Penistaan

Penistaan
Bab 2: Menciptakan


__ADS_3

Bunga masih bunga, pohon masih pohon, tak ada yang berubah dari dunia.


Yang berubah hanya Roger.


Roger terbangun dan memandang ke luar, dunia seakan bergetar dalam gelombang. Bunga, pohon, warna seolah berubah menjadi lukisan datar. Apa sesuatu di balik lukisan. Roger berusaha keras untuk melihatnya, bahkan mencondongkan tubuh tanpa sadar. Namun, seperti ikan di akuarium, dia terdorong kembali setiap tiba di depan lukisan. Musim panas diusir oleh musim gugur, Roger baru kemudian berubah kembali. Lebih tepatnya, semua sifat buruknya dulu kembali. Dia bangun dan tidak memeriksa apakah tangannya telah berubah menjadi tangan skeleton.


Roger bisa dengan jelas merasakan keberadaan energi Tuhan. Mata berwarna perak itu, garis potong pisau, gelombang di bawah jubah putih, semuanya seperti kelebat mimpi yang sesekali terlintas di benaknya. Jadi, Roger merasa marah.


Rasa jijik sang necromancer terhadap Malaikat Wella tidak melunturkan pikiran Roger yang penuh nafsu, justru dikuasai olehnya secara perlahan. Banyak bangsawan memiliki gangguan kepribadian paranoid, Roger juga tampak jelas. Tetapi, cara kebanyakan bangsawan menunjukkan paranoid mereka adalah dengan percaya bahwa mereka lebih mulia dari rakyat jelata dan lebih unggul dalam segala hal, sedangkan pemikiran Roger jauh lebih sederhana; gunakan energi Tuhan untuk menciptakan Malaikat Cahaya sebagai peliharaannya. Roger tak pernah begitu haus untuk menjadi kuat sebelumnya. Malaikat Cahaya saja sudah begitu tak terlupakan, bagaimana dengan rupa Para Suci? Hanya penyihir level tujuh yang bisa memiliki hewan peliharaan. Dengan kekuatan spiritual Roger, necromancer memilih untuk meninggalkan pengetahuan tentang lingkaran sihir, serta kemurnian energi Tuhan. Ketika kekuatan sihirnya mencapai standar penyihir level tiga, dia mungkin bisa memiliki peliharaan sendiri.


Faith adalah penyihir level sembilan. Laboratorium sihirnya merupakan bangunan dua lantai yang agak sepi di dalam akademi. Sebenarnya setinggi apa pun level sihir Faith, dia tidak akan diperlakukan seperti ini, tetapi karena Faith juga seorang alkemis ulung, itu lebih penting dari kekuatan sihirnya karena item sihir level tinggi adalah kesukaan semua orang.

__ADS_1


Penampilan Roger biasa saja. Ada dua alasan mengapa Faith memilih Roger sebagai muridnya. Pertama, Roger menyanjung dengan baik. Kedua, Roger lebih tahan ujian di depan permata-permata bernilai mahal. Roger bukan pria terhormat yang tidak mencuri, dia hanya mengerti pepatah ‘melepas ikan kecil demi ikan besar’. Ada satu lagi alasan yang lebih kuat, yaitu Faith yang terlahir sebagai rakyat jelata pasti akan menikmati rasanya dilayani oleh seorang bangsawan. Setelah beberapa kali bermain wanita bersama, Faith dan Roger dengan cepat menjadi dekat dan sefrekuensi. Bagaimanapun, Faith cukup senang melihat Roger yang tiba-tiba mempelajari lingkaran sihir dan berlatih sihir dengan giat.


“Pak, simbol-simbol di tengah lingkaran sihir ini untuk apa?”


“Seperti mantra yang kamu pelajari, simbol-simbol ini digambar untuk mengumpulkan kekuatan sihir yang sesuai dengan ruang. Mantra sihir yang digambar dengan bahan sihir berbeda memiliki fungsi yang berbeda juga. Dan fungsi lingkaran sihir ditentukan oleh ukuran, jenis, dan urutan energi yang terkumpul.”


“Bukankah ada banyak kombinasi lingkaran sihir kalau begitu?”


“Kalau lingkaran sihir salah digambar lalu diaktifkan, apa akibatnya?” Setelah bertanya, Roger langsung memaki dirinya bodoh. Bukankah ledakan yang sesekali terjadi di laboratorium Faith sudah menjelaskannya? Tapi Roger cukup beruntung. Sebagai seorang alkemis, kekuatan sihir Faith kurang baik, tetapi pengetahuannya tentang lingkaran sihir cukup bagus.


Tiga per-empat siswa di Akademi Sihir Rhein adalah bangsawan. Bangsawan level rendah seperti Roger juga sering dipandang rendah. Sebagian besar siswa bangsawan tidak segiat rakyat jelata. Namun, sebagai sesama penyihir level dasar, kesenjangan dalam peralatan sihir cukup bagi siswa bangsawan untuk melawan siswa rakyat jelata. Karena kesenjangan keuangan, siswa rakyat jelata hanya bisa meningkatkan kekuatan sihir mereka dengan giat berlatih. Roger tidak memiliki uang untuk membeli peralatan sihir, juga tak mau berlatih seperti rakyat jelata. Oleh karena itu, kekuatannya biasa saja. Dia kadang-kadang menindas rakyat jelata dan menjadi ketua di luar akademi.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu, cuaca menjadi dingin. Hampir semua orang yang mengenal Roger terkejut dengan perubahannya. Pria pendek, gemuk, dan tak tahu malu itu kini mengubur diri dalam tumpukan kertas kuno di perpustakaan atau bermeditasi di kamar setiap hari. Seiring meningkatnya kekuatan sihir, suatu hari ketika kepingan salju turun, kekuatan sihir Roger akhirnya mencapai standar penyihir level tiga. Dalam beberapa hari terakhir, Roger menyadari beberapa hal. Setelah dirombak total, tubuh ini memiliki kekuatan ledakan dan kelincahan yang mengerikan. “Kamu lebih seperti monster ketimbang manusia.” Necromancer membuat kesimpulan. Pada awal-awal penyatuan jiwa, Roger masih bisa bertelepati dengan necromancer. Sekarang jiwa mereka sudah menjadi satu dan tak bisa lagi membedakan siapa dan siapa. Kesimpulan tersebut jelas berasal dari necromancer yang mengetahui struktur tubuh manusia dan monster dengan baik.


Hal lain yang Roger sadari adalah kekuatan spiritual. Ketika Roger sedang bertarung dengan ‘Prinsip Lingkaran Sihir Angin’ suatu sore, kedua mata perak itu membakar sarafnya lagi. “Ingin sekali minum satu teguk.” Roger teringat gelas bir di meja pinggir jendela. Kehausan akan mata itu membuatnya siap untuk terus tenggelam dalam lautan lingkaran sihir, dia malah menemukan bahwa gelas bir itu menggantung di depannya. Saat Roger tercengang, gelas bir menghantam kepalanya dengan keras dan bir membasahi tubuhnya. Setelah itu Roger menemukan bahwa kekuatan spiritualnya dapat mengendalikan objek yang bergerak. Setelah berbulan-bulan berlatih tanpa takut, Roger akhirnya bisa melempar kucing yang mencuri makan di rumah. Dibandingkan dengan sihir, kemampuan ini merepotkan dan tak berguna. Namun, pemahaman tentang asal usul dunia yang tinggalkan oleh necromancer membuat Roger merasa bahwa kemampuan ini sangat berguna. Hingga bertahun-tahun kemudian, Roger baru mengetahui bahwa dia salah tentang necromancer. Kemampuan meramalnya sekarang ternyata berasal dari penciuman alami seorang penjahat terhadap konspirasi.


Bagaimanapun, hari besar akhirnya tiba. Roger dengan gembira memandangi lingkaran warna-warni sihir yang dia lukis di rumah. Lingkaran pemanggil hewan peliharaan ini telah banyak diubah karena harus sesuai dengan asal-usul energi Tuhan. Biasanya hewan peliharaan penyihir adalah monster kecil seperti setan, gagak, dan kucing hitam, kebanyakan juga digunakan untuk mengintai. Hewan peliharaan memiliki hubungan paling langsung dan erat dengan jiwa penyihir. Kematian hewan peliharaan umumnya juga akan menyebabkan pukulan besar bagi penyihir. Untuk hal ini, Faith telah menegaskan bahwa hewan peliharaan Roger adalah babi hutan atau tikus tanah. Hewan peliharaan penyihir tak banyak berguna dalam pertempuran, hewan sebesar harimau hitam pun demikian. Daripada menggunakan hewan peliharaan untuk bertempur, lebih baik menggunakan monster, kuat dan aman.


Mantra Roger sudah selesai dan kekuatan sihir mulai mengalir ke dalam lingkaran sihir. Simbol-simbol lingkaran sihir mulai menyala dan berbagai cahaya terjalin. Ketika seluruh lingkaran menyala, auman iblis dan nyanyian rohani terjalin di tengah lingkaran. Roger bersimbah keringat dan uratnya menonjol. Dia berusaha untuk mendukung lingkaran sihir yang tak berujung. Kabut hitam perlahan muncul di tengah lingkaran dan terus meneteskan cairan. Gumpalan cairan keperakan semakin banyak dan ketika sudah sebanyak satu kepala orang, massa benda ini terus berubah dan bergulung di udara. Roger membaca mantra lagi dan meletakkan tangannya di atas massa benda yang ada di udara. Perlahan, setetes air keemasan merembes keluar dari ujung jari Roger dan jatuh ke massa benda itu. Massa benda itu sontak bergerak kuat, kemudian awan kabut hitam menyembur keluar dan menutupi seluruh lingkaran sihir.


Roger duduk di samping dengan lemah dan menatap lingkaran sihir dengan penuh harap. Kedua mata perak itu sesekali melintas. Roger tahu bahwa makhluk kali ini akan menjadi sesuatu yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya. Apa pun itu, dia berharap hewan peliharaan ini memiliki sepasang mata perak.


Kabur menghilang. Tanpa berkata-kata, Roger menatap hewan peliharaan barunya; seonggok kerangka manusia yang rusak.

__ADS_1


__ADS_2