
tak terasa perceraian orang tuaku sudah hampir 7bulan. akupun sekarang tinggal dirumah uwa. aku yang meminta pada ayah untuk tinggal dirumah uwa. dan ayahpun mengizinkan. tapi adikku Gilang tidak mau tinggal dirumah uwa dia tinggal bersama ayah. aku mulai bisa membiasakan diri hidup tanpa ibuku...walaupun sebenarnya aku Mash sangat merindukan ibu dan sejujurnya aku asih tidak rela dengan perceraian orang tuaku tapi aku harus menerima kenyataan pahit ini. terkadang aku iri pada teman-temanku yang bisa merasakan kasih sayang dari ibunya...yang selalu di perhatikan dalam hal sekecil apapun...beda denganku yang hanya bisa memendam segala keluh kesah yang aku rasakan. karna tidak mungkin aku me ceritakan pada ayah. ayah tidak peka ayah hanya menunjukan perhatian dan kasih sayangnya dengan materi. karna ayah pikir dengan kami cukup diberi uang kamu akan merasa bahagia padahal tidak seperti itu..aku butuh kasih sayang belaian seorang ibu. hari ini aku sedang tidur dirumahku karna Nia temanku menginap dirumahku karna besok hari libur. tiba-tiba ayah menggedor pintu kamarku dengan sangat keras.
" Natasya...Natasya...buka pintunya!!!" seru Aya dengan sangat keras ayah seperti sedang marah padaku. tapi aku bingung kenapa tiba-tiba ayah marah padaku. aku pun langsung membukakan pintu kamarku.
" iya ayah ada apa?? ko ayah kaya lagi marah gitu sama aku?" tanya ku pada ayah dengan bingung.
" ada apa..ada apa kamu pura-pura tidak mengerti!!! jangan kamu pikir ayah bisa dibohongi kamu,jangan kamu pikir kamu bisa menyembunyikan sesuatu dari ayah." ucap ayah dengan lantang.
__ADS_1
" maksud ayah apa?? aku gak ngerti ayah. aku masih sangat bingung dengan ucapan ayah.
" kamu masih saja ngeles. masih kecil kami sudah pintar ngeles ya Natasya. apa kamu mau mencontoh ibumu???" ucap ayah dengan mata melot padaku.aku sangat takut...dan aku pun sangat sedih dengan ucapan Aya akhirnya aku pun hanya terdiam dan menangis.
" kenapa kamu nangis sudah mengakui kesalahan kamu itu Natasya?" ucap ayah lagi. aku hanya diam tak menjawab.
" aaa...aku tidak tau ayah...sampai saat ini aku tidak pernah bertemu dengan ibu ayah. akue dapatkan surat itu dari temanku ayu dia tetangga nenek dan satu sekolah denganku. aku hanya menerima saja tanpa membalasnya ayah." jawabku dengan lirih.
__ADS_1
" memang benar k**ang aj** ibumu itu. dia yang telah meninggalkan kalian tapi seolah-olah ayah yang sudah memisahkan kalian!!! kenapa kamu tidak bilang pada ayah?dan malah memilih untuk menyembunyikannya? surat ini hanya ingin mempengaruhi kalian saja.agar kalian tidak membenci ibumu yang sudah selingkuh itu.' ucap ayah padaku.
" maafkan aku ayah...aku janji tidak akan mengulanginya lagi. dan aku juga akan bilang pada ayu untuk berhenti membawa surat dari ibu." ucapku pada ayah.
" awas ya Natasya ayah tidak mau lagi hal seperti ini terjadi lagi!!kalo sampai kamu ketahuan seperti ini lagi ayah tidak akan segan-segan menghukummu." ucap ayah padaku.
" iya ayah..aku janji." jawabku pada ayah.
__ADS_1
ayahpun keluar dari kamarku. akupun hanya bisa menangis.sejujurnya aku sangat malu pada Nia atas semua ucapan ayah padaku.tapi dia sahabatku jadi tidak mungkin dia akan menceritakan pada siapapun.