Perceraian Orang Tuaku

Perceraian Orang Tuaku
perceraian orang tuaku ( bab lanjutan.. )


__ADS_3

aku masih tidak menjawab ucapan Edi. dan masih belum terpikir dengan semua ucapannya itu.


" kenapa lagi mikir ya?? sudah Sur jangan banyak mikir nanti keburu di duluin orang, kurang apa Eno dia masih lebih muda di banding Nina. dia lebih cantik, lebih sexy, dia baik tidak pernah macem-macem." ucap Edi padaku.


" justru karna itu usia kami sangat beda jauh, apa dia bisa menerima anak-anakku dan menyayangi mereka seperti anaknya sendiri. bukan nya si Eno itu punya suami dan sudah punya anak?" tanyaku pada Edi.


" alah masalah itu gampang Sur...bisa di obrolkan lagian Eno itu wanita yang sangat keibuan dan penyayang. dia janda Sur, punya anak satu mantan suaminya sekarang tinggal di Garut." ucap Edi seperti sedang melebih-lebihkan Eno.


" oh begitu...tapi aku belum terpikir untuk di jodohkan dengan nya karna jujur saja untukku sangat tidak etis kalo aku menikahi saudara dari mantan istriku." ucap Surya pada Edi.


" ya sudah dipikir dulu saja Sur,, nanti kalo kamu siap kamu tinggal bilang saja sama saya.nanti biar saya atur kapan kalian ketemu soalnya Eno tidak tinggal disini semenjak berpisah dengan suaminya dia bekerja di Tangerang dan anaknya di urus oleh mertuaku." ucap Edi padaku.


" baiklah biar saya pikir-pikir dulu." jawabku pada Edi.

__ADS_1


" baiklah..ya sudah saya pulang dulu ya sur sudah hampir malam..sering-sering main kesini kalo main kesini jangan cuma di rumah awan mainlah kerumah ku. siapa tau kamu dan Eno berjodoh kita bisa jadi saudara lagi." ucap Edi sambil tertawa.


aku hanya diam tidak menjawab dan Edi pun berlalu pergi pulang. tak lama awan menghampiriku.


" hey..bengong saja. ngobrol apa dengan si Edi ko kayanya serius amat. awas lagi ngerayu biar di pinjemin duit." ucap awan sambil terkekeh.


" tidak. tidak membahas soal pinjam duit." jawabku pada awan.


" lalu apa? ko kayanya tadi sangat serius ngobrolnya." ucap awan padaku.


" apa?????" awan sangat syok mendengar ucapanku.


" kenapa kamu kaget? sama saya juga kaget dengarnya." ucapku pada awan.

__ADS_1


" tak habis pikir itu si Edi. si Eno kan sepupunya si Nina masa iya mau di jodohkan dengan kamu. benar-benar tidak bisa dimengerti." ucap awan sambil menggelang-gelangkan kepala merasa heran pada Edi.


" ya sudahlah wan biarkan saja saya saya tidak ambil pusing." ucap Surya menutupi perasaan nya yang bimbang memikirkan ucapan Edi.


" yakin ni tidak jadi pikiran. awas nanti kamu kepikiran dan berpikir untuk menikahi Eno. karna setahuku dia masih punya suami." ucap awan pada Surya.


" yakinlah." jawab Surya singkat.


" ya sudah saya pamit pulang dulu kasihan anak-anak pasti menunggu ku." ucap Surya pada awan.


" ya sudah...kenapa tidak di ajak sekalian saja tadi anak-anak mu kesini." ucap awan.


" susah wan. tadi di ajak juga mereka menolak." jawab Surya.

__ADS_1


" ya sudah...sana kalo mau pulang kasihan anak-anakmu." ucap awan.


" iya wan saya pamit ya." ucap Surya sambil berlalu pergi. Surya pun langsung bergegas pulang tak lupa dia membelikan makanan kesukaan anak-anaknya roti bakar coklat. sepanjang jalan Surya masih saja kepikiran semua ucapan Edi. tak lama Surya pun sampai di rumah benar saja anak-anak sudah menunggunya di rumah di temani mbak nyai.


__ADS_2