitkan memang tapi kita tidak ada pilihan selain menjalani nya dengan hati ikhlas , " ujar Eric tanpa lelah menghibur Alysa
" Kamu istirahat sekarang , jangan sedih lagi , percaya lah semua akan baik-baik saja "
" Iya k ,thanks ya uda support aku , hibur aku " pesan Alysa menutup percakapan mereka
Alysa menarik selimut menutupi tubuh nya seraya berusaha memejamkan mata akhir nya dia pun tertidur , entah karena ucapan sang ibu atau karena ucapan Eric yang membuat Alysa tertidur intinya semua yang di ucapkan dua insan berbeda usia itu kepada Alysa adalah hal baik...
Begitu juga Eric dia memeluk guling nya mengarungi alam mimpi , entah mimpi indah atau mimpi buruk hanya Tuhan dan Eric yang tahu...
***
Sebalik nya di rumah Roni sang ayah berusaha menenangkan sang isteri yang tengah di bakar api amarah...
" Mah , sudah lah jangan marah terus , kasian Roni mah "
" Coba mama bayangkan andai Alysa dan Roni sudah menikah lalu terkuak fakta seperti sekarang ini , bukan kah lebih menyakitkan mah ?"
" Sekarang yang harus kita lakukan adalah mencari jalan keluar untuk membicarakan hal ini baik-baik dengan keluarga Alysa , karena biar bagaimana pun ini salah Roni kita harus bertanggung jawab menyelesaikan persoalan yang sudah terjadi " sang suami berusaha memberikan pengertian
...****************...
Bantu dukung karyaku teman-teman 🙏
__ADS_1
ikuti terus cerita selanjutnya 😊🙏