Perceraian Orang Tuaku

Perceraian Orang Tuaku
perceraian orang tuaku ( perkenalan Surya dengan seseorang )


__ADS_3

sudah hampir 1 tahun aku bercerai dengan Nina..aku belum ada niat untuk dekat dengan perempuan lagi..walaupun banyak yang ingin dikenalkan padaku tapi aku belum ada minat untuk menerimanya karna jujur saja aku masih memikirkan anak-anakku. aku takut mereka Belum siap menerima kehadiran orang baru karna aku tau mereka masih sangat merindukan Nina ibunya. dan aku juga takut kalo aku menikah lagi istri baruku tidak bisa menerima anak-anakku.


hari ini aku main ke rumah orang tuaku..disana banyak keluargaku. dan disana juga ada saudara Nina. yaitu anak dari adik ibunya Nina. saat aku sedang mengobrol dengan sepupuku tiba-tiba suami sepupunya Nina menghampiri kami dan ikut bergabung. kebetulan rumah sepupuku berdekatan dengan rumah sepupu Nina. awalnya aku merasa risih karna dia saudara dari mantan istriku maka sikapku dingin padanya. mungkin dia tau kalo aku kurang suka dengan kehadirannya.akhirnya dia pun mengutarakan bahwa dia tidak ikut campur dengan urusan kami bahkan Meraka tidak dekat bisa dibilang sering berseteru. aku pun mulai bisa menerima dia. saat sedang mengobrol dengan awan tiba-tiba Edi menghampiri.


" sudah lama disini Sur?" ucap Edi menyapaku.


" lumayan." jawabku singkat.


" sendiri saja Sur? anak- anak tidak ikut?" tanya Edi lagi.


" anak-anak di rumah." jawab Surya masih dengan ketus.


" kenapa Sur? jangan begitulah..jangan karna saya ini suami dari sepupu mantan istrimu kamu jadi benci dengan saya. saya kan gak ada urusan tidak ikut-ikutan lagian awan juga tau kalo keluargaku dengan keluarga Nina tidak dekat." jawab Edi padaku.


" iya Sur benar.mereka sering berseteru. tidak akur." ucap awan menimpali ucapan Edi.

__ADS_1


" oh begitu..saya pikir kalian sama saja." ucap Surya.


" oh ya tidak..kami berbeda." ucap Edi.


obrolan pun berlanjut cukup lama. tiba-taba Edi menanyakan sesuatu.


" eh ngomong-ngomong kamu sudah punya calon pendamping lagi belum Sur?" tanya Edi padaku.


" ah belum kepikiran soal yang begituan masih fokus sama anak-anak." jawabku pada Edi.


" masa bodo si Nina mau seperti apapun sudah bukan urusan saya lagi. saya cuma.bukan saya tidak butuh seorang istri saya sebagai laki-laki normal saya jelas butuh dilayani tapi saya juga tidak hanya memikirkan diri saya sendiri. saya mencari wanita yang bukan hanya menyayangiku saja tapi bisa menerima dan menyayangi anak-anakku seperti anaknya sendiri." ucap ku pada Edi.


" gampang kalo itu mah. saya bisa mengenalkan dengan wanita yang baik.bahkan mungkin sudah tidak asing lagi untukmu Sur." ucap Edi padaku. aku bingung siapa wanita itu.


" siapa?? "jawabku penasaran.

__ADS_1


" kamu Eno kan?" jawab Edi sambil tersenyum.


" Eno siapa? " tanya ku bingung.


" Eno adik iparku adiknya Ira." Jawab Edi dengan santai.


" ngaco kamu di!! masa iya kamu mau mengenalkan ku dengan sepupunya mantan istriku." jawabku sangat syok dengan omongan Edi yang akan menjodohkan ku dengan Eno saudaranya Nina mantan istriku.


" ngaco apa nya? kalian tidak ada ikatan darah. jadi sah-sah saja kan kalo kalian menikah." jawab Edi meyakinkan ku.


" bukan masalah itu, tapi dia kan saudara dari mantan istriku rasanya sangat tidak etis kalo aku menikahinya. tidak bisa dibayangkan akan seperti apa jadinya kalo sampai aku menikahi Eno." jawabku pada Edi.


" justru baguskan kalo kamu dengan Eno kamu bisa bikin Nina kepanasan dan menyesal telah meninggalkan mu dan tega menghianatimu. masa kamu mau kalah sama Nina? tunjukan sama Nina kalo kamu bisa membuat dia kepanasan dengan menikahi Eno." ucap Edi memanas-manasi ku.


aku hanya diam tidak bergeming.sangat tidak menyangka Edi bisa bicara seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2