Perceraian Orang Tuaku

Perceraian Orang Tuaku
Perceraian orang tuaku


__ADS_3

kemudian aku pun menangis. ayah terdiam melihatku menangis kemudian ayahpun mendekat padaku.


" sudah nak jangan menangis. ayah minta maaf karna ayah terlalu keras pada kalian. ayah hanya tidak ingin kalian mengikuti jejak ibumu yang meninggalkan ayah. seandainya kalian tahu sebesar apa rasa sayang dihati ayah pada kalian. ayah hanya tidak ingin kalian meninggalkan ayah seperti ibumu." ucap ayah dengan lirih.


" iya ayah aku mengerti...maafkan aku karna telah membuat ayah khawatir. tapi perlu ayah tau walaupun aku sangat rindu pada ibu aku tidak pernah sekalipun berani untuk menemui ibu diam-diam di belakang ayah." ucapku pada ayah.


" iya nak ayah percaya. kamu anak yang baik. maafkan ayah ya nak sudah terlalu keras pada kalian. oh iya tadi kamu bilang kamu mau nginep dirumah uwa?" tanya ayah padaku.


" iya yah, bolehkan aku nginep dirumah uwa? aku kesepian ayah dirumah. kalo di uwa kan ada kak Yuni yang bisa di ajak ngobrol." ucapku pada ayah.


" ya sudah kamu boleh nginep dirumah uwa, tapi awas jangan macam-macam,,,jangan mau kalo di ajak Yuni keluyuran. anak itukan sangat bandel persis kaya laki-laki." ucap ayahku lagi.


" siap ayah...makasih ya ayah...." ucapku pada ayah.


" ya sudah nanti biar ayah antar kerumah uwa nya..sekalian ayah titipin kamu sama uwa." ucap ayah.

__ADS_1


" iya ayah.." jawabku lagi.


" adikmu Gilang kemana Nat? ko dari pertama ayah pulang dia tidak keliatan?" tanya ayah padaku.


" Gilang sedang main dirumah Ivan Ayah, tadi dia pulang dulu terus berangkat lagi kerumah Ivan." jawabku pada ayah.


" anak itu kerjaannya main terus. sampai tidak ingat pulang, kalian sudah makan? maaf tadi ayah pulang telat karna ada kerjaan." ucap ayah padaku.


" udah ayah, tadi aku makan dirumah uwa. kalo Gilang kayanya makan dirumah Ivan deh ayah. biasanya kan ibunya Ivan selalu menyuruh Gilang makan dirumahnya semenjak ibu pergi. Gilang udh kayak sodaraan aja sama si Ivan." ucapku pada ayah.


" maafkan ayah ya nak...ayah benar-benar minta maaf karna ayah sibuk kerja makan kalian jadi tidak diperhatikan." ucap ayah dengan lirih.


" tidak apa-apa ko ayah...ayah udah jadi ayah yang baik untuk kami,,, ayah sudah mengurus keperluan kami. kalo masalah makan kan ayah udah kasih kami uang lebih untuk beli makan.lagian kan kami juga bisa beli di warung Bu Anwar yah." jawabku pada ayah.


" ya sudah ayo kita kerumah uwa, tapi sebelumnya kita jemput dulu adikmu dirumah Ivan." ajak ayah padaku.

__ADS_1


" ayo ayah..." jawabku.


kemudian kami pun pergi kerumah uwa dengan sepeda motor tapi sebelum kerumah uwa kami mampir dulu kerumah Ivan untuk menjemput Gilang. tak lama kemudian akhinya kami pun sampai dirumah Ivan.


" assalammualaikum...Van?" seru ku memanggil Ivan dari gerbang.


kemudian Ivan pun keluar dan membukakan pagar untukku dan ayah.


" eh ada kak Natasya sama om Surya. mau cari Gilang ya?" tanya Ivan padaku dan ayah.


" iya Van Gilang ada disini? soalnya tadi bilangnya mau kesini." ucapku pada Ivan.


" ada kak sebentar aku panggilkan dulu." jawab Ivan.


akhirnya Gilang pun keluar aku dan ayah langsung mengajaknya kerumah uwa. tak lupa Gilang berpamitan pada Ivan dan ibunya. kemudian kami pun bergegas pergi kerumah uwa.

__ADS_1


__ADS_2