Perahu Emas

Perahu Emas
Nenek Cifa datang


__ADS_3

Pada hari sabtu Pak Arya memberitahukan bahwa nenek Cifa akan datang kesini.


Cifa merasa senang karena neneknya mau datang.Ibunya Tata menyuruh Tata membersihkan kamar kosong untuk nenek Cifa.


Tata langsung menata kamar buat neneknya Cifa.


Setelah selesai membereskan semuanya Tata rehat sejenak tapi ibunya menyuruh lagi untuk membeli makanan.


Tata langsung pergi ke pasar untuk membeli makanan dan beberapa sayuran.


Tata terkadang merasa tidak nyaman di rumah dengan sikap ibunya yang berubah , Cifa dan Ayahnya.


Sebenarnya Tata ingin pergi sejauh-jauhnya dari rumah.Tapi Tata masih nyaman bersama sahabatnya.


Beberapa menit kemudian Tata pun telah sampai di rumah.


Tata memasak sayur sendiri tanpa bantuan dari orang tuanya.Tata sayur lodeh dan tempe goreng.


Setelah selesai semuanya Tata minta izin ke rumah Cika namun ibunya melarangnya.


Tata lama-lama merasa tertekan dengan orang-orang rumah tapi Tata berusaha sabar.


Beberapa menit kemudian nenek Cifa sudah sampai.Mereka menyambutnya dengan hangat.


"Hay ibu apa kabar?" ujar Pak Arya.


"Alhamdulillah baik,Eh Cifa cucu nenek yang cantik.Pasti Cifa kangen ya sama nenek" ujar Nenek Cifa.


"Pasti dong" ujar Cifa sambil memeluk neneknya.


Setelah mereka masuk ke rumah lalu mengajak Neneknya Cifa untuk makan.


Tata sedang mencuci wajan bekas tadi masak dan perabotan yang lainnya.


"Fir,itu siapa pembantu kamu? " ujar Nenek Cifa.


"Iya nek,itu pembantu di rumah ini " ujar Cifa.


"His kamu jangan begitu,mah itu anak tiri aku Tata namanya" ujar Pak Arya.


"Owh ,ibu kira asisten rumah tangga.Hahaha" ujar Nenek Cifa.


Tata hanya bisa tersenyum dan menahan nangis.Tata memutus untuk ke kamar.Sebelum ke kamar Tata berkenalan dulu dengan nenek Tata.


Tapi ketika bersalaman malah di tolak mentah-mentah oleh Nenek Cifa.Tata merasa sakit hati dan langsung ke kamar mengurung diri.


Tata merasa rumahnya bagaikan penjara.


Semenjak kedatangan Nenek Cifa Tata selalu disuruh-suruh.Dan semakin berubah sikap ibunya Tata.


Tata berusaha untuk sabar menerima keadaan.Namun mereka membuat Tata tidak nyaman di rumah.

__ADS_1


Pada suatu hari,Tata akan berangkat sekolah, namun Neneknya Cifa menyuruh Tata menyapu lantai di ruangan nya.


Tata langsung membersihkan ruangannya.Setelah selesai membersihkan ruangannya lalu ia berangkat ke sekolahan.


Di perjalanan Tata terjatuh dan kakinya memar tapi Tata tetap berangkat sekolah walaupun kakinya terluka.


Dan akhirnya Tata sudah sampai di sekolahan,tetapi ia terlambat 5 menit.


Tata langsung masuk kelas namun di kelas sudah ada guru.


"Nak kenapa kamu terlambat" ujar Tata.


"Maaf Bu Tata terlambat,Tata habis membereskan rumah dulu" ujar Tata.


"Bohong Bu,dia karena bangunnya kesiangan" ujar Cifa.


"Sudah-sudah,kamu sekarang ibu hukum.Sekarang kamu bersihkan semua toilet"ujar Bu guru.


Semua siswa mentertawakan Tata kecuali sahabatnya Cika dan Hena.


Ini semua rencana Cifa dan Neneknya.Mereka sudah merencanakan dari malam.Tata hanya bisa pasrah.


Tata langsung pergi untuk membersihkan Toilet yang kotor.Sahabatnya tidak tinggal diam ia izin membantu Tata, namun dilarang oleh Bu guru.


Beberapa menit kemudian Tata sudah kembali lagi ke kelas dan melanjutkan belajarnya.


Jam istirahat pun tiba,semua siswa pergi ke kantin.Tata dan sahabatnya selalu bersama ke kantin.


"Ta, Kok kamu tadi kamu berangkat siang?" ujar Hena.


"Aku tadi sebenarnya habis membereskan kamar Neneknya Cifa" ujar Tata.


"Hah yang benar Ta,Lama-lama mereka ini jadi ratu di rumah kamu" ujar Cika.


"Emangnya mamah kamu ke mana Ta?" ujar Hena.


"Ibuku ada sih,tapi belakangan ini sifat ibu berubah banget.Jujur aku gak nyaman banget di rumah" ujar Tata.


"Coba deh kamu lawan kali-kali jangan dipendam mulu" ujar Hena.


"Nggak bisa aku" ujar Tata.


Cifa dan sahabatnya mendengar semua percakapan Tata dan sahabatnya.Mereka langsung membuat rencana supaya Tata semakin tidak betah di rumah.


Bel masuk pun berbunyi, semua siswa masuk ke kelas.Bu guru pun masuk kelas dan memulai pembelajaran.


Beberapa jam kemudian Bel pulang pun berbunyi semua siswa pulang ke rumah masing-masing.


Tata dan sahabatnya pulang bareng namun ketika Tata keluar dari kelas Cifa menjatuhkan Tata ke lantai.


Tata terjauh ke lantai sampai memar.Sahabatnya langsung menolong Tata.

__ADS_1


"Eh lu kenapa sih kamu jahat banget ke kakak tiri mu" ujar Cika.


"Jangan ikut campur dengan urusan ku" ujar Cifa.


Cifa dan sahabatnya langsung pergi meninggalkan mereka.


"Tata kamu nggak napa-napa" ujar Hena.


"Nggak kenapa-napa,bisa kok aku berdiri" ujar Tata.


Tata langsung pulang ke rumah dengan keadaan luka memar akibat terjatuh ke lantai.


Mereka berdua sangat khawatir dengan Tata karena selalu di siksa oleh adik tirinya. Tata hampir saja ketabrak motor tapi ia masih selamat dan melanjutkan perjalanannya.


Sesampainya di rumah Tata sudah dimarahin oleh ibunya lantaran mencuri uang milik ayah tirinya.Namun Tata tidak mengambil uang tersebut.


"Tata kamu yang mengambil uang papah kamu?" ujar Ibunya sambil marah-marah.


"Tata nggak mengambil uang ayah,lagi pula Tata belum pernah ke kamar ibu lagi" ujar Tata.


"Halah bohong buktinya uang anak saya ada di laci meja belajar kamu" ujar Nenek Cifa.


"Sungguh kecewa sama kamu Ta,mulai saat ini gak boleh makan dan tidak ada uang jajan" ujar Ibunya.


Tata hanya bisa diam dan meneteskan air matanya.Tata langsung pergi ke kamar dan langsung menangis histeris.


Cifa dan neneknya tertawa sangat bahagia karena Tata dihukum.Ini semua rencana neneknya,sebenernya uang Pak Arya diambil oleh neneknya.


Pak Arya dan ibunya Tata tidak menyangka sikap Tata seperti itu.Bu Firda minta maaf atas kelakuan anaknya yang telah mengambil uang milik suaminya.


Suaminya pun memaafkan istrinya.Bu Firda merasa lega mendengarnya.


Bu Firda langsung ke dapur untuk memasak untuk makan malam nanti.Tata terus menangis tanpa henti.


Tata langsung dimarahin neneknya Cifa lantaran mengganggu waktu istirahatnya.


Tata pun langsung diam dan menahan rasa sakit dihatinya.


Tata langsung tidur dan mengunci kamarnya sehingga tidak ada satu pun masuk ke kamarnya.


Malam pun tiba Pak Arya dan yang lainnya makan malam kecuali Tata.


"Bu mengapa Tata ikut makan malam bareng "ujar Pak Arya.


" Biarin saja dia kelaparan sampai besok buat aku malu tuh anak"ujar Ibunya Tata.


Pak Arya dan yang lainya langsung makan.Cifa meminta ibunya untuk disuapi dan permintaan Cifa terpenuhi.


Tata didalam kamar hanya bisa menahan rasa lapar dan selalu berharap ada orang yang menyayanginya.


Coming soon episode 20 ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2