
Tata sangat tertekan batinnya semenjak kedatangan orang ketiga di rumahnya.
Tata tidak sanggup lagi di rumah sehingga ia memutuskan untuk pergi sejauh-jauhnya dari rumah.
Ia berencana besok hari untuk kabur dari rumah.Sebelum tidur Tata membuat surat untuk ibunya.
Mungkin bagi Tata hal yang sangat berat baginya karena harus meninggalkan rumah yang banyak kenangan dengan ayah kandungnya.
Setelah selesai semuanya Tata langsung tidur.
Jam 4 pun tiba,Tata sebelum pergi membersihkan semua ruangan di mulai dari menyapu lantai sampai cuci baju dan lalu menjemurnya.
Setelah semua selesai Tata langsung pergi dan meninggalkan surat di meja makan.
Sebelum pergi Tata melihat Cifa dipeluk oleh ibunya Tata.Tata merasa sedih karena ia belum pernah tidur bersama ibunya ketika sudah besar.
Tata langsung ke luar dari jendela kamarnya.Tata berjalan berlahan-lahan tanpa ketahuan siapa pun.
Tata menulusuri jalan alternatif yang jarang lalu lintas.
Tata berpikir apakah ia harus menemui sahabatnya dulu apa tidak.Dan akhirnya Tata menemui sahabatnya.
Tata langsung ke rumah Cika kebetulan Hena ada di sana sedang mengajak Cika.
"Hay Tata, mau kemana kok bawa tas?" ujar Hena.
Tata meminta berbicara di dalam rumah Cika karena takut ketahuan oleh Ibunya Tata.
"Jadi aku kesini mau pamitan sama kalian" ujar Tata.
"Emangnya Tata mau kemana?" ujar Tata.
"Aku mau pergi merantau,jujur aku cape sekali di rumah" ujar Tata.
"Hah merantau,yang bener Ta?" ujar Cika.
"Iya aku seriusan besti" ujar Tata.
"Please jangan tinggalkan kami" ujar Hena.
"Maaf bukan berarti gak sayang sama kalian.Ini mungkin jalan terbaik untukku" ujar Tata sambil meneteskan air matanya.
Mereka bertiga saling berpelukan.
"Maaf aku ya gak bisa jadi sahabat yang baik buat kalian" ujar Tata.
"Ya kami maaf kamu kok,kami juga minta maaf sebesar-besarnya sering menyusahkan kamu" ujar Cika sambil menangis.
"Iya aku juga memaafkan kalian.Kalau begitu aku berangkat dulu.Kalian jangan bilang sama-sama siapa ya aku kemana" ujar Tata.
__ADS_1
"Oke,dadah Tata hati-hati dijalan ,please jangan lupakan kami berdua" ujar Cika.
"Oke,Assalamu'alaikum" ujar Tata.
"Walaikumsalam" ujar Hena.
Tata pun langsung melanjutkan perjalanannya.
Tata sebelum pergi ke stasiun kereta api. Tata pergi ke makam ayahnya untuk pamitan.
Untungnya di sana tidak ada orang di sana.Dan akhirnya Tata sudah sampai di makam ayahnya lalu ia berdoa sekaligus berpamitan.
"Yah, Tata minta maaf selama ini Tata tidak bisa menjadi anak yang baik bapa sama ibu.Yah,Tata izin pergi merantau.Jujur Tata capek sekali di rumah.Tata pengen pergi merantau supaya Tata gak jadi beban keluarga lagi" ujar Tata.
Setelah berdoa kepada ayahnya,Tata langsung melanjutkan perjalanannya.
Sepanjang perjalanan Alhamdulillah tidak ada satu pun yang melihat Tata.
Setelah melawati jalan umum Tata langsung jalan menggunakan jalan alternatif lagi sampai di stasiun kereta api.
Beberapa menit kemudian Tata sudah sampai di stasiun kereta api.Tata membeli tiket terlebih dahulu.
Setelah membeli tiket Tata tinggal menunggu kereta berhenti.Tata menunggu 3 jam untuk naik kereta.
Sedangkan keadaan di rumah menjadi panik karena Tata tidak ada di rumah.
Mereka mencari Tata sampai ketemu tapi tidak di temukan di mana-mana.

Setelah membaca semua isi surat ibunya Tata tiba-tiba menangis.Ibunya Tata meminta suaminya untuk membatu mencarinya tapi ia sibuk.
Bu Firda terus mencarinya.Bu Firda menanyakan kepada Mbok Ratih tapi tidak tau keberadaan Tata.
Bu Firda langsung ke rumah sahabatnya siapa tau Tata ada di sana.Bu Firda bertanya kepada sahabatnya Tata mereka gak tau.
Sebenarnya Hena dan Cika tau kemana ia pergi tapi mereka melakukan perintah sahabatnya.
Setelah itu Bu Firda ke rumah Bu RT tapi Pak Rt tidak tau kemana Tata pergi.Bu Firda merasa bingung mau kemana lagi mencari Tata.
Bu Firda pulang ke rumahnya karena ia lelah mencari Tata sendirian.
Sedangkan Nenek Cifa dan Cifa tidak merasa bingung mencari Tata tetapi malah bahagia sekali karena Tata kabur dari rumah.
"Hahaha,rencana kita berhasil nek" ujar Cifa.
"Iya nak, jadi kamu anak-anak satunya" ujar Nenek Cifa.
Bu Firda sudah datang,mereka berpura-pura sedih karena Tata menghilang.
__ADS_1
"Firda gimana Tata sudah ketemu?" ujar Nenek Cifa.
"Belum" ujar Bu Firda.
"mungkin ia tidak betah di rumah jadi dia kabur dari rumah, lagi pula ngapain sih cari anak itu nyusahin kamu iya bandel lagi" ujar Nenek Cifa.
Bu Firda pun terdiam dan pergi ke kamarnya.Cifa dan Neneknya pergi ke warung untuk membeli cemilan.
Beberapa menit kemudian Pak Arya pun datang lalu menanyakan Tata kepada istrinya.
"Gimana Tata sudah ketemu?" ujar Suaminya.
"Belum mas" ujar istrinya.
"Yang sabar ya bu mungkin ini ujian bagi kita"ujar Suaminya.
" Iya Pak"ujar Istrinya.
Beberapa menit kemudian Cifa dan neneknya sudah datang dari warung.Mereka langsung memakannya sambil menonton TV.
Melihat mereka sedang asik menonton TV, Bu Firda dan Pak Arya juga ikut menonton TV supaya tidak terlalu pusing memikirkan keberadaan Tata.
Sementara Tata di stasiun kereta api,Tata merasa jenuh menunggu kereta api satu jam lagi.
Tata melihat pedagang asongan Tata langsung menghampirinya dan lalu membeli makanan lantaran ia lapar karena belum makan dari pagi.
Tata langsung makan nasi kuning dari pedagang asongan.Ketika ia makan,Tata bertemu dengan Pak Rt dan Bu Rt.
setelah Melihat mereka kejauhan Tata langsung bersembunyi di belakang kursi tunggu.
Untungnya mereka berdua tidak melihat Tata.Setelah mereka tampak agak jauh dari pandangan Tata,Tata langsung kembali lagi ke kursi tunggu.
Tata merasa lega tidak ketahuan oleh Pak Rt dan Bu Rt.Tata melanjutkan makannya.
Beberapa menit kemudian kereta api pun Tiba,Semua penumpang masuk ke dalam kereta api.
Tata langsung memakai switer hitam dan topinya supaya tidak ada satupun mengenalinya.
Ketika ia masuk ke kereta Tata menabrak Bu Rt lantaran Tata menggunakan kacamata hitam.
"Maaf-maaf Bu saya tidak sengaja" ujar Tata.
"Nak lain kali kalau mau naik kendaraan jangan pakaian kacamata kan jadi gini jadinya" ujar Bu Rt.
"Baik,sekali lagi saya minta maaf Bu" ujar Tata.
"Iya ibu maafin kok" ujar Tata.
Tata langsung mencari tempat untuk duduk dan akhirnya Tata mendapatkan kursi penumpang di barisan paling depan.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Kereta api pun berjalan,Tata selalu berharap mungkin ke depan ia mendapatkan kebahagiaan setelah ia meninggalkan rumah.
Coming soon episode 21 ya 🤗