Pengkhianatan Seorang Isteri

Pengkhianatan Seorang Isteri
episode 34


__ADS_3

Anak Satu-Satu Nya


" Coba mama bayangkan jika Roni dan Alysa sudah menikah baru terkuak fakta seperti sekarang ini , bukan kah lebih menyakitkan mah ?"


" Sekarang yang harus kita lakukan adalah mencari jalan keluar untuk membicarakan hal ini baik-baik dengan keluarga Alysa , karena biar bagaimana pun ini salah Roni , kita harus bertanggung jawab menyelesaikan persoalan yang sudah terjadi " sang suami berusaha memberikan pengertian


" Jangan salahkan Roni terus-menerus mah , dia sekarang pasti frustasi , dia memang bersalah mah tapi kita sebagai orang tua jangan terlalu memojokkan dia , karena yang namanya manusia tidak pernah luput dari kesalahan "


" Roni itu anak kita satu-satu nya mah , apa mama tega lihat dia frustasi , stres ?" sang isteri cuma terdiam mendengarkan ucapan suami nya


" Mama jangan terlalu khawatir , biar ayah yang nanti ngomong ke orang tua Alysa , agar persoalan ini cepat selesai "...


" Sudah lah mah , sebaiknya kita istirahat biar pikiran mama juga bisa tenang " sang suami merangkul isteri nya masuk kamar


Sedangkan Roni terlihat uring-uringan dalam kamar nya , dia terus-menerus menelepon dan mengirim pesan walaupun tak ada satu pesan yang di balas Alysa...


" Sayang aku tahu aku salah , tapi please kasih aku kesempatan untuk jelasin semua nya " entah ini pesan yang ke berapa Roni kirim kepada Alysa namun tak kunjung satu pun balasan dari nya , karena frustasi dan lelah yang menimpa nya akhir Roni pun tertidur sementara ponsel masih berada dalam genggaman tangan nya...


...****************...


Pantulan sinar mentari pagi yang terang menyorot di balik kamar , Alysa membuka mata nya dan mengumpulkan kembali separuh nyawa nya yang hilang entah ke mana , setelah seluruh nyawa nya terkumpul dia kemudian menuju kamar mandi dan langsung melakukan rutinitas nya...


Beberapa menit kemudian dia pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar namun tidak dengan hati nya yang sedang terluka...


Dia melirik ponsel nya sebentar lalu meraih nya membaca isi pesan yang kirim Roni , tanpa sadar butiran bening mengalir tiada henti , Alysa terduduk di lantai menangis sambil memeluk kedua lutut nya...


" Kamu nggak tahu sesakit apa hati aku sekarang , kamu jahat Ron , kamu benar-benar jahat " ucap nya di iringi tangis yang tiada henti


...****************...


Sedang kan Roni yang masih tertidur pulas tiba-tiba terbangun karena bunyi nyaring jam walker yang berada tidak jauh dari nya...


Dia mengerjap-ngerjap kan mata nya lalu melirik ke arah petunjuk waktu , Roni menyingkapkan selimut nya dan bangun menuju kamar mandi melakukan rutinitas nya...


Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar namun tidak dengan nya hati nya yang sekarang di liputi rasa gelisah , cemas , bersalah , saat ini yang dia inginkan hanya bertemu Alysa dan menjelaskan semua nya namun rasanya tidak mungkin untuk bisa bertemu Alysa saat ini karena panggilan telepon dan juga pesan singkat tak ada satu pun yang di balas...


Dia tidak mengetahui jika saat ini Alysa sedang menangis sejadi-jadi nya menahan rasa sakit dan kecewa karena perbuatan nya...


Di lihat nya pesan yang dia kirim semalam sudah centang biru tapi tak ada satu pun balasan dari Alysa , Roni lalu berusaha lagi mengirim pesan dengan harapan Alysa membalas pesan tersebut , namun setelah menunggu 30 menit tak ada balasan apa pun dari Alysa ...


...****************...


Terlihat Alysa sedang duduk di atas kasur nya sambil sandaran , sesekali mengusap butiran bening yang mengalir di sudut mata nya...


tok tok tok

__ADS_1


" Selamat pagi sayang " sapa sang ibu menghampiri puteri nya dengan senyuman manis


" Pagi juga mah " balas Alysa dengan suara sendu


" Kamu nggak boleh terus-terusan sedih sayang , jalan kamu masih panjang , jadikan kegagalan ini sebagai pembelajaran , mama tahu kamu kuat sayang " ujar sang ibu mengusap rambut dan pundak puteri nya


" Ayo sarapan sayang , atau biar bi Ina bawa ke kamar aja "


" Iya mah , biar bi Ina bawa ke kamar " jawab Alysa dengan suara agak serak mungkin karena terlalu sering menangis


" Ya uda , mama ke bawah minta bi Ina antar sarapan nya "


" Thanks mom "


" Welcome sweet heart " ujar sang ibu berlalu keluar


...****************...


Sedang kan Eric baru saja selesai rutinitas nya dari kamar mandi , dengan wajah segar dan ceria dia meraih ponsel nya lalu mengirim pesan kepada Alysa...


" Selamat pagi Alysa , gimana keadaan kamu sekarang ? aku harap kamu baik-baik aja "


" Pagi juga k Eric , aku baik-baik aja k "


" Thanks ya k , selalu peduli sama aku " ujar Alysa sambil sesekali mengusap butiran bening yang terus mengalir


Tanpa Eric ketahui Alysa sedikit tersenyum membaca pesan nya , memang mereka saling peduli sebagai teman , bukan cuma mereka berdua tapi termasuk Jay dan group ngerumpi...


" Ingat Alysa kamu harus tetap semangat , masih banyak yang menyayangi kamu " Eric memberikan semangat


" Iya k , aku pasti semangat " ujar Alysa sedikit tersenyum


" Gimana kalau sore kita jalan-jalan ke taman , biar ada suasana baru "


Eric memang sengaja mengajak Alysa keluar agar dia bisa sedikit melupakan rasa sedih dan kecewa nya...


" Iya boleh k " Alysa menyetujui ajakan Eric


"Ok , nanti sore aku jemput ya , tapi ngomong-ngomong kamu uda sarapan belum ?"


"Ini baru mau sarapan k " balas Alysa


"Ya uda kamu sarapan dulu ,sampai jumpa nanti sore " pesan Eric menutup percakapan mereka


Sesudah mengirim pesan tersebut Eric bergegas turun ke bawah untuk sarapan karena cacing-cacing dalam perut nya sudah berdemo sejak tadi...

__ADS_1


" Pagi semua nya " sapa Eric


" Pagi juga nak " sahut sang ibu yang sedang mengoles selai cokelat ke roti untuk si bungsu


Si bungsu lalu melirik ke arah kakak Eric nya dan mengajak sang kakak menemani nya bermain game , Eric pun mengiyakan hingga si bungsu terlihat begitu senang dan mengucapkan Terimakasih...


Semua hanya tersenyum melihat kelakuan si bungsu...


...****************...


Sementara Roni berkali-kali mondar mandir di dalam kamar nya memikirkan bagaimana cara nya agar bisa bertemu dengan Alysa , dia duduk berdiri karena begitu gelisah , sesekali meremas rambut nya dan menghempaskan napas berat...


" Sore aku harus menemui Alysa , aku harus jelasin semua nya walaupun mungkin dia nggak akan maafin aku " ujar Roni mengusap kasar wajah nya


...****************...


Sore hari nya Eric bersiap-siap menjemput Alysa jalan-jalan ke taman , penampilan nya biasa saja namun punya daya tarik tersendiri...


Beberapa saat kemudian dia turun ke bawah pamit menuju ke rumah Alysa...


tok tok tok


pintu di buka oleh seorang wanita paruh baya dengan senyuman ramah...


" Den Eric ya ?" tanya bi Ina


" Iya betul "


" Masuk dulu den , bibi ke atas panggil Non Alysa


Sebelum Eric datang Alysa sudah memberitahukan kepada bi Ina kalau sebentar lagi ada teman nya datang bernama Eric...


Beberapa saat Alysa turun bersama ibu nya , mereka lalu pamit keluar , saat mereka keluar mobil Roni datang dari arah berlawanan dia melihat kedua insan beda kelamin tersebut , seketika amarah nya meledak...


" Alysa kamu nggak jawab panggilan telepon aku , nggak reply pesan dari aku ternyata karena kamu sibuk dengan laki-laki itu s*al*n itu " ujar Roni menatap tajam ke arah kedua insan besa kelamin tersebut hingga menghilang dari pandangan nya


...****************...


bantu dukung cerita ku teman-teman 😊



ikuti terus cerita selanjutnya


__ADS_1


"Terimakasih"🙏


__ADS_2