Perceraian Orang Tuaku

Perceraian Orang Tuaku
perceraian orang tuaku ( PROV. Nina pergi ke luar kota )


__ADS_3

tak terasa perceraian ku dengan mas Surya sudah hampir 8 bulan..dan urusan mas Hendro dengan istrinya pun sudah selesai. mas Hendro mengajakku untuk pergi ke luar kota. seperti rencana awal kami. kami pergi keluar kota dan mulai hidup bersama disana. awalnya aku ragu dengan kondisias Hendro sekarang karna sekarang penghasilan dia tidak sebesar dulu sebelum bercerai dengan istrinya tapi aku tidak mungkin menolaknya. aku merasa tidak enak dan kasihan padanya.


aku pun mengiyakan ajakannya aku memilih ke kota resik. karna disana ada kakak dan saudaraku yang lain. aku pun memutuskan untuk pergi kesana bersama mas Hendro.


" Bu...bisa kita bicara?" ucap Nina pada ibu.


" iya ada apa nin? bicara saja." jawab ibu.


" Bu sebelumnya Nina mau minta maaf..Nina mau minta izin..semoga ibu bisa memberi izin keputusan Nina ini ya Bu..." ucap Nina pada ibu.

__ADS_1


" minta izin apa nin ?? awas ah jangan yang anaeh-aneh. ibu sudah cukup pusing dengan permasalahanmu kemarin. belum lagi ibu masih kepikiran dengan anak-anakmu." ucap ibu dengan lirih.


" tidak Bu...aku mau minta izin untuk pergi ke kota bang aji Bu...sepertinya aku akan meneruskan hidupku disana. aku akan tinggal disana Bu." ucap ku pada ibu.


" maksudnya kamu. akan tinggal bersama abangmu? sudahlah nin tidak usah yang aneh-aneh..susah baik kamu tinggal disini saja bersama ibu. kalo kamu tinggal di tempat abangmu nanti akan terjadi masalah baru. kamu ini seperti yang tidak tau saja sifat istri abangmu itu." ucap ibu padaku.


teh Iis adalah anak dari adik almarhum ayahku. kehidupannya bisa dibilang mapan..dia punya toko sembako di pasar.aku sudah menghubunginya dan menceritakan semua masalahku padanya dan dia langsung menyuruhku tinggal bersama nya sementara aku masih hidup sendiri. akhirnya akupun memutuskan untuk pergi kesana bersama mas Hendro.


" terus kamu mau sama siapa kesana nin?" tanya ibu padaku.

__ADS_1


" aku pergi dengan mas Hendro Bu.." jawabku pada ibu.


" kamu ini ko dengan laki-laki itu, sudahlah nin jangan bikin masalah baru.jangan bikin ibu malu." ucap ibu padaku.


" siapa yang mau bikin malu Bu? aku tidak akan tinggal satu rumah dengan mas Hendro. mas Hendro hanya mengantarkan ku kesana lalu dia akan tinggal di kota kembang di rumah orangtuanya setelah menikah baru mas Hendro dan aku akan tinggal bersama Bu." jawabku pada ibu.


" ya sudahlah nin terserah kamu saja. yang pasti ibu sudah tidak mau dengan lagi omongan orang tentang kamu. sudah cukup kejadian kemarin saja kamu buat ibu malu." ucap ibu sambil berlalu pergi.


aku gak ibu masih sangat kecewa dengan apa yang telah aku lakukan dan sejujurnya aku pun sangat menyesal tapi semua sudah terjadi apapun resiko nya aku harus tetap menghadapinya. yang terpenting setelah ini dan kedepannya aku akan berusaha untuk menjadi baik. dan tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. cukup satu kali saja aku melakukan kesalahan yang sangat fatal ini hingga mengorbankan anak-anakku dan menghancurkan perasaan orangtuaku.

__ADS_1


__ADS_2