
kebersamaan
Eric pura-pura pamit pergi ke toilet,padahal dia hanya ingin memastikan siapa kedua orang tersebut yang terlihat begitu mesra,setelah memastikan wajah kedua anak manusia beda kelamin tersebut Eric lalu kembali bergabung dengan teman-teman nya,Eric terlihat tersenyum puas...
dari kejauhan Eric hanya menatap kedua anak manusia beda kelamin yang tengah di mabuk asmara sembari ngobrol bersama teman-teman nya,rasa kecurigaan nya sekarang terbukti...
sementara Jay dan Melisa sedang makan tanpa suara yang terdengar hanya lah bunyi sendok dan garpu yang beradu di atas piring,hingga tiba-tiba Jay membersihkan makanan yang menempel di bibir Melisa...
" Pelan-pelan makan nya Mel,tuh lihat sampai blepotan gitu..." ujar Jay sembari membersihkan bibir Melisa menggunakan tissue
aksi Jay sontak saja membuat Melisa kaget dan seketika muka nya memerah menahan malu,bahkan Melisa berusaha keras mengajak jantung nya untuk bekerja sama karena sedari tadi jantung nya berdetak nggak karuan...
"Terimakasih Jay..." ujar Melisa tersipu malu
mereka pun lanjut makan,sesekali Melisa berusaha mencuri pandang pria tampan yang berada di depan nya yang tanpa dia sadari pria tersebut pun melakukan hal yang sama...
selesai makan makan Jay dan Melisa lalu bergegas pulang,Jay mengantarkan Melisa ke rumah nya...
"Terimakasih Jay uda anterin aku pulang..." ujar Melisa tersenyum manis yang di balas senyum oleh Jay sambil melambaikan tangan nya
Melisa tersenyum bahagia sambil mengingat sekilas kebersamaan mereka tadi,dengan muka berseri dia memasuki rumah...
***
mentari pagi kini keluar dari peraduan nya untuk menjalankan tugas nya menyinari seluruh isi bumi,tempat-tempat yang terlihat gelap kini perlahan menjadi terang saat sang mentari mengenai nya,burung-burung di udara beterbangan kian kemari mencari makan,dedaunan yang terlihat hijau masih di huni oleh embun yang sedang beraktivitas untuk membentuk sebuah tetesan segar...
Eric atau lebih tepat nya Shane Ericson sedang bersiap diri untuk berangkat kerja,dia memakai sebuah kemeja putih lengan panjang yang di lipat sampai ke siku,penampilan sederhana nya mampu mencuri banyak perhatian kaum hawa, namun Eric tetap lah Eric yang tidak begitu peduli dengan kaum hawa yang sering berusaha untuk mendapatkan perhatian nya...
sesudah memastikan penampilan nya di depan cermin,Eric bergegas turun untuk sarapan
" Pagi mah... " sapa Eric tersenyum manja
" Pagi juga nak,hhhmmm tampan benar anak mama..." goda sang ibu
" Ahh mama bisa aja..." ujar Eric salah tingkah sambil menarik kursi untuk duduk
" Lho mah,Reyhan sama Richard mana...?" tanya Eric sembari memandang sekeliling mencari keberadaan adik-adik nya
" Uda pada berangkat sekolah Ric,bilang nya ada kegiatan yang di harus kan tiba sekolah lebih awal
tak berselang lama sesudah sarapan, Eric lalu pamit ke sang ibu untuk berangkat kerja...
" Mah aku berangkat kerja ya..." ujar Eric sembari mencium punggung tangan ibu nya
" Iya nak,hati-hati..." pinta sang ibu
__ADS_1
sementara di lain sisi terlihat mobil Alysa memasuki area parkiran,di waktu yang bersamaan Jay dan Eric pun memasuki area parkiran,mereka saling menyapa lalu berjalan beriringan masuk sambil ngobrol ringan...
setiba nya mereka di dalam langsung di sambut group ngerumpi
" Selamat pagi semua nya..." sapa salah satu anggota group ngerumpi
" Pagi juga..." balas Eric,Alysa dan Jay serempak
"Duhhh pada kompak ya..." timpal group ngerumpi
***
sebalik nya Roni duduk termenung dalam ruangan nya sambil memikirkan hubungan nya bersama Alysa...
" Alysa aku tahu aku uda salah,aku uda khianatin kamu dan aku yakin kamu nggak bakalan maafin aku,tapi satu hal yang perlu kamu tahu,aku nggak akan pernah lepasin kamu untuk hidup bersama laki-laki lain..." ujar Roni penuh amarah di sertai tatapan kebencian
tok tok tok
ceklek
" Permisi pak,ini file yang pak minta..." ujar sang asisten
" Taruh aja di situ,kamu boleh keluar sekarang..." ujar Roni dengan nada datar
" Baik pak,saya permisi..." ucap sang asisten berlalu pergi
" Hallo sayang..." terdengar suara Chyntia dari seberang
" Iya sayang,ada apa kok telepon pagi-pagi...?" balas Roni bertanya
" Nanti siang kita makan bareng ya sayang..." ujar Chyntia merajuk
" Sayang hari ini nggak bisa soalnya mama uda minta aku makan siang bareng karena ada yang mau mama omongin..." ujar Roni meminta pengertian Chyntia
"Ya uda sayang nggak apa-apa nanti lain kali,semangat kerja ya..." telepon terputus
***
sementara Jay yang sudah bersiap untuk berperang dengan kerjaan di usik karena deringan ponsel nya yang ternyata ada pesan Whatsapp
" Pagi Jay,Selamat beraktivitas,tetap semangat ya..." isi Whatsapp dari Melisa
" Pagi juga Mel, kamu juga semangat ya kerja nya..." balas Jay sembari tersenyum seolah-olah Tuhan mengirimkan penyemangat untuk nya di pagi hari
"Iya Jay,thanks support nya..." pesan dari Melisa mengakhiri percakapan mereka
__ADS_1
Jay memulai pekerjaan nya sambil tersenyum yang membuat group ngerumpi bingung melihat nya
"Jay,Jay..." tegur group ngerumpi sambil menyentuh pundak Jay hingga membuat nya tersentak kaget
" Huh,ada apa sich ngagetin orang aja..." ucap Jay ketus
" Loe itu yang kenapa,ngapain loe senyum-senyum sendiri dari tadi..." ujar group ngerumpi
" Huh gue...?" tanya Jay linglung
"Ya Iya lah Jay,memang siapa lagi...?" tambah group ngerumpi
Jay hanya tersenyum masam sembari menggaruk kepala nya yang tak terasa gatal,group ngerumpi pun cuma bisa menggeleng kepala...
***
menjelang siang hari sebelum jam istirahat Roni langsung mengirim Whatsapp kepada Alysa mengajak nya makan siang bareng,Alysa pun mengiyakan karena mereka memang jarang bertemu di tambah lagi dengan pekerjaan yang menyita waktu...
jam istirahat siang pun tiba,Alysa bergegas keluar tanpa menoleh di waktu bersamaan Eric pun keluar untuk makan siang...
" Hey Ric, kamu mau makan di mana...?" tanya Jay saat mereka berpapasan
" Makan di warung depan aja Jay..." jawab Eric pasti
" Ya uda bareng aku juga Ric,lagi malas keluar..." ujar Jay menawarkan
tiba-tiba terdengar suara group ngerumpi yang minta gabung makan bareng biar rame,alhasil Jay dan Eric pun mengiyakan yang membuat group ngerumpi bersorak kegirangan...
mereka lalu berjalan beriringan keluar tapi Jay menyuruh group ngerumpi lebih dulu ke warung untuk memesan makanan seperti biasa...
"Ehh Ric,Alysa ke mana kok nggak kelihatan...?" tanya Jay penasaran
" Mungkin uda keluar,soal nya gue juga nggak lihat,padahal dia orang pertama selalu ngajak kita..." ujar Eric kurang bersemangat
mereka terus berjalan ke arah warung namun tiba-tiba langkah Jay terhenti yang membuat Eric bingung...
"Ada apa Jay, ngapain berhenti..."? tanya Eric bingung
" Ric,itu Alysa kan..."? ujar Jay sambil menunjuk ke arah Alysa yang sedang di rangkul mesra oleh seorang lelaki
" Iya betul,itu Alysa,memang kenapa Jay..."? tanya Eric tak bersemangat karena melihat pemandangan yang membuat hati nya hancur
" Alysa ngobrol sama siapa sich Ric?kok mesra banget ya..."? tanya Jay penasaran
" Sama tunangan nya Jay..." jawab Eric seperti kehabisan suara
__ADS_1
" Tunangan..."? tanya Jay dengan pandangan tak percaya