
Tata sudah dua minggu menginap di rumah Pak Rt.Tata berangkat sering di antar oleh Pak Rt.
Pada hari rabu Tata berangkat bersama Bu Rt karena sekali mau ke pasar.
Sahabat Tata selalu stay by di depan kelas.
"Selamat pagi bro" ujar Cika.
"Pagi juga" ujar Tata.
"Tata kamu pulang ke rumah belum?" ujar Hena.
"Belum , emang kenapa?" ujar Tata.
"Eh denger-denger dari ibu-ibu mamah kamu ke datangan Cowok.Kata ibu-ibu sih calon Suaminya" ujar Hena.
"Hah yang benar Hen" ujar Tata.
"Gua nggak bohong Ta,coba nanti kamu pulang deh" ujar Hena.
"Tata nanti kami berdua siap menemanimu ke rumah kamu" ujar Cika.
"Makasih Teman -teman" ujar Tata.
Bel masuk pun berbunyi.Semua siswa masuk ke kelas.Bu guru pun masuk bersama anak baru.
"Selamat pagi anak-anak" ujar Bu Delis.
"Selamat pagi Bu guru" ujar semua siswa.
"Oke anak-anak kita ke datangan murid baru, coba nak perkenalan di depan kelas" ujar Bu Delis.
"Hay teman-teman perkenalkan nama saya Cifa Alia Putri kalian bisa panggil saya Cifa.Saya pindahan dari SMPN 1 JAKARTA.Salam kenal ya" ujar Cifa calon anak tiri Bu Firda.
"Oke, silakan kamu bisa duduk di meja paling belakang" ujar Bu Delis.
Murid baru pun duduk di belakang.Bu guru langsung memulai pembelajarannya.
Di sela-sela Bu Delis menjelaskan materi.Pak kepala sekolah masuk.
"Permisi Bu Delis mengganggu waktunya" ujar Pak kepsek.
"Iya gak papa" ujar Bu Delis.
"Ananda Tata mana?" ujar Pak Kepsek.
"Saya Pak" ujar Tata sambil mengacungkan tangan.
"Nak Tata ikut bapak ke ruang kepala sekolah"ujar Pak kepsek.
Tata pun langsung ke ruang kepala sekolah.Pak Kepsek langsung memulai pembicaraannya.
" Nak Tata,Bapak panggil kamu kesini mau menanyakan ke kamu.Apakah kamu bersedia untuk mewakili sekolah ini untuk mengikuti Olimpiade matematika?"ujar Pak Kepsek.
"InsyaAllah Tata bersedia Pak" ujar Tata.
"Siip,Kamis besok kita berangkat ke Jakarta ya.Jangan lupa jaga kesehatan" ujar Pak kepsek.
"Baik Pak" ujar Tata.
__ADS_1
"Silakan bisa kembali ke kelas lagi" ujar Pak Kepsek.
Tata pun kembali ke kelasnya.Hena dan Cika penasaran kenapa Tata dipanggil oleh kepala sekolah.
Tata sebelum masuk kelas mengetuk pintu dahulu.
TUK-TUK-TUK-TUK-TUK...
"Permisi" ujar Tata.
"Silakan masuk nak Tata" ujar Bu Delis.
Tata pun langsung duduk di kursinya.Dan melanjutkan pembelajarannya.
Bel istirahat berbunyi, pembelajaran pun diakhiri.Semua siswa pergi ke kantin untuk jajan.
Tiga serangkaian pergi ke kantin bersama-sama.Mereka memesan beberapa aneka makanan.
"Oh ya tadi kamu dipanggil kepala sekolahan ada apa bro?" ujar Cika.
"Cie pada kepo" ujar Tata.
"Ih kau nih bikin aku penasaran" ujar Hena.
"Jadi aku dipanggil Pak Kepsek disuruh ngikutin Olimpiade matematika" ujar Tata.
"Yang benar" ujar Cika.
"Aku serius besti,nanti kamis aku berangkat" ujar Tata.
"Aaaaaaaaa, semangat bestiku" ujar Hena.
Bel masuk pun berbunyi,semua siswa masuk ke kelas masing-masing.
Bu guru pun masuk kelas untuk menjelaskan materi pembelajaran.
Ibu guru menjelaskan materi semua siswa mendengarkan dengan jeli.Tata selalu menulis apa yang ibu guru sampaikan.
Tiga jam berlalu ,Bel pulang pun berbunyi.Bu mengakhiri pembelajarannya.
Semua murid bisa pulang ke rumah masing-masing.Tiga serangkaian pun pulang bareng.Seperti biasa mereka sebelum pulang ke perpustakaan untuk meminjam buku.
Setelah itu mereka mengantar Tata pulang ke rumah Tata.Sesampainya di pagar rumah Tata terlihat tenda hajatan di depan rumahnya.
Setelah melihat itu Tata meneteskan air mata.
Di dalam hati Tata berbicara.
"Ya Allah kenapa ibu melupakan aku begitu saja.Ya Allah aku tidak sanggup melihatnya"
Tata mengajak sahabatnya untuk putar arah.Sahabatnya Tata tau Tata sedang hancur.Mereka mengajak Tata untuk ke warung Bi Inces.
Dan akhirnya Tata pergi ke warung Bi Inces.
Sesampainya di sana mereka memesan cemilan.Tata kelihatan sedih Bi Inces langsung bertanya kepada Cika dan Hena.
"Cik Hen,si Tata kenapa kok wajahnya kayak yang sedih " ujar Bi Inces.
"Bibi jangan bilang-bilang siapa-siapa ya" ujar Hena.
__ADS_1
"Iya gak bakal ember sama Bibi mah" ujar Bi Inces.
"Jadi tadi kan Tata niat pulang ke rumah untuk pulang ke rumah, tapi ia malah tambah sakit hati karena ibunya mau nikah lagi besok" ujar Cika.
"Astaghfirullah beraninya mereka Nikah tampa Ridho dari seorang anak.Yang sabar ya nak mungkin ini adalah ujian Tata" ujar Bi Inces
Tata hanya bisa diam dan meneteskan air mata.
"Cik, Hen ,Bi.Tata pergi dulu" ujar Tata.
"Tata mau pulang kemana?" ujar Cika.
Tata langsung pergi tanpa permisi.
Tata pulang ke rumah Pak RT.Bu Rt sedang menyapu lantai merasa terkejut dengan wajah Tata tampak sedih.
"Tata cantik kamu kenapa kok kaya yang galau coba ceritain sama ibu" ujar Bu Rt.
Tata pun menceritakan semua yang terjadi tadi.Bu Rt mendengar hal itu membuat ia merasa sedih.
"Yang kuat ya nak mungkin ini adalah cobaan bagi Tata" ujar Bu Rt sambil memeluk Tata.
Bu Rt menyuruh Tata untuk makan siang.Tata pun masuk ke rumah untuk makan siang.
Sehabis makan siang Tata langsung ke kamar untuk beristirahat.
Pak Rt pun datang ke rumah habis dari Balai Desa .Pak Rt langsung menanyakan Tata kepada Bu Rt.
"Oh Ya, Tata udah pulang belum?" ujar Pak Rt.
"Sudah Pak tadi" ujar Bu Rt.
"Kasihan Tata sedih mulu" ujar Bu Rt.
"Iya yah,kenapa ya Bu Firda belakangan ini berubah ke Tata seolah-olah Bu Firda melupakan Tata" ujar Pak Rt.
Mereka berdua ingin Tata bahagia namun cobaan kepada Tata silih berganti.
Keesokan Harinya, Bu Firda menikah dengan Pria kaya raya mantan majikannya.Bu Rt melarang Tata untuk dateng ke acara ia tidak mau Tata patah hati.
Rumah Bu Rt di kunci dan Tata hanya bisa diam di rumah.Tata berusaha kabur dari rumah dan akhirnya Tata menemukan jalan keluarnya yaitu jalan jendela.
Tata langsung pergi ke acara nikahan ibunya.Tata diam-diam masuk ke tenda menggunakan switer hitam, topi , masker hitam dan kaca mata hitam sehingga orang tidak mengenalnya.
Tata duduk di kursi paling depan dekat sahabatnya.Mereka tidak nyadar bahwa yang duduk di sampingnya adalah Tata.
Hijab qabul pun dimulai, Tata mulai menetas air matanya tapi ia berusaha tidak meneteskan air matanya.
Ketika semua mengucapkan sah,Tata malah naik emosinya.
"Tidak sah, kalau nggak izin dulu kepada seseorang anak" ujar Tata sambil membuka masker dan kacamatanya.
Semua orang melirik Tata.Bu Firda langsung terkejut melihat Tata.
Tata merasa tidak kuat melihat Tara langsung lari gak tau kemana.
Semua orang mengejarnya termasuk ibunya tapi tidak bisa di kejar karena pernikahan harus dilanjutkan.
Pernikahan mereka pun selesai walaupun pernikahan nya tidak direstui oleh seorang anak.
__ADS_1
Coming soon episode 15 ya☺