
Setelah ditinggal suaminya Bu Firda masih belum mempunyai pasangan.Bu Firda menafkahi keluarga kecil sendiri. Tata masih umur sembilan tahun sudah di tinggal ayahnya.
Setiap malam bu Firda merasa kesepian . Biasanya tiap hari ada temen ngobrol tapi sekarang gak ada lagi tempat curhat.
Pada suatu hari bu Firda mulai berjualan lagi setelah suaminya meninggal. Bu Firda berjualan di dekat alun-alun.
bu Firda selalu pulang malam karena Menunggu dagangan nya habis.Tata sering menginap di tetangga nya karena takut sendirian di rumah.
Pada hari senin bu Firda berjualan dari pagi-pagi. Dan Tata terpaksa dititipkan kepada tetangganya karena terlalu sibuk berjualan.
Mbok Ratih adalah tetangga Tata. Ia hanya hidup sendirian. ia tidak mempunyai cucu ataupun anak . Semenjak Tata sering menginap,mbok
Ratih tidak merasa kesepian lagi.
seiring dengan perjalanan waktu, usaha yang dijalankan bu Firda makin sepi pembeli.
Setiap pulang dagangan bu Firda masih banyak. sedangkan ia banyak tanggungan. ia bentar lagi bayar kontrakan tapi uang nggak cukup . ia merasa bingung apa yang harus ia lakukan untuk bertahan hidup.
Bu Firda memutuskan untuk merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.
Pada hari senin bu Firda bersiap -siap untuk pergi merantau.
melihat ibunya sedang memasukkan pakaian kedalam koper . Tata bertanya kepada ibundanya.
"ibu mau kemana?" ujar Tata
"ibu mau cari pekerjaan di jakarta dek" ujar ibundanya.
"yah adek sendirian disini" ujar Tata.
"kan ada mbok Ratih yang siap menemani adek" ujar ibundanya.
Tata merasa sedih di tinggalkan ibundanya. melihat anaknya murung, ibundanya Tata berusaha membujuknya.
"Tata sayang anak mamah yang cantik dan imut, ibu bukanya gak sayang sama adek ini semua demi kebaikan adek. Adek gak mau kan putus sekolah?" ujar ibundanya sambil mengelus-elus kepala Tata.
"nggak mau" ujar Tata sambil menggelengkan kepalanya.
"ibu berpesan kepada adek belajar dengan rajin ya dek, jangan buat ibu kecewa" ujar ibundanya.
setelah memasukkan pakaian ke koper ibu Tata mengganti pakaian .
beberapa jam kemudian Travel yang bu Firda pesan sudah sampai.
sebelum berangkat bu Firda berpamitan kepada mbok Ratih .
"mbok Firda pamit dulu, jaga Tata ya mbok " ujar bu Firda.
"baik neng, Hati-hati di jalan ya neng " ujar mbok Ratih.
Sebelum ibunya pergi Tata memeluk ibunya dengan erat dan menangis. ibundanya Tata ikut menangis dan berpesan kepada Tata.
"jaga diri baik-baik ya nak, ibu gak lama kok nanti kalau udah dapet uang banyak ibu langsung pulang kok" ujar ibundanya sambil mengusap air mata Tata.
__ADS_1
bu Firda pun berangkat, Tata melambaikan tanganya .
"dadah ibu, Hati-hati di jalan" ujar Tata.
ibunda Tata juga melambaikan tangan nya lewat jendela mobil travel.Tata harus berusaha hidup mandiri tanpa kedua orang tua.
pada keesokan harinya Tata bersiap-siap ke sekolahan . sebelum ke sekolahan mbok Ratih membuat sarapan untuk Tata.
"nak cepet sarapan masih anget, mbok buatin nasi goreng buat Tata" ujar mbok Ratih.
"iya mbok,bentar Tata lagi pakai kerudung dulu" ujar Tata. setelah selesai pakai kerudung Tata langsung pergi ke dapur untuk sarapan.
sedangkan mbok Ratih sedang menyiapkan bekal buat Tata ke sekolahan.
"makan yang banyak ya nak, biar gak gampang sakit" ujar mbok Ratih. Tata sebelum makan ia berdoa dulu. setelah itu ia langsung makan.
setelah selesai makan Tata langsung bergegas pergi sekolah karena takut terlambat.
"mbok, Tata pergi ke sekolahan dulu ya " ujar Tata sambil memakai sepatu.
"iya nak, hati-hati di jalan ya" ujar mbok Ratih.
Tata pun berangkat dengan menggunakan sepeda pemberian dari Almarhum ayahandanya.
Di jalan Tata bertemu dengan sahabatnya yang bernama Hena lalu menyapanya.
"Hay Hena, selamat pagi" ujar Tata sambil mengayunkan sepedanya.
"pagi , Tumben sendirian ibu kamu kemana?" ujar Hena sambil berjalan kaki.
"owh, berarti kamu sendirian di rumah?" ujar Hena.
"nggak sendirian kok, aku selalu nginep di tetangga sebelah ku" ujar Tata.
beberapa menit kemudian mereka sampai di sekolahan.
Ternyata Tata dan Hena beda kelas. Tata kelas 6 A sedangkan Hena kelas 6 C. walaupun berbeda kelas mereka kalau ke kantin pasti bersama-sama. Bel masuk berbunyi.
"Tata, nanti kalau bel istirahat ke kantin bareng yuk" ujar Hena.
"oke siap" ujar Tata sambil berjalan menuju ke kelas masing-masing.
sebelum dimulai pembelajaran bu guru
menyampaikan pengumuman penting .
"assalamu'alaikum anak-anak, sebelum ibu memulai pembelajaran ibu mau menyampaikan informasi tentang rapat wali murid, ibu harap semua orang tua kalian bisa hadir di acara tersebut" ujar bu guru.
salah satu murid pun bertanya kepada bu guru.
"bu kalau diwakili kakek boleh?"
"boleh, asal ada mewakili " ujar bu guru.
__ADS_1
Tata merasa sedih tidak bisa di wakili oleh kedua orang tua. melihat Tata tampak sedih bu guru pun bertanya kepada Tata.
"Tata kamu kenapa? kayak gak enak badan kamu " ujar bu guru
"nggak papa bu, Tata sehat kok bu " ujar Tata.
"oh, syukur atuh kalau kamu gak kenapa -napa ibu khawatir kamu sakit" ujat Tata.
setelah ibu guru mengobrol dengan Tata , bu guru langsung memulai pembelajaran.
Bel istirahat pun berbunyi bu guru mengakhiri pembelajaran nya.
"oke anak-anak sekian pembelajaran dari ibu jangan lupa besok orang tua kalian berangkat ya" ujar bu guru.
"baik bu" ujar salah satu siswanya.
Setelah Bel berbunyi ,Hena langsung pergi ke kelas Tata untuk mengajak jajan ke kantin.Hena akhirnya bertemu Tata di depan kelas.
"Cie Tata udah stay by di depan kelas, ke kantin yuk? " ujar Hena.
"yuk" ujar Tata sambil berjalan menuju kantin sekolah.
Di kantin sekolah Tata dan Hena memesan minuman dan cemilan.Sambil jajan mereka berbincang-bincang .
"oh iya kalau besok orang tua kamu ke sekolahan?" ujar Tata.
"pasti datang dong, paling yang datang ke sekolahan pasti ibu. kalau kamu siapa yang mewakili kamu besok? " ujar Hena.
"gak tau siapa yang datang ke sekolahan ibu lagi ke Jakarta, mbok Ratih udah tua nggak bisa kemana -mana" ujar Tata dengan wajah tampak murung.
"yang sabar ya Ta" ujar Hena .
Tak lama kemudian bel masuk bunyi.
Tata dan Hena masuk kelas masing-masing.pembelajaran pun dimulai bu guru melihat Tata pucat seperti sedang sakit. Bu guru pun bertanya kepada Tata.
"nak Tata kamu kenapa?" ujar bu guru.
"nggak papa bu " ujar Tata sambil menggelengkan kepalanya.
"yang bener gak papa, ibu liat kamu terlihat pucat" ujar bu guru.
"iya gak papa bu" ujar Tata.
Setelah ibu guru berbicara kepada Tata , Bu guru pun memulai pembelajaran.
Beberapa jam kemudian bel pulang berbunyi dan pembelajaran pun berakhir.
Tata pulang sendirian karena Hena dijemput oleh ayahnya.Melihat Hena dijemput oleh ayahnya membuat Tata teringat almarhum ayahnya.
Tata meneteskan air mata dan Tata merasa gak punya siapa-siapa. Ibunya sudah lama gak kasih kabar membuat Tata sedih.
Tata sekarang susah makan dan badannya kurus karena sangking rindunya kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
coming soon episode 3 ya 😊