Perahu Emas

Perahu Emas
kangen ayah


__ADS_3

Sudah satu minggu sudah sembuh dari penyakit yang ia milikinya.


Tata mulai sekolah lagi seperti biasanya.Tata selalu berangkat bersama sahabatnya.


Seperti biasanya Tata selalu berangkat pagi-pagi dan pulang agak sore.


Di sore hari sambil menikmati senja Tata selalu sendirian dan berharap ayah Tata pulang lagi.


"Hmmm,andai saja ayah bangun lagi mungkin aku tidak menyendiri lagi" Ujar Tata.


Mbok Ratih mendengar perkataan Tata dari belakang.Mbok Ratih merasa sedih melihat Tata selalu murung.


Mbok Ratih mencoba membujuk Tata menelpon ibundanya tapi ia tidak mau karena masih kesal kepada ibundanya.


Pada hari libur Tata berencana untuk berziarah kepada makam ayahandanya.


Tata segera menyelesaikan pekerjaan rumahnya karena nanti jam 9 Tata akan ke makam ayahandanya.


Sesudah menyelesaikan pekerjaannya Tata pamit dulu kepada Mbok Ratih.


"Mbok,Tata izin keluar mau ziarah ke makam ayah" ujar Tata.


"Owh,mau ditemenin sama Mbok gak?" ujar Mbok Ratih.


"Sendiri aja Mbok, kasihan Mbok kalau jalan jauh-jauh suka keram" ujar Tata.


"Beneran gak papa?" ujar Mbok Ratih.


"Iya gak papa" ujar Tata.


Tata pun langsung bersiap-siap untuk berziarah makam ayahandanya.


Tata berangkat pas jam 9.Diperjalanan Tata bertemu dengan sahabatnya yaitu Hena.


"Mau kemana Ta?" ujar Hena.


"Mau ke makam Babeh aku" ujar Tata.


"Tata aku juga pengen ikut ya" ujar Hena.


"Please, aku pengen sendirian aja gak mau dengan siapa pun" ujar Tata.


"Yasudah gapapa sih,nanti kalau udah selesai ziarah nanti main ke rumah aku ya.Ibu aku lagi ke hajatan aku sendirian di rumah" ujar Hena.


"Oke siap, kalau begitu aku pergi dulu.Assalamu'alaikum" ujar Tata.


"Walaikumsalam" ujar Hena.


Tata pun melajukan perjalanannya.TPU di kampung Tata cukup jauh dari rumah Tata.


Beberapa menit kemudian Tata sudah sampai di gerbang TPU.Penjaga TPU pun bertanya kepada.


"Nak mau ziarah ke makam siapa?" ujar Penjaga TPU.

__ADS_1


"Mau ziarah ke makam bapa saya yang bernama Slamet bin Abdullah" ujar Tata.


"Owh Pak Slamet,Sini bapak bantu cariin Makam Almarhum Bapak kamu" ujar Penjaga TPU.


Mereka pun langsung mencari makam ayahandanya Tata.Sambil mencari makam ayah Tata,Mereka berbincang-bincang.


"Ngomong-ngomong kamu ziarah kok sendirian,Mamah kamu kemana?" ujar Penjaga TPU.


"Ibu aku lagi merantau ke Jakarta lagi kerja" ujar Tata.


"Berarti kamu sendirian di rumah" ujar Tata.


"Nggak Pa,saya nginap di tetangga saya Mbok Ratih" ujar Tata.


"Oh begitu" ujar Penjaga TPU.


Beberapa menit kemudian akhirnya makam Almarhum ayahnya Tata ketemu.


"Nih dek makam Almarhum bapak kamu" ujar Penjaga TPU.


"Oh disini, makasih pak sudah membantu saya mencari makam Almarhum bapak saya"ujar Tata.


" Iya sama-sama dek,kalau begitu Bapak ke gerbang lagi ya.Kalau terjadi apa-apa langsung ke pos penjagaan"ujar Penjaga TPU.


"Iya Pak" ujar Tata.


Setelah itu Penjaga TPU pun kembali ke pos penjagaan.Tata langsung duduk di atas alas koran yang ia bawa.


Tata langsung mengangkat kedua telapak tangannya lalu berdoa sambil meneteskan air matanya.


"Ya Allah yang maha penyayang lagi maha pengasih,Ampunilah dosa-dosa bapakku ini Allah.Serta jauhkanlah bapa saya dari siksaan api neraka Ya Allah.


Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil


Akhiroti hasanah waqina adzabannaadzabanna"


"Amin" jawab Pak RT dan Bu RT.


Tata langsung menoleh ke belakang teryata Pak RT dan Bu RT.Mereka berdua mengikuti Tata dari diam-diam.


"Lah kok Pak RT sama Bu RT disini,ngikutin Tata dari belakang ya?" ujar Tata.


"Yap betul" ujar Bu RT sambil menghampiri Tata.


"Nak kamu harus kuat jangan sedih terus.Dan belajar mengiklankan ayah kamu,kasihan bapak kamu kalau Tata nangis terus ayah kamu pasti ikut nangis juga" ujar Pak RT sambil mengelus-elus kepala Tata.


"Baik pa,Tata janji gak sedih terus" ujar Tata sambil mengusap air matanya dari pipinya.


"Siip kamu anak baik,wanita itu harus kuat dan tangguh kaya ibu.Dulunya ibu juga nasibnya sama Tata ditinggal sama ayah ibu pas masih bayi" ujar Bu RT.


"Oh berarti ibu dulunya anak yatim" ujar Tata.


"Iya,coba Tata deh lihat diluar sana banyak sekali anak yang senasib sama Tata dan ada juga tinggal keduanya mereka berjuang sendirian tampa support dari orang tuanya.Kamu juga harus lebih kuat dari mereka" ujar Bu Rt.

__ADS_1


"Iya Tata janji sama diri sendiri untuk lebih kuat untuk menghadapi masa-masa tersulit ini" ujar Tata.


"Siip jagoan Pak RT harus kuat" ujar Pak Rt.


"Udah jam setengah 12 pulang yuk bentar lagi solat Dzuhur" ujar Bu RT.


"Hayu atuh,nanti pulang Tata diantar sama bapak ya" ujar Pak RT.


"Baik Pak" ujar Tata.


Sebelum pulang Tata berpamitan kepada Almarhum ayahnya.


"Pak,Tata pulang dulu.Bapa baik-baik di sana ya.Tata selalu mendoakan Bapak setiap hari.Assalamu'alaikum" ujar Tata.


Setelah itu mereka pun pulang ke rumahnya.Tata diantar oleh Pak RT dan Bu RT menggunakan motornya.


Beberapa menit kemudian mereka pun sudah sampai di rumah Tata.


"Nak sampai jumpa esok,awas jangan galau terus nanti kamu sakit gimana" Ujar Pak RT.


"Iya Pak Tata janji gak bakan galau lagi" ujar Tata.


"Siip, kalau begitu kami pamit dulu, Assalamu'alaikum" ujar Pak RT.


"Walaikumsalam,Hati-hati dijalan" ujar Tata.


Mereka berdua pun pulang ke rumahnya. Tata langsung ke rumah Mbok Ratih.


"Assalamu'alaikum Mbok" ujar Tata.


"Walaikumsalam,eh Tata udah pulang sini makan Mbok udah buatin kamu nasi goreng kesukaan kamu" ujar Mbok Ratih.


"Oke,Tata mau cuci tangan dulu ya" ujar Tata.


Tata pun langsung mencuci Tangan lalu duduk di kursi makan untuk makan siang.


Tata makan dengan lahap.Setelah makan Tata langsung mencuci piring dan merapikan piring yang sudah di cuci.


Adzan dzuhur pun berkumandang......


Tata segera mengambil wudhu terus pergi ke masjid.Sebelum ke masjid Tata menjemput Hena lalu pergi bersama-sama.


Beberapa menit kemudian mereka pun sudah sampai di masjid.Di masjid ada Bu RT, Pak RT, Mang gun dan Pak Ustad.


Mang Gun langsung iqamah.selesai iqamah langsung menunaikan solat dzuhur berjamaah.


Beberapa menit kemudian solat dzuhur pun selesai dilanjutkan dengan berdoa.


Tata selalu mendoakan terbaik untuk Almarhum ayahnya.Dan Tata mencoba


mengiklankan kepergian ayahandanya.


coming soon episode 12 ya ☺

__ADS_1


__ADS_2