Perahu Emas

Perahu Emas
Tata kembali lagi ke rumah


__ADS_3

Tata berlari begitu kencang sehingga semua orang tidak dapat kejar.


Setelah selesai akad nikahnya Bu Firda dan suami barunya mencari Tata sampai ketemu.


Namun Tata masih belum ketemu.Bu Rt dan Pak Rt juga mencari Tata. Tapi mereka tau Tata pergi kemana.


Pak Rt dan Bu Rt mengajak Bu Firda ke permakaman.


Akhirnya Tata ditemukan.Tata sedang di samping makam ayahnya.


"Ya Allah mengapa hidup aku tak seberuntung orang lain" ujar Tata sambil menangis.


Bu Firda meneteskan air mata mendengar semua pembicaraan Tata.Lalu menghampirinya.


"Nak maafin mamah,ini semua demi kebaikan kamu" ujar Bu Firda sambil menangis.


"Hah terbaik buat aku,Ibu bukannya terbaik buat baik aku tapi malah bikin aku kecewa" ujar Tata.


"Nak sekali lagi ibu maafin ibu sering mengecewakan kamu,Ibu janji akan menemani kamu sampai ibu mati" ujar Tata sambil memeluk Tata.


"Ibu janji ya jangan membuat Tata sakit hati" ujar Tata.


"Iya ibu janji" ujar Bu Firda.


Akhirnya hubungan Tata dan ibunya kembali membaik lagi.Semua orang senang melihatnya.


Tetapi Pak Rt dan Bu Rt selalu mengawasi Tata karena ada orang ketiga masuk kehidupan Tata.


Mereka pun pulang ke rumah.Mbok Ratih sangat rindu kepada Tata.


Mereka sudah sampai di rumahnya.Mbok Ratih menunggu di depan rumah Tata.


Mbok Ratih langsung lari menuju Tata lalu memeluknya.


"Nak Tata Mbok kangen sekali sama kamu" ujar Mbok Ratih sambil menangis.


"Tata juga rindu sama Mbok" ujar Tata.


Setelah itu mereka pun masuk ke rumah.Ibunya Tata langsung memperkenalkan ayah baru Tata dan adik tiri Tata.


"Nak perkenalkan ini Pak Arya bapak baru kamu dan ini Cifa adik tiri kamu" ujar Bu Firda.


"Hay Pak salam kenal dari Tata ya.Semoga kalian betah di keluarga Tata" ujar Tata sambil berjabat tangan dengan bapak baru Tata.


"Salam juga nak,semoga menjadi bapak idaman kamu" ujar Pak Arya.


"Amin, oh ya kata Cifa kamu sekelas Cifa " ujar Bu Firda.


"Oh iya-iya,berarti murid baru yang kemarin perkenalan" ujar Tata.


"Iya kak kemarin itu aku kak" ujar Cifa.


"Jadi besok kalian berdua berangkat dan pulang bareng ya nanti papah jemput" ujar Pak Arya.


"Maaf besok tidak bisa berangkat bareng sama pulang Tata mau nginep ke rumah Uci 2 hari karena hari Kamis besok Tata mau berangkat ke Jakarta Olimpiade matematika" ujar Tata.


"Hah yang benar Ta, kamu ikut Olimpiade Matematika?" ujar Pak Arya.


"Bener Pak " ujar Tata.


"Semangat ya anak cantik,semoga kamu menjadi juara" ujar Pak Arya.


Cifa merasa iri melihat orang tuanya sangat perhatian sama Tata.Cifa mulai ada niat jahat untuk menyingkirkan Tata dari rumah.

__ADS_1


Bu Firda mengajak Tata dan yang lainnya makan bakso.Bu Gia langsung menyiapkan baksonya.


Tata langsung ke dapur untuk membantu Bu Gia dan Mbok Ratih.


Di dapur Tata dinasehati oleh Bu Rt.


"Ta, kamu kalau di jahatin oleh bapak tiri dan adik tiri kamu lapor ya sama ibu dan Mbok Ratih ya" ujar Bu Rt dengan suara kecil.


"Iya Bu" ujar Tata.


Tata dan Bu Gia langsung menaruh mangkok dan sendok di ruang tamu.Sedangkan Mbok Ratih membawa bakso se panci.


Semua orang pun menyantap bakso yang telah di siapkan.


Setelah semua orang selesai makan Tata langsung membantu Mbok Ratih mencuci mangkuk.


Melihat sikap Tata ayah tiri Tata salut kepada Tata.


"Anak mu itu rajin sekali" ujar Pak Arya.


"Pasti, anak perempuan harus rajin" ujar Bu Firda.


"Cifaaa cantik sini" ujar Pak Arya


"Ada apa Pak" ujar Cifa.


"Coba kamu ke dapur bantu-bantu di dapur seperti Tata" ujar Pak Arya.


"Ah gak mau ah" ujar Cifa sambil pergi ke kamar.


Melihat sikap Cifa tersebut semua orang menghujatnya.Pak Arya sangat malu dengan Sikap Cifa.


Pak Arya langsung ke kamar Cifa dan lalu memarahinya.


"Cifa tolong jaga sikap kamu,jangan membuat Bapak malu " ujar Pak Arya.


Cifa hanya bisa menunduk dan menerima kesalahan nya.


Semua orang bubar karena sudah sore.


Bu Rt berpesan kepada Bu Firda untuk tidak menekan Tata.


Tata ingin sekali ke makam ayahnya lagi sekalian untuk berziarah.Ibunya sebenarnya ibu Tata ingin ikut , tetapi Tata pengen sendirian.


Tata pun berangkat ke makam ayahnya jalan kaki.


sesampainya di sana Tata bertemu Pak Djarot lalu menyapanya.


"Assalamu'alaikum Pak Djarot" ujar Tata.


"Walaikumsalam nak,apa kabarnya?" ujar Pak Djarot.


"Alhamdulillah baik Pak,oh iya Pak Adoy kemana?" ujar Tata.


"Pak Adoy sedang cuti istrinya mau lahiran " ujar Pak Djarot.


"Oh begitu,kalau begitu Tata pergi dulu ke makam bapak Tata.Assalamu'alaikum" ujar Tata.


"Walaikumsalam" ujar Pak Djarot.


Pak Djarot mengagumi sikap Tata karena selalu menjenguk ayahnya walaupun bapaknya sudah mati.


Tata pun langsung ke makam ayahnya.

__ADS_1


lalu ia berdoa kepada ayahnya.


Setelah itu Tata langsung kembali lagi ke rumahnya.


Di perjalanan pulang Tata melihat sahabatnya sedang jajan di warung Bi Inces dan Tata pun menghampirinya.


"Hay para besti ku" ujar Tata.


"Hay Tata, cie yang punya papah baru" ujar Cika.


"Aku sebagai Tata sih seneng punya papah yang kaya raya" ujar Hena.


"Ah kalian bisa aja,jujur perasaan campur aduk ada senengnya ada rasa sedihnya" ujar Tata.


" Maksud kamu?"ujar Hena.


"Ya gua seneng punya ayah lagi otomatis ibuku gak sendirian lagi tapiiii gua merasa sedih kebahagiaan ku direnggut oleh orang ketiga" ujar Tata.


"Kamu harus dibawa nyaman aja walaupun di rumah membuat kamu tidak nyaman" ujar Cika.


"Iya sih" ujar Tata.


Tata sambil berbincang-bincang dengan sahabatnya, Tata memesan makaroni basah kesukaannya.


"Bị pesen makaroni basah lima ribu sama teh jus" ujar Tata.


"Eh neng Tata gimana seneng gak punya papah baru? " ujar Bị Inces.


"Ah biasa aja bi gak ada yang di istimewa kan"ujar Tata.


" hahaha,nanti pesan kamu sedang di proses"ujar Bi Inces.


"Siip" ujar Tata.


Sambil menunggu pesanan, mereka berbincang-bincang.


"Oh ya kamu besok berangkat ke Jakarta? " ujar Cika.


"Iya,aku harus berangkat pagi-pagi karena harus kumpul dulu du rumah Uci" ujar Tata.


"Oh begitu, semangat ya Bestiku semoga kamu jadi juara ya" ujar Hena.


"Amin" ujar Tata.


Pesanan pun sudah siap Tata dan sahabatnya langsung menyantapnya.Sehabis makan mereka membayar pesanannya dan lalu ke rumah masing-masing.


Malam hari pun Tiba,Tata sangat sibuk karena besok habis subuh pergi ke rumah Uci.


Tata membawa beberapa alat tulis yang ia harus bawa.Setelah selesai menyiapkan perlengkapan Tata langsung mengunci pintu kamarnya lalu tidur.


Jam 4 pun tiba,Tata sudah siap untuk berangkat,sebelum berangkat Tata menunggu Adzan Subuh tiba.


Beberapa menit kemudian Adzan Subuh pun tiba,Tata langsung siap-siap untuk menunaikan solat.


Iqamah pun sudah berkumandang Tata langsung menunaikan Solat Subuh.


Setelah selesai solat Tata langsung memakai kerudung lalu berangkat.Sebelum berangkat Tata berpamitan kepada orang tuanya.


"Semoga kamu berhasil ya nak,bapa sama ibu selalu mendoakan mu" ujar Pak Arya


"Amin,kalau begitu Tata berangkat ya.Assalamu'alaikum"ujar Tata.


" Walaikumsalam,Hati-hati di jalan ya nak"ujar Ibunya.

__ADS_1


Tata pun berangkat menggunakan sepedanya.Kebahagiaan keluarga Tata mulai membaik.Namun hal itu tak selamanya baik-baik saja.Mungkin nanti ada ujian yang harus Tata lewati sendirian.


coming Soon episode 16 ya ☺


__ADS_2