Perceraian Orang Tuaku

Perceraian Orang Tuaku
perceraian orang tuaku ( PROV. Nina dan anak-anaknya )


__ADS_3

akhirnya setelah susah payah meyakinkan ibu untuk memberi izin akhirnya ibupun mengizinkanku pergi ke kota resik dengan mas Hendro. meskipun aku tau ibu tidak sepenuh hati mengizinkanku. sesungguhnya aku tidak tega meninggalkan ibu sendiri disini selain ibu sudah tua ibu juga tinggal sendiri dirumah. meskipun ada kakak-kakakku tapi mereka selalu sibuk dengan urusannya masing-masih. mereka tidak begitu peduli dengan ibu karna mereka pikir ibu selalu pilih kasih terhadap mereka. tapi harus bagaimana lagi aku tidak ada pilihan lain aku harus tetap pergi. aku berencana akan pergi besok pagi dengan di jemput mas Hendro.


" kamu sedang apa nin?" tanya ibu yang tiba-tiba menghampiriku ke kamar.


" eh ibu,,aku sedang beres-beres baju yang akan dibawa besok Bu." jawabku.


" kamu yakin Nina akan tetap pergi dan meninggalkan ibu sendiri disini? apa kamu tidak kasihan meninggalkan ibumu yang sudah renta ini?" tanya ibu denga lirih.


akupun menghentikan aktivitasku kemudian ku pegang tangan ibu. ibu hanya menatapku dengan sendu.

__ADS_1


" ibu Nina tidak akan pergi untuk selamanya Nina hanya pergi untuk sementara saja sampai kehidupan Nina kembali normal.nina tidak mungkin hanya berdiam terus seperti ini Bu. Nina harus bangkit. lagi pula anak ibu itu bukan cuma Nina saja Bu..ada mbak Atik dan mbak oca, mbak asih, dan ada Wanto juga kan bu.jadi kenapa ibu harus merasa sendiri?" ucapku denga lirih pada ibu.


" iya tapi kan Nina kamu tau sendiri bagaimana sikap mereka sama ibu...apalagi Atik dan oca dia seperti benci pada ibu." jawab ibu dengan lirih.


" kan masih ada mbak asih dan Wanto Bu." ucapku pada ibu.


" walah kamu ini nin seperti yang tidak tau dengan mbak dan adik mu itu. asih memang peduli sama ibu tapi dia itu gampang marah sama ibu. apalagi Wanto tidak bisa di andelin."ucap ibu pada ku.


" dasar kamu ini nin...pokoknya inget pesan ibu kamu jangan macem-macem. ibu ini ingin melihat kamu bahagia nin." ucap ibu dengan lirih.

__ADS_1


" iya Bu Nina akan selalu inget pesan ibu. doain Nina terus ya Bu..terimakasih ya Bu sudah menjadi ibu terbaik buat nina.nina sayang ibu. ibu harus sehat terus ya Bu panjang umur. pokoknya ibu jangan banyak mikir yang macem-macem." ucapku sambil memeluk ibu dengan erat. hati ini benar-benar berat meninggalkan ibu disini tapi aku tidak punya pilihan lagi.


" ya kamu doain saja semoga ibu sehat-sehat terus panjang umur. " ucap ibu padaku dengan mata yang mulai berembun.


" pasti Bu...Nina selalu doain ibu agar ibu sehat selalu panjang umur...Nina sayang ibu. pokoknya ibu harus tunggu nina sampe Nina pulang lagi kesini." ucapku pada ibu.


" iya nin..." jawab ibu.


" ya sudah ibu mau istirahat dulu y...kamu jangan tidur terlalu malam nin...bsok berangkat jam berapa?" tanya ibu lagi.

__ADS_1


" besok aku berangkat siang Bu..mungkin jam 1 siang. aku pakai bus yang siang saja.kalo yang pagi nanti kepagian mas Hendro takutas hendronya belum siap Bu." jawabku pada ibu.


" oh ya sudahlah." jawab ibu sambil berlalu keluar dari kamarku.


__ADS_2